The Feel of Fiction, Flash Fiction

thefeeloffiction_zpse81d06baJudul: The Feel of Fiction – Kumpulan Fiksi dan Puisi
Penulis: Rhenez Alitdo
Penerbit: NulisBuku
Jumlah halaman: 100

Sungguh, bahwa jangan sembarang beli buku yang tanpa rekomendasi sama sekali. πŸ˜†

Buku ini saya beli setelah saya iseng-iseng browsing di NulisBuku.com. Kenapa saya tertarik dengan buku ini? Karena di judulnya ada disebutkan “FlashFiction”.

Yes. Tau kan sekarang kenapa?

Tapi, ada kalanya juga bahwa kita harus membeli buku yang tidak terlalu recommended, agar kita bisa tahu letak kesalahannya dimana. Buku ini ada beberapa kesalahan yang cukup fatal.

  • Terlalu banyak typo.
  • Ketidak-konsistenan dengan jenis huruf.
  • Tata layout yang tidak apik.

Saya bisa melihat bahwa si penulis agaknya terburu-buru menerbitkan bukunya, hingga melupakan editing dan kemasan yang juga penting. Maaf, bukan karena saya tukang riwil dengan semua yang berbau desain, tapi sungguh, bahkan dalam tata layout pun tidak ada konsistensi di buku ini.

Judul buku pun menyesatkan menurut saya. Ada tulisan Flash Fiction di covernya. Tapi, mana ya yang termasuk Flash Fiction? Tidak ada kesan yang berarti. Tidak ada twist yang cukup nendang. Semuanya datar. Tak ada emosi. Bahkan di dalam dialog pun.

“Sebuah cerita fiksi dengan tema yang diangkat dari sebuah judul lagu” — Itu juga tertulis di covernya. Ini saja sudah aneh. Yang mana ya yang dari sebuah lagu? Sebuah cerita fiksi? Kalau cuma sebuah saja, apa pantas disebutkan di cover? Saya kira sih tidak. Ini kan kumpulan cerita kan? Kalau dikasih judul begitu, seharusnya ya memang semua cerita konsepnya diambil dari judul-judul lagu.

Di samping semua kritik saya di atas, saya tetap bertahan membaca buku ini bahkan sampai habis. Kenapa? Beberapa cerita saya remake. Hehehehe… ya, saya tulis ulang dengan pemahaman saya mengenai bagaimana Flash Fiction itu seharusnya. Bagaimana menyelipkan sekelumit emosi di setiap ceritanya.

Hasyaaaahhhh… belagu bener saya ya πŸ˜† Wong saya juga masih proses belajar bikin FlashFiction πŸ˜€

Saya akui keberanian si Penulis untuk menerbitkan tulisannya, walaupun secara indie. Saya pun belom berani sampe sekarang. Padahal ada beberapa teman yang menyarankan saya untuk mengumpulkan cerita-cerita saya ke dalam satu buku. Tadinya saya emang sempet terkompori. Tapi dari buku ini saya belajar, untuk tidak terburu-buru. Mendingan saya review dan revisi dulu semua tulisan saya, sambil menambah lagi koleksi supaya lebih banyakΒ  pilihan πŸ™‚ baru nanti dipertimbangkan lagi, apakah layak untuk dipublikasikan.

Saya memberikan satu bintang sahaja dari lima bintang. Sebagai penyemangat :mrgreen:

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. Lidya says:

    banyak typo kaya tulisan aku di blog dong mak hehehe

    Like

    1. @RedCarra says:

      rajin beud sih mak BW *___* … salut deeeehhh…

      Like

  2. fatwaningrum says:

    hehehehehehehe saya juga gitu mbak, pernah nerbitin buku (kumpulan puisi) lewat nulisbuku karena diajakin temen. skarang rada nyesel coz sadar sesadar2nya tulisan saya gak bangget :)))))). wow wow wow, kalo di-remake, trus, penulis aslinya di-mention gak?? πŸ˜€

    Like

    1. @RedCarra says:

      Untuk sementara ini sih ga dipublish hehehe… disimpen sendiri untuk bahan belajar. Mungkin nanti kapan-kapan akan dipoles lagi hingga bener2 berbeda dari yang asli πŸ˜€

      Demikian…

      Like

  3. rhenez says:

    terimakasih koreksi yang sangat membangun mbak πŸ™‚

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s