Winter to Summer – Jarak untuk Cinta

Winter to Summer

Judul: Winter to Summer – 11.369 km untuk Satu Cinta
Penulis: Icha Ayu
Editor: Agnes Chintami
Proofreader: Herlina P Dewi
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Trinity
Penerbit: Stiletto Book
ISBN: 978-602-96026-3-0
Cetakan V – Desember 2013

Blurb

Kirana, mahasiswi penerima beasiswa short course program di Jenewa-Swiss, berharap akan sebuah petualangan di benua yang selalu dia impikan. Ternyata yang ia dapatkan jauh lebih dari sekadar pengalaman akademis saja; persahabatan dengan beberapa mahasiswa dari berbagai negara dan juga cinta yang tidak pernah dia sangka sebelumnya, seolah melengkapi pengalaman barunya tersebut.

Pertemuan dengan Emmanuel, mahasiswa Prancis memberikan warna tersendiri dalam hidupnya. Kebersamaan mereka berdua didasari oleh perbedaan yang tidak pernah diduga akan menjadi sangat sulit saat Kirana harus pulang ke Indonesia, ada 11.369 km jarak, 11.369 perbedaan, namun juga, ada satu cinta yang ia tetap coba untuk diyakini.

Mengapa mencintai dan dicintai bisa menjadi begitu rumit saat orang-orang di sekeliling juga mulai berbicara?

Testimoni:
โ€œNovel ini merefleksikan kegalauan seorang Timur yang menemukan cintanya pada seorang Barat.Cinta memang tidak pernah salah, tapi tidak selalu dapat dimengerti.Sangat menarik!โ€
(Tania Intan, SS., M.Pd โ€“ Ketua Jurusan Sastra Perancis, UNPAD)

“Pertama kali baca novel ini dan selesai pada halaman terakhir, saya yakin kalau novel ini akan mengginspirasi”
(Andrei Budiman – Backpacker, Penulis Buku “Travellous”)

“Romantisme perbedaan kultural dan deskripsi real “Eropa bikin baca buku ini berasa lagi keliling Eropa”
(Ika Nurul Hikmawaty – Mahasiswi UNPAD, Abang None Jakarta 2010)

Alur Cerita

Kirana, perempuan, seorang mahasiswi, dengan alasan, ingin memperluas wawasan dan juga ingin menambah ilmu mengenai kebudayaan asing, maka pergilah dia ke Jenewa Swiss. Dia pergi atas biaya sebuah NGO, dan di Swiss dia akhirnya tinggal bersama sebuah keluarga kecil, yang terdiri atas seorang ayah, ibu dan anak perempuan mereka yang berusia 4 tahun.

Di sela-sela kesibukannya menjadi seorang mahasiswa itulah, Kirana menemukan seorang pria dan akhirnya jatuh cinta. Pria ini berkebangsaan Prancis, dan dia kuliah di 2 jurusan sekaligus. Jurusan yang sama dengan Kirana, dan juga teknik sipil *kalo ga salah inget*.

Akhirnya mereka memang pacaran, dan kemudian konflik terbentuk di sekitar 2 orang yang berkebudayaan berbeda ini. Bagaimana Kirana menyesuaikan diri dengan Manu, dan bagaimana Manu memperkenalkan kebudayaan barat kepada Kirana. Mereka akhirnya ber-backpack keliling Eropa, dan dalam perjalanan banyak sekali cerita yang terjadi.

Hingga tiba saatnya Kirana harus kembali ke Indonesia. Manu berjanji untuk menyusul Kirana suatu saat nanti.

Well, trus gimana?

Baca aja sendiri deh ๐Ÿ˜€

Review

So, here’s my review.

Saya, jujur aja, membeli buku ini saat sale ๐Ÿ˜† dengan diskon lebih dari 25%, saya mendapatkannya dengan harga yang sangat murah. Tapi ga sempet baca. I dunno, saya tak terlalu tergoda untuk segera membacanya. Jadinya dia antri dengan cantik di rak buku ๐Ÿ˜†

Kenapa akhirnya saya baca? Karena banyak sekali yang bilang, novel ini bagus. ๐Ÿ˜€

Dan ternyata… benar!

Hingga berhalaman-halaman berikutnya, saya nggak bisa berenti baca. Novel ini tak melulu cerita tentang cicintaan, meski memang cicintaan itu yang menjadi konflik utama. Saya lebih tertarik mengikuti bagaimana novel ini menambah pengetahuan dan wawasan saya tentang kebudayaan asing, terutama kebudayaan Swiss/Prancis. Nggak hanya dimanjakan oleh deskripsi setting yang sangat detail, tapi novel ini juga mengupas tentang karakter, gaya hidup, hingga pemikiran orang barat. Pandangan hidup mereka tentang pernikahan, pandangan hidup mereka tentang karier, hingga tentang narkoba. Nggak cuma berhenti di Swiss, Kirana bahkan membawa saya berkeliling ke Spanyol, Jerman, dan kemudian Prancis. Berbeda banget dengan novel-novel lokal yang sok-sokan mengambil setting di luar negeri yang deskripsinya didapat dari sekadar hasil riset, novel ini benar-benar bercerita tentang kondisi Prancis, Swiss, Spanyol dan negara-negara Eropa itu. Setting Eropa SAMA SEKALI bukan tempelan dalam novel ini. Kamu benar-benar akan pengin ikut pergi ke Eropa. AMIN! ๐Ÿ˜†

Sungguh, saya SUKA banget dengan novel yang menambah wawasan semacam ini. Nggak cuma memanjakan imajinasi, tapi juga menambah pengetahuan.

Yang agak tak nyaman untuk dibaca adalah pemakaian PoV “saya” instead of “aku”. Saya jadi ngerasanya nggak lagi baca novel, tapi sebuah diari perjalanan ๐Ÿ˜† Dan terus terang memang sangat mengganggu sekali. Mungkin kebiasaan aja kali ya. Aneh gitu, kalo novel pake “saya”, karena semua novel yang saya baca dan ber-PoV orang pertama selalu menggunakan kata “aku”.

Selain itu, masih banyak typo dan kata tak baku. Seperti “di” yang disambung, padahal dia dipakai sebagai kata depan, dan sebagainya. Maaf, saya nggak nyatetin satu-satu. Males juga sih nyatet. Mendingan kan menikmati jalan ceritanya ๐Ÿ˜†

Dengar-dengar, novel ini akan dicetak ulang lagi. Semoga kata “saya”nya juga diganti jadi “aku” ya ๐Ÿ˜† ehem!!! *psssttt, emang sudah diganti sih kayaknya -lirik editor yang ada di sebelah-*. Dan denger-denger lagi, bakalan ada sekuelnya juga. Hohoho ~

Kita tunggu aja deh. Saya sih udah nggak sabar pengin bertualang lagi sama Kirana dan Manu ๐Ÿ˜€

Quotes

Ada beberapa quotes yang saya catat, karena JLEB! beud. Tapi nggak nyatet ada di halaman berapa ๐Ÿ˜† Gak apa yaa…

Sudah ada 11.369 perbedaan yang tidak akan bisa kami satukan, akan ada 11.369 jarak yang memisahkan kembali kami berdua, dan masih ada 11.369 hal lainnya yang saya takut untuk hadapi sendirian.

Ada banyak “tapi” yang tak bisa dijelaskan, ada banyak “tapi” yang tidak dapat diteruskan, karena “tapi” hanya akan memperburuk keadaan, karena saya tidak pernah bisa bersandar pada satu kata “tapi” yang tak pasti.

Salahkah cinta kami berdua hanya karena kami berbeda? Apakah sebenarnya perbedaan itu? Apakah ia memang hanya sebuah rekayasa besar manusia? Ataukah perbedaan itu memang sudah ada jauh sebelum manusia itu sendiri ada di dunia?

Anyways…

Terima kasih, karena begitu membenci perbedaan yang dipersoalkan, seperti halnya saya.
Terima kasih, karena sudah memberikan wawasan baru pada saya sebagai pembaca di setiap babak cerita yang ditulis.

This novel is highly recommended, buat kamu-kamu yang merasa berbeda, namun orang sekitarmu mempermasalahkannya.

Tiga dari lima bintang.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. leny says:

    Novel yang memang sangat menarik.Pinjam bukunya dong mbak.hehehe

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s