Reuni Terindah – Nostalgia yang Tanggung

Reuni Terindah

Judul: Reuni Terindah
Penulis: Ganda Pekasih
Jumlah halaman: 134 halaman + x
Penerbit: Elex Media Komputindo

Blurb

“Reuni”
Kata yang membuatku gugup jika mengingat sosoknya…
Apakah kamu juga merasakan hal yang sama?Waktu, mungkin selalu bergulir,
menggantikan jam monolog menjadi digital dan surat pos menjadi surat elektronik…
Tapi, undangan itu masih sama,
Undangan manis dalam reuni terindah untuk dirimu dan diriku…

Begitu banyak kisah dari bacaan masa lalu yang masih membekas begitu dalam di hati pembaca. Mungkin, salah satu di antaranya ada dalam antologi ini. Untuk itulah kami hadirkan kembali antologi cerita pendek yang pernah dimuat di majalah Anita Cemerlang yang berjaya pada zamannya; sebagai pengobat rindu bagi mereka yang menjadi pelaku, dan sebagai pemuas rasa ingin tahu bagi generasi masa kini yang tak ikut mengalami …

… karena cerita cinta tak pernah lekang termakan waktu.

Review

Buku ini saya dapatkan sebagai hadiah sebuah giveaway seorang sahabat. Apa yang menarik saya pertama kali? Betul, adalah karena saya pernah mengalami masa kejayaan majalah Anita Cemerlang.

Majalah ini dulu happening banget karena majalah ini spesialis cerpen-cerpen remaja yang unyu-unyu, lutju dan menggemaskan. Cicintaan yang penuh bunga-bunga di sana sini, kupu-kupu di perut dan bintang gemintang di langit malam. Tsah.

Maka, dengan berbekal image yang begitulah, saya mulai membalik halaman pertama.

Cerita dimulai dengan kisah cinta segitiga Maria – Baron – Almaide di “Akhir Desember Biru”. Cerita pertama ini saya rasa cukup menarik. Endingnya agak tak tertebak, meski tetap tipikal. Tapi gaya penceritaannya rapi. Okelah.

Bergulir ke cerita kedua. Seberkas Sinar Jingga. Hmmm, masih oke. Meski maksudnya bikin ending terbuka, tapi maaf, tak terlalu indah. Ketika pada akhirnya saya kembali membalik halaman-halaman berikutnya…

Oh well…

Ah, sudahlah.

Saya ga tahu musti bilang apa.

Saya cuma merasa semacam nggantung. Kentang. Ga puas. Blas.

Overall, saya cuma suka cerita pertama. Sudah.

Padahal covernya cukup lucu, dengan kertas yang bertekstur garis-garis seperti kertas-kertas fancy yang suka dikasih parfum itu. Keren lah pokoknya itu cover. Sayang ga diimbangi dengan isi.

Satu setengah dari lima bintang.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Lidya says:

    menggantung bikin gak puas ya mbak kalau baca cerita seperti itu

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s