Gerimis di Arc de Triomphe – Kuliner dalam Kata

Penulis: Nunik Utami
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang Sampul: Natalia Afnita
Ilustrasi Sampul & Isi: Natalia Afnita & Belinda C.H.Pemeriksa Aksara: Intari Dyah P. & Intan
Penata Aksara: Gabriel
Tebal: viii + 248 halaman
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)

Blurb

Ini seperti mimpi! Paris dan kuliner!

Setelah semua usaha yang kulakukan, akhirnya aku berhasil mendarat di Paris. Le Culinaire, sekolah kuliner impianku. Semua calon chef ternama pasti ingin ke sana. Aku nggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, bagian dari perjalanan menuju impianku.

Ada misi lain yang juga harus terwujud. Kamu.
Selama ini, kamulah motivasiku menyusul ke kota indah ini. Ungkapan cinta romantis di bawah naungan Eiffel, restoran-restoran cantik yang akan kita datangi, semua angan itu terus berputar di kepalaku.

Paris, mimpi dan kamu, semoga semesta mendukung kita…

Alur Cerita

Bunga. Seorang perempuan akhir belasan tahun, baru saja lulus dari SMA dan kemudian berhasil mewujudkan mimpinya untuk bersekolah di Prancis. Le Culinaire, sekolah kuliner terkenal di Prancis, menjadi tujuannya melanjutkan studi untuk meraih cita-cita menjadi chef terkenal dan kemudian membuka usaha toko roti ternama di Indonesia.

Tapi sebenarnya ada modus yang lain, yaitu Darel. Gebetannya yang juga menjadi asisten chef di Le Culinaire. Cowok ganteng yang pinter masak, is always sexy hm? πŸ˜› Sayangnya, Darel ini punya karakter yang enggak banget. Gede kepala, merasa paling pinter, merasa paling oke, pokoknya keplak-able banget deh! *sebel*

Pada akhirnya Bunga mendapatkan yang ia mau kok. Mimpinya, dan juga pacar. Ciyehhhh… Siapa yang berhasil memikat Bunga? Baca sendiri deh ya πŸ˜€

Review

Okaii. So, it’s my review.

Ini adalah novel teenlit. Tapi untunglah ga terlalu alay kayak teens pada umumnya πŸ˜† Setidaknya Bunga ini sebenernya nggak rewel, nggak manja, nggak aneh-aneh lah pokoknya. Karakter khas remaja yang melekat padanya paling banter adalah kebawelannya. Kemampuannya merentet kalimat setarikan napas sudah menjadi legenda di antara teman-temannya. Dan kemudian, khas karakter remaja yang lain yang juga nampak, adalah pengejarannya akan gebetan.

Anyway, alur cerita yang digunakan adalah alur maju. Nggak terlalu rumit. Bermula dari kedatangan Bunga di Prancis, yang kemudian dia numpang di apartemen sahabatnya, Odetta. Lalu usaha-usahanya untuk ngegebet Darel yang kemudian ternyata berakhir cukup nyesek. Dan kemudian usahanya untuk melupakan Darel dan fokus ke kuliah. Hingga dia ketemu seseorang. Yes, cowok lain yang lebih oke ketimbang Darel. Pascal.

Lempeng.

However, saya malah kehilangan greget ketika Darel sudah tak lagi muncul dalam cerita. πŸ˜† Ceritanya menjadi datar. Menjadi makin lempeng, dan tanpa kejutan. Tanpa emosi. Iya sih, Bunga lantas jatuh cinta lagi. Tapi kok rasanya, kadar jatuh cintanya ga terlalu greget macam masih ngejar Darel ya? πŸ˜† I dunno. Pokoknya saya jadi kehilangan gairah buat nerusin baca.Mungkin akan beda kalau Darel juga tetep sesekali muncul di jelang akhir. Ngapain kek, sekadar lewat nyebelin apa gimana gitu 😈 Pokoknya bikin pembaca makin sebel, gitu…

Si Pascal ini juga digambarkan sebagai cowok yang cool dan pelit bicara. Tapi hummmm, entahlah. Dia ini kan cowok Prancis tulen. Tapi saya nggak menangkap karakter ke-Prancis-annya. Kalau Bunga lagi ngobrol sama dia, kayak lagi ngobrol sama orang Tanah Abang gitu. πŸ˜† Nggak keliatan sama sekali karakter Prancisnya. Cara Bunga memanggilnya juga kok kayak manggil anak kos sebelah. Cal cal cal cal. Misalnya, “Memang kenapa, Cal?”

Entahlah. Semacam aneh sih buat saya. 😐

Suasana dan setting tempat memang di Prancis, tapi dialog dan karakter tokoh sama sekali nggak ada Prancis-Prancisnya.

Oh, yang saya suka di buku novel ini adalah selipan beberapa resep ala Prancis. Jadi buat kamu yang suka masak sekaligus baca fiksi, boleh jadi ini novel cocok buatmu πŸ˜€ Ada juga selipan beberapa pengetahuan tambahan, masih mengenai kuliner Prancis. Seperti misalnya apa sih carbonara, apa sih teknik au bain marie itu, tempat apa sih Laduree itu? Saya suka novel yang ngasih pengetahuan tambahan semacam ini. Jadi baca novel ga melulu dibelai dengan khayalan, tapi kita dapat tambahan pengetahuan. Itu keren sekali!

Layout novel ini juga cantik πŸ™‚ Bikin betah baca sebenernya. Bookmarkernya juga cakep. πŸ™‚ Ga cuma kotak doang, tapi berprofil. Ni dia…

Quotes

Cinta itu tidak tercipta dengan cara yang sederhana. Cinta itu seperti ramuan dengan bahan-bahan pelengkap yang takarannya harus pas. (hal. 84)

Orang yang sering ingkar janji kepadamu itu orang yang tidak benar-benar menghormatimu. (hal. 141)

Nggak ada yang bisa mewujudkan mimpi selain diri kita sendiri. Kita nggak bisa mengandalkan orang lain. Justru kekuatan terbesar untuk meraih cita-cita itu ada pada diri kita sendiri. (hal. 151)

Kalau pemuda yang kamu cintai tdk membalas perasaanmu, berarti dia memang bukan untukmu. Cinta itu seperti tali yang kedua ujungnya sudah dipegang oleh dua orang yang telah ditakdirkan berjodoh. Kedua orang itu akan saling mencari dan pasti bertemu ketika tiba saatnya nanti. (hal. 162)

Sesuatu yang diciptakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati akan tetap dihargai bagaimanapun bentuknya. (hal. 202)

Dua setengah dari lima bintang πŸ™‚

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Lidya says:

    aku kalau beli buku teenlit suka malu2 mbak di toko buku πŸ™‚ tapi seru aku suka bacanya

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s