Seratus Tiga

4dbb74f7a72a67a283f1d161b11ad773Judul Buku: Seratus Tiga – Seratus Fiksi Tiga Penulis
Penulis: Ramdhani Nur – AK Basuki – Mamar
Desain Sampul: Naim Ali
Tata Letak: Ramdhani Nur
Penerbit: Semai Kata
Diterbitkan melalui nulisbuku.com

Blurb

“Bukankah kita sudah sering lakukan dalam latihan? Jika salah satu striker dikerubuti pemain lawan, umpan ke striker lain! Jangan memaksa main sendiri! Tak akan terjadi gol kalau begitu caranya. Apa sih, yang membuat kalian tidak kompak?”

Kedua pemain itu menunduk.

“Arifin, Bakri … ayo jawab!”

Kalau Tumpul Mana Bisa Robek – Rhamdani Nur

——-

“Itu SBY. Katanya Dedek kalau sudah besar mau jadi dia,” desak saya.

“Nggak jadi,” katanya cemberut lalu melanjutkan bermain.

“Dedek mau jadi Presiden aja, kalau gitu.”

Mau Jadi Apa, Terserah Deh! – AK Basuki

——–

“Berarti kita orang miskin juga, Mah?”

“Nggak dong! Kita punya mobil dua buah lho, Nis. Lihat rumah kita ini, bagus kan?”

“Tapi kenapa Mamah kemarin ikut antri beli bebe murah? Untung Mamah nggak ikut terinjak-injak.”

Inilah Cirinya Orang Miskin – Mamar

* * *

Buku ini berisi 100 cerita dalam 100 kata yang dikerjakan dalam waktu 33 hari dengan tema yang telah ditentukan setiap hari di Kompasiana. Sebagian sudah dipost di Kompasiana, sebagian yang lain merupakan tulisan baru karena ternyata ketiga penulis keren ini tidak sanggup memenuhi komitmen untuk konsisten menulis dalam 33 hari.

Keseratus fiksi ini terbagi dalam 11 tema bab, yaitu profesi, keluarga, kisruh, ABG, uang, mesum, Idul Adha, November, mistik, televisi dan internet.

Banyak perasaan yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Antara geli, kaget, miris sampai ke gondok. Hah? Gondok? Iya. Karena cerita-ceritanya bergitu mewakili isu-isu sosial bahkan politik yang ada di negara kita. Nggak ada tuh, cerita lebay tentang malaikat, kriminal, absurditas seperti yang sering saya tulis πŸ˜† Semuanya berawal dari ide simpel yang dilihat dari sekitar kita, bahkan dari media massa, yang lalu menjadi cerita yang simpel, tapi tetap memenuhi kaidah-kaidah FlashFiction, yaitu ending yang ngemplang.

Kita diajak untuk bersama-sama menertawakan kebodohan, menangisi kemalangan, bercanda dalam kegetiran ataupun bersedih dalam kekurangan dengan kumpulan cerita-ceria yang menggedor-gedor nurani, nakal, lucu, mengharukan, menyentak, hingga mengungkap hitam-putih sifat manusia tanpa kesan menggurui.Β  Mengutip sebuah slogan yang sering didengungkan para pencuri celana dalam di jemuran kost putri; ambillah yang baik, tinggalkan yang buruk (karena yang buruk pastilah milik bapak kos). (Pengantar Penulis) Begitulah pesan moral ada di setiap FlashFiction yang ada di dalam buku ini.

Ada beberapa cerita yang saya favoritkan. Hmmm… Banyak sih, mungkin malah semua -___-“. Dan yang paling menggemaskan, kadang malah adanya quote-quote yang cukup nonjok di hampir semua cerita. Hahahahaha πŸ˜† sumpah, kadang saya ngakak secara tiba-tiba. FlashFiction nya kadang hanya biasa, tapi quote-nya itu yang bikin nendang. Misalnya di cerita yang ini.

Ruang Chat Sangat Pribadi
AK Basuki

BUZZ!
Mamar: Woi, yang semalam belum selesai.. nanggung banget gitu..
BUZZ!
Mamar: kok diem? Lagi sibuk ngapain sih?
Mamar: Webcam-nya diaktifin ya.. gantian kamu yang sekarang buka-bukaan.. hayo, janji harus ditepati.. minimal topless..
BUZZ!
Mamar: Hadeuh.. pendiem banget sih? Sengaja bikin aku panas sendiri ya? hahahahaha… awas kamu ya! aku doain kualat.. sumpah, celanaku udah sempit nih..
BUZZ!
BUZZ!
Mamar: halo halo halo.. di situΒ  ga sih?
BUZZ!
Dhaniati: Maaf, Mas. Istri saya sudah tidur. Besok deh saya sampaikan. Kebetulan saya lagi pake komputernya, ternyata dia lupa sign out jadi otomatis chat-nya terbuka.
(Mamar sudah sign out. 27/1/2012/11:45pm)

Cigugur, 28 Januari 2012
Mohon pastikan dahulu kelengkapan pakaian istri Anda saat ber-chatting.

#ngok!

πŸ˜† sumpah saya ngakak. Hahahaha…

Sesimpel itu juga cerita-cerita yang lain. It’s just amazing! Belum lagi kenakalan para penulisnya yang memakai nama penulis lain sebagai tokoh dalam ceritanya. Saya catat, bahwa AK Basuki sering sekali memakai nama Mamar dan Dhani sebagai tokohnya. Dan tokoh-tokoh ini bukannya tokoh yang biasa, malah yang merupakan tokoh absurd πŸ˜†

Ada banyak “kenakalan” dan “keisengan” untuk dinikmati dalam buku ini.

Empat dari lima bintang ^_^

Advertisements

7 Comments Add yours

  1. Lidya says:

    keisengan & kenakalan bisa juga jadi bahan cerita ya mbak

    Like

    1. @RedCarra says:

      selalu bisa mak πŸ˜‰

      Like

  2. fatwaningrum says:

    wowwww, mo beli aaaah *narinarisendiri *eh πŸ˜€

    Like

  3. Orin says:

    Huwoohh…minjem donk mbakyuuuuu *kemudiandikemplang*

    Like

    1. @RedCarra says:

      ya sini, ambil sendiri :mrgreen:

      Like

  4. indah nuria says:

    kayaknya seruuuu…banyak cerita ‘jail’ ya maaaak :D….mari berburuuuu buku kalau begituuu…thanks for the review…

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s