Love Never Fails Buku 1 Kolaborasi

Judul: Love Never Fails Collaboration Buku 1
Penulis: Dista Dee & Hilda Bika, Riga Sanjaya & Carolina Ratri, Feti Habsari & Lihn dkk
Tebal: 200 halaman
Penerbit: Nulisbuku.com

“Ke mana pun kamu pergi, sejauh apa pun itu, di rumah inilah kamu akan kembali. Sampai saat itu tiba, aku akan menunggu kamu di sini. Bersama dua malaikat kecil kita. Kami akan menyambutmu dengan suka cita, dengan senyum bahagia, dan kami akan membuka lebar-lebar tangan kami untuk memberimu pelukan hangat.”

Begitulah opening line dari cerpen “Pulang” yang ditulis oleh Desvian Wulan dan Wita Purwati. Cerpen ini merupakan cerpen juara pertama kategori kolaborasi “Love Never Fails”, sebuah proyek menulis yang diadakan oleh nulisbuku.com yang diadakan Februari 2014 lalu.

Selain cerpen “Pulang” ini, ada “Lilin-lilin Sriyati” karya Berthold Sinaulan & S. Nuke Ernawati yang menjadi juara kedua, dan “Merintas Tahang Dua Hati” karya Sulung Lahitani Mardinata & Putri Widi Saraswati di urutan ketiga.

Ada 17 cerpen terkumpul dalam buku 1 Kolaborasi Terbaik ini, yaitu:

  1. A ManΓ­s Ego | Dista Dee & Hilda Bika
  2. Bulan, Bintang dan Matahari | Riga Sanjaya & Carolina Ratri
  3. Chocova(n)iLove | Feti Habsari & Lihn
  4. Dalam Rasa yang Bereinkarnasi | Leo RahadianΒ  & Sepri Ayu Flow
  5. Ketika Martalina Tak Ada | Sriwulan Wahyu Pertiwi & Delvi Yandra
  6. Lara | Hedia Rizki & Rudi Wahyudi
  7. Lilin-lilin Sriyati | Berthold Sinaulan & S. Nuke Ernawati
  8. Menjemput Impian | Indah Lestari & Vanda Kemala Sari
  9. Merintas Tahang Dua Hati | Sulung Lahitani Mardinata & Putri Widi Saraswati
  10. Patbingsu : Setangkup Rasa Manis & Segar | Yurie Zhafiera & Al Gumaisha
  11. Pulang | Desvian Wulan & Wita Purwati
  12. Sang Psikopat Waktu | Andhika Budi Pratama & Agina Astri Susanti
  13. Setangkup Debu Pada Hujan | Alifa Alya Zalfa & Tiara Nabilah Azalia
  14. Setitik Nila | Cherry Ashlyn & KY
  15. The Power of Love | Dwi Sartikasari & Dahlia I. S.
  16. Trust | Nuzula Fildzah & Dy
  17. Untitled | Rido Arbain & Ratna Rara

Adalah masalah selera ketika akhirnya saya mendapati bahwa cerpen yang menurut saya menarik malah ga juara dalam buku ini πŸ˜€ Seandainya saya yang menjadi juri, bisa jadi saya akan memilih Merintas Tahang Dua Hati di peringkat pertama, Setitik Nila di urutan kedua dan Lara di urutan ketiga :mrgreen: Kenapa? Karena ketiganya menurut saya bener-bener mewakili “Love Never Fails”, tentunya versi saya.

Merintas Tahang Dua Hati, tentu saja berkekuatan pada plot yang cukup kuat, pemilihan diksi yang akurat dan gaya nulis yang khas dari kedua penulisnya. πŸ˜† Maaf, tapi mungkin ini memang sedikit subjektif. Saya kenal kedua penulis Merintas Tahang Dua Hati, saya mengenal dua gaya nulisnya. Dan adalah agak menakjubkan, mereka bisa menyatukan dua gaya yang lalu bisa melebur menjadi satu namun masih sama-sama kuat tapi tak terkesan mendominasi.

Setitik Nila, punya kekuatan juga di plotnya. Berbeda dengan Merintas Tahang Dua Hati, Setitik Nila mempunyai plot maju mundur. Bisa saja membingungkan, tapi ternyata enggak. Manis. Dan ide cerita mengenai malam pertama memang membuatnya berbeda dibandingkan cerpen-cerpen yang lain. Ketika akhirnya saya sampai di ending, saya cuma bisa cengar cengir sambil bergumam, “Etdah.” Hihihi… Keren. Keberaniannya cukup keren, cara berceritanya juga sedikit vulgar tapi ga seronok. Lucu pokoknya. Dan saya suka.

Lara. Cerpen ketiga pilihan saya. Openingnya saja saya sudah suka.

Bagaimana jika sebenarnya Lara tidak pernah mencintai Bagas? Bagaimana jika sebenarnya ia mencintai pria lain yang bahkan tidak pernah Tuhan ciptakan?

Well, ini salah satu contoh opening line yang membuat pembaca penasaran, don’t you think? Mencintai pria lain yang bahkan tidak pernah Tuhan ciptakan? Hmmmm… siapa dan bagaimana? Meski plotnya tidak serapi Merintas Tahang Dua Hati dan Setitik Nila, tapi Lara cukup ciamik dikemas. Seandainya saja bisa lebih rapi.

Ada satu lagi yang sebenernya juga sangat menarik, yaitu Untitled. Pertama, karena saya benar-benar ga merasakan korelasi antara judul dan isi cerpen πŸ˜† Untitled. Kayaknya bener-bener judul ini dipilih karena si penulis ga tahu musti dijudulin apa πŸ˜† *meski saya tahu cerita behind the scene, bahwa memang benar kedua penulis meributkan judul di injury time deadline pengumpulan naskah di Twitter* πŸ˜† Tapi setelah cerpen selesai dibaca, ternyata isi ceritanya manissss banget ^_^ Manis legit dengan sedikit joke di sana sini, yang bikin saya ngikik perlahan.

Ah, tapi ya, siapalah saya, gegayaan milih cerpen favorit. Hahahaha πŸ˜† …

Anyway, dibandingkan dengan buku proyek menulis tahun lalu, buku ini lebih bagus editingnya. Padahal memang setelah dikumpulkan, tak ada lagi editing. Berarti para penulis memang sudah lebih jeli dalam self editing. Saya menemukan typo dan kata tak baku di beberapa tempat, namun tak terlalu mengganggu. Tapi kalau desain cover, kok saya merasa terlalu gelap ya. Semacam ga cucok dengan isinya yang bertemakan cinta.

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan dalam postingan yang ini, semua berawal dari proyek menulis yang diadakan oleh nulisbuku.com bekerja sama dengan Mycardous.com – On Demand – Gift Store bertema “Love Never Fails”. Cinta yang tak pernah gagal. Proyek menulis ini merupakan proyek menulis yang kedua yang saya ikuti. Saya pernah cerita ikutan yang pertama yang mana merupakan kali pertama saya ikutan Proyek Menulis ever. πŸ˜† Lihatlah betapa noraknya saya di sana πŸ˜†

Oh well…

Tahun lalu saya cuma ikutan kategori perorangan, dan berhasil masuk ke buku #12. Tahun ini, saya mencoba ikut 2 kategori, yaitu perseorangan dan kolaborasi. Yang perseorangan ga lolos. Yang kolaborasi, berhasil masuk di buku 1 yang merupakan kumpulan karya terbaik *ehem*. Jadi, saya mengalami kemajuan apa malah kemunduran? πŸ˜† Entahlah. Yang penting saya udah nulis, dan itu means everything πŸ˜€

Well, daftar lengkap 200 cerpen yang berhasil masuk di antara sekitar 1100 naskah terkirim bisa dilihat di sini.

Jangan tanyakan berapa royalti yang kita terima. Sudah antologi, masih kolaborasi pula. Hehehehe… Tak ada royalti. Saya ikutan proyek menulis ini semata-mata karena memang pengin menaklukkan tantangan. It’s all fun berkolaborasi dengan teman begini. Adalah menyenangkan sebuku dengan teman-teman sesama penggemar FlashFiction di buku ini. Entah kebetulan apa enggak, lucu aja gitu segerombolan bisa sebuku gitu. Hihihihi…

Anyway…

Kalau pengen pesan buku ini, sepertinya langsung email saja ke admin@nulisbuku.com, sebutkan judul, jumlah pesanan, nama, alamat dan nomor handphone. Tunggu email balasan dari tim nulisbuku yang berisi total yang harus ditransfer, dan selanjutnya tinggal diikuti saja.

Tiga dari lima bintang.

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. rahmi says:

    mncinta pria lain yg bhkan tidak tuhan ciptakan? hmm apa mungkin imajinasi yg mnciptakannya ya?

    Like

  2. Aku cari Love Never Fails di nulisbuku.com ga nongol. keknya itu cuma bisa dibeli pas PO abis pengumumannya aja deh. Hiks, aku kan pengeeeeen. πŸ˜₯

    Like

  3. ridoarbain says:

    Yang nulis cerpen “Untitled” pasti orangnya imut dan menggemaskan, deh.

    Like

  4. zula says:

    Wah, salam kenal πŸ˜€ Aku sendiri belum review buku ini. Iya tidak ada royalti hanya pemenang di buku ini mendapatkan buku gratis πŸ™‚ Kangen lomba-lomba begini lagi..

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s