Tembang Cinta Para Dewi

Judul: Tembang Cinta Para Dewi – Kumpulan Novelet Wayang
Penulis: Naning Pranoto
Tebal: 141 halaman
Penerbit: Balai Pustaka

Kata Pengantar

Tembang Cinta Para Dewi menyingkapkan pertalian cinta asmara secara manis, puitis, dan indah. Cinta agung dan suci yang memerlukan pengorbanan. Persoalan cinta itu diuraikan secara halus dan terselubung, tetapi dapat ditangkap maknanya oleh hati yang mengerti.

Naning Pranoto berhasil mengupas hakekat cinta dan kehidupan bagi pembaca remaja yang sedang berkembang dewasa.

Balai Pustaka dengan bangga menyuguhkan karangan yang sangat bernilai dan bermanfaat ini.

Sinopsis

Buku ini berisi empat cerita wayang, yaitu Luka Hati Dewayani, Dendam Pribadi Seorang Dewi, Ketika Srikandi Jatuh Cinta dan Mengejar Bayang-bayang Merah. Sesuai dengan judul bukunya, semua cerita ini merupakan cerita wayang, penggalan dari Mahabharata.

Luka Hati Dewayani bercerita tentang perjuangan cinta Dewayani, putri Begawan Sukro, seorang resi yang sakti mandraguna yang merupakan penasehat di Kerajaan Wrishaparwa. Kerajaan Wishaparwa merupakan kerajaan raksasa. Meski raja dan semua warganya merupakan raksasa, tapi Begawan Sukro dan Dewayani merupakan manusia biasa. Bahkan Dewayani ini cantik sekali, menurut ceritanya. Sayang dia tak bahagia. Dia merasa terkungkung di dalam istana, tak bisa melihat ke dunia luar. Padahal di luar sana, pasti banyak hal menarik yang dipelajari. Iya, Dewayani merupakan putri yang cerdas yang selalu ingin tahu dan ingin belajar apa saja. Termasuk belajar mencintai. Akhirnya datang seorang ksatria bernama Kacha yang ingin menjadi murid Begawan Sukro. Dewayani lantas jatuh cinta pada Kacha. Sementara itu, ada Sarsmitha, anak raja Wrishaparwa yang dengki. Dia akhirnya merencanakan untuk membunuh Kacha hanya karena Dewayani mencintai Kacha. Pada puncaknya Sarsmitha mendorong Dewayani ke sungai, yang kemudian mempertemukan Dewayani dengan Yayati, seorang ksatria yang akhirnya menjadi suaminya. Namun Yayati tergoda oleh Sarsmitha, dan keduanya pun dikutuk oleh Begawan Sukro.

Dendam Pribadi Seorang Dewi, bercerita mengenai dendam Dewi Amba terhadap Bisma. Pada awalnya diadakan sayembara di Kerajaan Giantipura, yang memperebutkan tiga putri kerajaan yaitu Dewi Amba, Dewi Ambika dan Dewi Ambiki. Sayembara ini sebenarnya untuk melepaskan diri dari gangguan raksasa bernama Wahmuka dan Harimuka. Singkat cerita, sayembara ini dimenangkan oleh Bisma yang kemudian berhak membawa ketiga dewi itu pulang. Padahal Bisma sendiri sudah bersumpah untuk tidak menikah seumur hidup. Ternyata ketiga putri akan diberikan kepada adiknya, yaitu Raden Citragada dan Raden Wicitrawirya. Namun Dewi Amba mencintai Prabu Citramuka. Maka Bisma merelakan Dewi Amba untuk pergi menemui Prabu Citramuka. Setibanya di hadapan Prabu Citramuka, ternyata sang prabu menolak Dewi Amba dengan alasan Dewi Amba sudah dimenangkan oleh Bisma *sebelumnya Prabu Citramuka sudah 2x bertanding memperebutkan tiga dewi, yang terakhir dia menantang Bisma yang kemudian dimenangkan oleh Bisma*. Dua kali Dewi Amba bolak balik dari hadapan Bisma ke hadapan Prabu Citramuka. Namun tetap ditolak. Pada akhirnya Dewi Amba pun marah dan bersumpah akan membunuh Bisma yang sudah membuatnya dibuang oleh Prabu Citramuka.

Ketika Srikandi Jatuh Cinta, bercerita *tentu saja* ketika Srikandi jatuh cinta pada Arjuna. Kehadirannya di pesta pernikahan Arjuna dan Dewi Subadra ternyata menumbuhkan cinta di hati Srikandi. Sampai termehek-mehek. Suatu ketika Srikandi dilamar oleh seorang raja raksasa, Prabu Jungkungmardea. Demi menjaga keutuhan negeri Cempalareja, maka Srikandi mengiyakan lamaran sang prabu. Namun diam-diam dia pergi, dan menemui Arjuna di Madukara. Arjuna pun kemudian mengajari Srikandi memanah. Keberadaan Srikandi di Madukara dirahasiakan oleh Arjuna, namun kemudian Dewi Drupadi yang merupakan kakak Srikandi, mengetahuinya. Drupadi murka dan menuduh Srikandi macam-macam dan mengusirnya. Srikandi pun pulang ke Cempalareja, siap untuk berperang. Benar saja, ketika dia akhirnya menolak menjadi istri Raja Jungkungmardea, maka Cempalareja pun diserbu. Namun Srikandi, dan juga Arjuna, berhasil mengusir musuh. Di sinilah kemudian Arjuna melamar Srikandi.

Mengejar Bayang-bayang Merah, bercerita tentang gandrung-nya Kartowiyoga, putra Prabu Kurundageni, terhadap Dewi Erawati, putri sulung Prabu Salya, raja Negeri Mandaraka. Saking begitu termehek-mehek, Kartowiyoga pun nekat menculik Dewi Erawati dan kemudian “disimpan” di kaputran. Maka gegerlah jagad pewayangan! *halah* Sampai-sampai Arjuna pun turun tangan membantu pencarian. Kemudian melalui sebuah peristiwa, Arjuna pun bertemu dengan Wasi Jaladara yang lalu ingin membantu pencarian Dewi Erawati. Singkat cerita, Dewi Erawati bisa ditemukan di Tirtakandasan. Kartowiyoga mati, begitu pun Prabu Kurundageni. Dewi Erawati pun akhirnya menikah dengan Wasi Jaladara.

Review

Oke. Jadi waktu itu saya diminta untuk memilih 2 buku dari katalog online punya Staline Books sama ceu @indtari. Dalam rangka apa, entahlah. Dia ga mau jawab -___-” Akhirnya saya memilih buku ini, dan buku satu lagi yang juga kumpulan cerpen.

Kenapa saya memilih buku ini? Sudah jelas. Karena ini merupakan kumpulan novelet, udah gitu cerita wayang pula. Ada banyak rasa penasaran saya akan cerita wayang. Terutama cerita cinta Bisma – Amba.

Membaca buku ini, bener-bener seperti membaca buku teks klasik lama Angkatan Pujangga Baru. Padahal buku ini cetakan tahun 1993 πŸ˜† Mungkin memang begitu ya, penerbitnya aja juga penerbit karya sastra klasik begitu. Cerita-ceritanya bagus sebenernya, pesan-pesannya apik, daya visualnya nangkep. Tapi, sungguh, saya menemukan kesulitan menikmati tata bahasanya πŸ˜† Duh, emang musti hiperbola begitu ya, cara tuturnya? Saya, suatu hari nanti, pengen deh menuliskannya kembali. Semoga kesampaian deh.

Yang saya agak shock bacanya, tentu saja, cerita Bisma – Amba. Saya selama ini memang belum pernah tahu cerita aslinya yang lengkap. Sepenggal sana, sepenggal sini doang, yang kemudian membawa saya menyimpulkan, bahwa Amba cinta sekali pada Bisma. Dan kemudian ditolak oleh Bisma karena Bisma sudah bersumpah selibat, tak menikah seumur hidup. Amba kemudian dendam, dan membakar diri. Di kemudian hari, Amba ini menitis ke Srikandi yang kemudian membunuh Bisma di padang Kurusetra dalam Perang Baratayudha.

Ah, tapi konon katanya, ada banyak versi Mahabharata. Mungkin ini satu versi saja. Asli, saya masih bingung. But still, saya menggumam, “Ooo jadi begitu ceritanya.” πŸ˜€

But then, yes I really adore Mahabharata. Ada banyak misteri tersembunyi di dalamnya. Ada banyak intrik, ada banyak konflik. Bener-bener deh, bikin saya mikir. Itu gimana ya outline-nya pas ditulis. πŸ˜† hahahahhahaa… (((outline))).

Anyway, bener deh, semoga saya bisa sempat menuliskannya kembali. Saya pengen bikin catatan tentang cerita-cerita wayang. Siapa tahu bisa saya dekon, dan jadi cerita baru πŸ˜€

Empat dari lima bintang untuk buku ini.

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. rina susanti says:

    saya baca amba bisma versi laksmi pamuntjak mba πŸ™‚

    Like

    1. @RedCarra says:

      udah direview belom Mak? Mau baca πŸ˜€

      Like

  2. Lidya says:

    bagus banget ya kalau dikasih 4 bintang nih

    Like

    1. @RedCarra says:

      Bintang hanya untuk mewakili selera aja Mak πŸ™‚ Jangan diartikan ke bagus atau tidaknya sebuah karya…

      Like

  3. Mbak knp gak ceritanya dewi subadra sih .karna aq gak ska sri kandi .klo subadra kan sifatnya lembut,setia,gak pemarah dan pling pntng dia adl adk krishna penjelmaan dewa wisnu lho

    Like

    1. @RedCarra says:

      Anu … ya, saya bacanya yang buku ini jeh. *bingung*

      Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s