Seribu Kerinduan – Menunggu Cinta yang Akan Kembali

Judul: Seribu Kerinduan – Di Sini Aku Duduk dan Menunggu
Penulis: Herlina P Dewi
Editor: Paul Agus Hariyanto
Proof Reader: Tikah Kumala
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Deeje
Jumlah Halaman: 247
Penerbit: Stiletto Books

Blurb

“Sudah, jangan lagi kamu menghakimiku. Jangan lagi kau memperolokku. Percuma saja. Aku sudah tak bisa merasakan apa-apa lagi, kecuali rasa kebas ini. Dan sekarang, biarlah kehidupan memilihkan jalan untukku. Menjadi pelacur.”

Renata, seorang fashion editor dengan karier cemerlang di kantornya, harus pasrah pada keadaan. Setelah berpisah dengan Panji, lelaki yang sudah dipacari selama empat tahun karena perjodohan biadab itu, dia pergi ke semua tempat yang pernah mereka singgahi untuk menelusuri jejak-jejak kebersamaan. Hidup menjadi sangat membosankan baginya, karena hari-harinya kini hanya dihabiskan untuk mengenang Panji. Dia pun lantas memilih menjadi pelacur, karena dengan profesi barunya itu, dia kembali merasa dicintai, dihargai, dibutuhkan dan disanjung.

Namun, ia sadar, menjadi pelacur hanyalah sebuah persinggahan sebelum dia benar-benar melanjutkan hidup sesuai dengan keinginannya. Lantas, kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin dijalaninya? Tanpa Panji? Bisakah?

***

Udah pengen beli buku ini sejak pertama diluncurkan, dan baru ter-realisasi akhir tahun kemarin karena ada diskon #ngik. Hahahaha… Pengen beli karena terus terang pengen baca tulisan seorang editor yang (waktu itu) baru saja saya kenal 😀

Dan, harus saya akui, saya membaca buku ini cukup cepat. 3 hari doang. Iya, itu termasuk cepet banget kalo buat ukuran saya, apalagi ini novel, bukan kumpulan cerpen. Lucu juga bahwa saya menemukan diri saya sendiri membawa-bawa buku ini ke mana-mana dan membacanya di mana-mana. Bahkan sempat saya membacanya juga pas traffic light merah. Huahahaha… Ga tau deh, semacam penasaran bawaannya. Apalagi kalo diliat di blurbnya kan si tokoh sempat melacur gitu. Saya penasaran pengen tahu prosesnya. Karena saya pikir, orang ga bakalan dengan mudah melacurkan diri, apalagi secara sadar dan atas keinginan sendiri begitu. Jadi, saya merasa HARUS tahu alasannya, dan saya berharap alasannya itu masuk akal. Dalam hati saya udah berjanji, akan membantai si penulis abis-abisan kalo alasan si tokoh melacurkan diri bisa saya debat 😆 huahahaha…

Alur Cerita

Anyway, jalan ceritanya saya suka sih. Alur utamanya alur maju, tapi ada sedikit flashback di sana sini. Berawal ketika Renata, sang tokoh utama, mulai patah hati di bandara ketika Panji, pacar yang udah dipacarinya selama empat tahun, meninggalkannya dan terbang pulang ke Jogja, buat menikah. Yes. Ditinggalin pacar buat nikah. Masalah utamanya memang di situ. Cerita menggelinding terus di seputaran situ. Bagaimana Renata blank, bagaimana dia kemudian terbang juga ke Jogja pas hari Panji menikah, dan bagaimana dia begitu lost karenanya.

Kepergian Renata ke Jogja di hari Panji menikah itu ternyata berdampak sangat buruk untuk karirnya yang cemerlang sebagai fashion editor di majalan A La Mode. Editor in chief nya mencak-mencak karena Renata meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja. Renata berusaha memperbaikinya, namun daftar kesalahannya terlalu panjang, termasuk dia ketiduran di kantor dan merokok di dalam ruangan. Ya ya ya, meski galau tudemaks, kamu ga semestinya tidur di jam kerja, Ren… ckckckckck. Atasannya sudah berusaha membelanya di hadapan perusahaan, tapi ya begitulah. Dia harus kehilangan pekerjaannya.

Cerita lantas bergulir di keterpurukan Renata. Hingga akhirnya dia mabuk di sebuah kelab, dan bertemu Dion. Dari sinilah kemudian dia berproses menjadi seorang pelacur kelas atas. Hohoho… saya akui, prosesnya cukup smooth. 😀 Meski tetap saja saya merasa ga seharusnya Renata melacurkan diri seperti itu. I mean, masa sih ga ada satu perusahaan pun yang mau menerima dia? Dia punya semua bekal yang diperlukan loh… Kalo saya jadi dia, mungkin yang perlu saya lakukan memang lantas pergi dari Jakarta ke kota lain. Lalu memulai lagi dari awal. Tapi yaaaaahhhhh, ga jadi novel Seribu Kerinduan dong ya kalo kayak gitu… Lagian, namanya juga putus cinta. Tiap-tiap orang juga berbeda pasti proses move on-nya. Renata harus melalui tahap melacur untuk move on.

Trus gimana lanjutannya? Baca aja ndiri. :mrgreen:

Nah, saya udah sebutin di awal tadi, bahwa novel ini saya selesaikan dengan cukup cepat. 3 hari saja. Dan ini berarti bahwa buku ini sedikit dari novel yang bisa saya baca secepat itu. Biasanya saya menyelesaikan rata-rata seminggu untuk novel. Kalau kumpulan cerpen, biasanya lebih cepat. Iya, saya nggak terlalu banyak baca novel akhir-akhir ini. Sepertinya memang saya lagi suka baca kumcer 😀

Yang ga mainstream juga dalam buku ini, adalah tidak ada bab. Yes, ga pake bab. Tapi ada sub judul. Masalah selera, saya sih suka yang dipisahkan ya antara sub judul satu dengan yang lain. Seribu Kerinduan ini menerus aja gitu. Langsung. Hmmm, jadi agak ngos-ngosan. Tapi yah, itu selera saya.

Characters

Beberapa tokoh penting dalam buku ini:

1. Renata Kumala, perempuan, Sunda berasal dari Bandung, cerdas dan energik, seorang fashion editor sebuah majalah terkenal di Jakarta, yang harus kehilangan segalanya seiring ditinggalkan oleh cinta. Perubahan total terjadi pada dirinya, semenjak hari Panji menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya.

2. Panji Asmarabangun, lelaki keturunan Jawa, berasal dari Jogja, anak orang tajir, lulusan universitas di Jepang dan kemdian bekerja sebagai staf IT perusahaan terkenal di Jakarta sebelum akhirnya pulang dan harus mengurusi bisnis barang kerajinan dari kayu jati milik keluarganya, yang bahkan sudah punya representative office di Perancis dan Belanda.. HWOW! Catatan tambahan: sejauh saya tahu, berdasarkan pengalaman selama ini, rada jarang perusahaan exim kerajinan dan furniture Indonesia yang bisa punya representative office di luar negeri, kecuali PMA. 😀

3. Dion, “mucikari” Renata yang sekali-sekali juga menikmati waktu berduaan dengan Renata. Seorang marketing manager perusahaan pengembang apartemen yang cukup elit. Dari Dion-lah Renata mengenal dunia prostitusi, dia menemani tamu-tamu yang kemudian menjadi pelanggannya. Sebenarnya Dion juga tak suka dengan pilihan Renata menjadi seorang pelacur, namun dia memahami dan memakluminya. Dan berkali-kali juga dia mengingatkan Renata untuk pensiun dini.

4. Ayu, perempuan, Jawa. Dialah perempuan pilihan orang tua Panji untuk menikah dengan Panji. Lulusan S2 Monash University. Cantik, anak rekan bisnis ayah Panji. Sama dengan Panji, Ayu juga ga bisa move on dari mantan kekasihnya semasa kuliah di Australia. Dan akhirnya berselingkuh dengan mantan pacarnya itu.

5. Laksmi dan … siapa ya nama Ayah Panji, kok lupa 😆 , kedua orang tua Panji. Si Ibu Laksmi nih yang sebenernya ngotot ga setuju Panji menikah dengan Renata, dan akhirnya menjodohkan Panji dengan Ayu. Pada akhirnya dia meminta maaf pada Panji karena pilihannya yang salah, dan sudah membuat Panji dan Renata menderita.

6. Erika dan Diana, para sahabat Renata. Yang selalu siap berbagi dan saling bantu kapan pun dalam hal apapun. Bahkan mereka mencaci maki Panji ketika Panji kembali mencari Renata setelah berpisah dari Ayu.

Quotes

“…sometimes we need to stop blaming the past and start creating the future. Kalau kita terus-terusan menyalahkan masa lalu, kita justru akan terus hidup bersamanya, dan semakin sulit membebaskan diri…” (hal. 175)

“… kemudian ketika aku berada di ujung pagi dan telah bosan mengisahkan semuanya, aku bisa segera tidur lelap dan terbangun dengan mimpi-mimpi baru. Semoga semua malam yang kulewati cepat tergantikan cahaya matahari yang mengeringkan semua embun malam ini, agar kekasihku tak pernah tahu bahwa suatu malam aku telah lelah menunggunya.” (hal. 183)

“Aku ingin melupakan semua kesunyian malam ini, itulah sebabnya aku menulis, agar aku bisa mengubah senyap menjadi rindu, gelap menjadi kenangan, dan beku menjadi cinta.” (hal.9)

Senang akhirnya saya menemukan kembali keasyikan membaca sebuah novel 😀 Saya ga bisa percaya bahwa ini merupakan novel pertama si penulis. Tapi kalau dilihat pengalamannya sebagai editor, ya mungkin wajar sajalah ya 😆

Ditunggu karya selanjutnya, Mbak Penulis 😀

Tiga setengah dari lima bintang.

Advertisements

One Comment Add yours

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s