Ja(t)uh di Hatimu – Untuk Cinta yang Ingin Memiliki

Penulis: Arif Wardani, Isna Imroatuz Zakiyati dkk
Desain Sampul: Apung Donggala
Tata Letak: Husni Kamal
Penerbit: Matahari

Blurb

Tuhan, izinkan aku mencintainya
walau hanya sekejap,
Tuhan, aku mencintainya,
begitu ingin berada di sisinya.
Tuhan… biarlah hasrat cinta ini mengalir meski ku tak tahu di mana muaranya.

Cinta itu bisa datang dan pergi kapan saja, luka juga bisa hadir, singgah dan sembuh dalam waktu yang singkat atau justru tertanam semakin dalam. Percayalah, cinta akan kembali pada waktunya, jatuh tepat di hatinya, karena takdir telah memilih jalannya sendiri.

* * *

Buku ini merupakan kompilasi dari karya-karya yang dikumpulkan melalui sebuah proyek nulis oleh sebuah blog menulis. Waktu itu kita diminta untuk menuliskan cerita pendek yang bertemakan cinta jarak jauh, dari mulai perkenalan hingga solusinya. Katanya, lokalitas cerita menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian.

Dari situ maka terkumpullah 12 cerita pendek yang kesemuanya bercerita tentang cinta. Cinta yang sakit, cinta yang melenakan dan cinta yang mengharu biru. Setting cerita pun beragam, mulai dari daratan Cina, hingga ke puncak Gunung Rinjani. Tampak masing-masing penulis berusaha mengeksplor setting tempat cerita dengan sebaik-baiknya.

Beberapa cerita yang cukup menarik perhatian adalah “Terjatuh di Sebuah Hati”, “Dua Cangkir Kopi dalam Satu Meja Ujung” dan “Memahat Janji di Rinjani”. Dua yang terakhir, dari pemilihan judul pun sudah cukup berbeda dan menarik. Sedangkan yang pertama, saya cukup tertarik dengan settingnya yang di daratan Cina.

Selebihnya, saya kira, beberapa cerita mempunyai kekurangan yang sama, misalnya konflik yang tergali kurang dalam, emosi yang terlalu datar dan karakter tokoh yang tak tergambar dengan baik.

Saya ga tau musti komen apa. πŸ˜†

Kalo dibilang gado-gado, memang cerita di dalamnya menyajikan berbagai macam rasa dari sebuah long distance relationship. Dari yang pedih, penuh harap hingga yang akhirnya bisa bahagia baik bersatu atau tidak.

Iya. Iya. Saya tahu. Jangan bandingkan dengan Gadis Pakarena ataupun Madre. Itu namanya mbanting. πŸ˜† Tapi yah setidaknya, seharusnya ada yang ditawarkan lebih dari cerita-cerita di dalam buku ini. Banyak orang yang ingin membaca kisah-kisah long distance relationship, kebanyakan karena mengalaminya sendiri dan ingin semacam “mendapatkan teman senasib”. Seharusnya buku ini bisa menjadi semacam referensi buat mereka. Don’t you think?

Sayangnya lagi, si penyelenggara bilang, bahwa kontributor akan mendapatkan satu buku bukti terbit gratis. Tapi, sampai sekarang, tak ada satu buku pun yang sampai di rumah. Sudah berapa bulan berlalu. Malah saya udah beli di togamas. Maksud saya, kalau memang tak bisa mengirim, ya sudah ngga usah janji gitu.

Padahal, ini diselenggarakan oleh sebuah akun yang cukup banyak followernya di Twitter lho. Ga takut kalo diblacklist? πŸ™‚

Harapan saya, semoga lebih baik lagi ke depan.

Dua dari lima bintang.

Advertisements

10 Comments Add yours

  1. isnuansa says:

    Semoga setelah baca tulisan ini, penyelenggara ngirimin buku sesuai janjinya, hehehe.. Lupa, atau sengaja, ya? πŸ™‚

    Like

  2. Loepans T.C says:

    mantap reviewnya .
    salam kenal . . .

    Like

  3. Artie says:

    hihi janji tinggal janji ya…
    sama saja memberi harapan palsu..
    begitu mudahnya orang mengumbar janji dan begitu ringan untuk tidak menepatinya.. πŸ™‚

    Like

    1. @RedCarra says:

      ah. ga papa juga sih πŸ™‚
      Terima kasih sudah mampir ya
      Jangan lupa beli bukunya πŸ˜€

      Like

  4. Turut prihatin.

    Semoga kejadian seperti ini gak akan ada lagi kedepannya.
    Poin positifnya, seenggaknya karya lo udah diterbit dan pasti dibaca sama yang lain. Mudah-mudahan itu cukup untuk menyenangkan hati para penulis.

    Salam kenal

    Like

    1. @RedCarra says:

      Iya. Saya udah seneng, tulisan saya ikut masuk πŸ™‚
      Terima kasih ya…
      Salam kenal kembali.

      Like

  5. udah coba ditanyain ke penyelenggaranya mbak?
    siapa tau kelupaan, eh atau sengaja dilupain ya?

    Like

    1. @RedCarra says:

      belum. engga, dit.
      Gak papa sih πŸ˜†
      Udah seneng, tulisanku masuk πŸ™‚
      Makasih ya…

      Like

  6. Lidya says:

    semoga kontributor segala menunaikan janjinya ya mbak

    Like

    1. @RedCarra says:

      makasih sudah mampir πŸ™‚

      Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s