Buku yang Kau Benci

Judul: Buku yang Kau Benci
Penulis: Putri Widi Saraswati, Winona Rianur, Ashari Ramadana T., SIgit Jaya Herlambang dkk
Penyunting: Winona Rianur & Putri Widi Saraswati
Penata Letak: Teguh Puja
Desain Sampul & Ilustrasi: Gilang Perdana Tresna
Tebal: 189 halaman
Penerbit: nulisbuku.com

Blurb

Rasa hati manusia yang layak untuk dituliskan, pada hakikatnya, tak melulu cinta dan bahagia.

Sebelum Anda membaca, kami hendak memberi peringatan: buku ini mungkin akan Anda benci. Buku ini bukan buku yang menawarkan cinta dan bahagia. Buku ini bukan pula buku dongeng, yang menawarkan cinta romantis dan happy ending bertebaran.

Kami, para penulis, adalah kesatria. Pedang kami adalah tinta. Senjata kami adalah aksara. Dan dengan apa yang kami miliki, kami tawarkan sebuah pengakuan: jujur saja, kami membenci. Kadang dengan darah. Kadang dengan air mata.

We are human, after all.

Review

Saya udah beberapa kali mendapatkan buku dari nulisbuku.com. Beberapa di antaranya, maaf, sangat mengecewakan. Apalagi yang saya beli tanpa rekomendasi dari siapa pun. Semacam membeli kucing dalam karung. Setidaknya ada 3 buku yang saya beli random di sana, yang satu hasil nembak keywords “flashfiction”, dua yang lain karena ditulis oleh teman. Dan ketiganya, jujur saja, maaf, kualitas tulisannya di bawah standar. Selepas itu, saya berhati-hati kalo pengin beli buku dari nulisbuku. Biasanya sih saya meminta rekomendasi teman.

Lho? Kalo ga terlalu percaya dengan kualitas buku-buku di nulisbuku, kok ya beli, Ra? Mungkin lantas pertanyaannya ke situ ya 😆 Yaaaa, kalo saya menang tantangan #FF2in1 yang diadakan oleh akun twitter nulisbuku tiap hari Rabu itu, biasanya saya memang sekalian memesan buku lain 😆 Karena ongkirnya sekalian, dan *biasanya* digratiskan 😆

Buku yang Kau Benci ini termasuk dalam buku tambahan yang saya pilih, saat saya menang #FF2in1 yang terakhir. Bukan buku hadiah, tapi buku tambahan yang saya beli.

Prolognya panjang amat yak … -_-”

Ok. Jadi inilah review saya.

Buku ini saya selesaikan dengan cukup cepat sebenarnya kalo saja nggak sambil ngantor, nggak sambil nyuapin anak, nggak sambil ngerjain tugas nulis, nggak sambil tidur.

Buku ini cerita-ceritanya berbenang merah yang sama; full of hatred. Namanya juga buku yang kau benci. Tapi ada yang mengungkapkannya dengan jelas, ada yang dengan tersirat. Saya suka permainan irama cerita yang disusun. Nggak monoton, cerita pendek diseling puisi. Jujur, saya bukan penggemar puisi. Tapi saya bisa menikmati setiap puisi yang ada di buku ini. Karena bahasanya bukan yang bahasa dewa.

Berbicara tentang cerpen-cerpen yang ada di buku ini, yang paling menarik buat saya adalah cerpen berjudul ‘Jakarta’, yang ditulis oleh Artmeza. Dibuka dengan dialog antara seorang lelaki, dengan anak buahnya. Anak buah? Yes, lelaki ini adalah bos bandit. Bos kriminal. Kalo diliat dari ceritanya, sepertinya dia masih cukup muda dan perlente. Perawakannya cocok untuk menyandang status mahasiswa. Di situ diceritakan dengan detail, bagaimana ia mulai menjerat calon korban. Penggunaan strategi-strategi psikologis untuk memperdayai calon korbannya. Dan endingnya… 😯 alamak!! Saya ngeri sendiri…

Cerpen kedua yang menarik adalah Kulapia. Tentang dendam, dan ular. Ular yang menjadi lambang kedokteran. Apa hubungannya? Mending beli, trus baca sendiri lah. 😆 Rugi banget saya kasih bocoran di sini mah. Karena semua cerita dalam buku ini sangat worthy buat dibaca.

Yang paaaaaling saya suka dari buku ini, saya hampir ga nemu typo, pemirsa! Oh yes, sebagai buku indie, pas pertama kali pegang, tentu saja saya tak akan berharap banyak soal typo. Sejauh pengalaman saya, buku indie selalu parah banget di typo dan EYD. Tapi saya hampir ga menemukan masalah di sini. TOP!

Saya kasih bintang 4/5, dengan setengah bintang ekstra untuk no-typo-nya. 😀

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. hiiii jd mbayangin yg ngeri2 😀

    Like

  2. putri widi says:

    Kalau hampir no typo, itu hasil siwer editing berkali-kali :)))
    thank you for reading & reviewing, ya, mak. Such an honor buatku. Oh ya, apa yg paling dirimu suka dari cerita-cerita di sini sebagai antologi?

    Like

    1. @RedCarra says:

      emosi di setiap ceritanya, Wid 😉 Jarang ada yang bisa mengumpulkan cerita dengan emosi yang hampir sama. Kualitasnya juga hampir rata. Meski di bagian belakang ada cerita yang memang agak lebih ringan kadar “dark”nya dari cara nulis si penulis. Tapi kalo dilihat secara keseluruhan, nggak ada yang njomplang, dan menyatu.
      Nicely done 🙂

      Like

  3. We are human, after all.

    Love that word, Mba! 😀

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s