Heart’s Script

Judul: Heart’s Script
Penulis: Anita, Juliana Wina Rome, Javas K. Niscala, Irfan Aulia, Jusmalia Oktaviani dkk.
Penggagas: Putri Widi Saraswati
Editor: Winona Rianur
Desain Sampul: Chrisvania Handita Nyssa
Tata Letak: Putri Kurnia Nurmala
Diterbitkan melalui nulisbuku.com

Review

Jadi beberapa waktu yang lalu, saya dikirimi buku ini oleh sang penggagas πŸ˜€ So, here is my review.

Buku ini berisi 27 cerita, yang kesemuanya super pendek. Sepertinya nggak ada yang sampai 1000 kata. Paling banter 500 kalo nggak salah ya? Flashfiction? Ummm, ada yang memang meledak khas flashfiction. Namun sebagian juga tanpa twist. Ke-26 cerita tersebut ditulis based on songs by The Script. Yah, karena memang buku ini tersusun sebagai hasil dari proyek nulis Putri Widi bertajuk #TheScriptProject. Dalam pengantarnya, Putri Widi menulis

#TheScriptProject adalah sebuah proyek yang ingin bercerita. Tentang bagaimana sebuah lagu bisa mengungkapkan satu kisah, dan dari satu kisah itu dapat lahir berjuta kisah yang lain. Tentang bagaimana hati bisa memainkan musik dan naskahnya sendiri. Tentang bagaimana uraian kata-kata adalah wujud nyanyian hati – yang ingin didengar.

Sebenarnya saya sendiri bukan fans The Script. Satu-satunya lagu yang saya tahu adalah Breakeven. Hehehe… Lainnya, saya nggak ngerti. Ah, saya kayaknya makin out of date saja. Tapi thanks to buku ini, saya jadi kepo beberapa lagu πŸ˜†

So, karena saya nggak gitu ngerti, jadi saya rasa saya malah bisa menikmati buku ini apa adanya, tanpa terganggu sama musiknya. Saya bisa membacanya sebagai suatu cerita yang bisa nggak nih menimbulkan daya visualisasi saya. Atulah, bahasanya booo πŸ˜†

Terbagi atas 3 bagian berdasarkan album The Script sendiri, yaitu The Script – 2008, Science and Faith – 2010 dan #3 – 2012, kisah-kisah di dalamnya sebagian besar bercerita tentang cinta dan keluarga.

Jangan ke Mana-mana, oleh Mandewi, menjadi cerita favorit pertama saya. Tadinya kening berkerut saat membacanya, tapi kemudian saya sadar bahwa clue-nya terletak pada tanggal 10 dan 13 Agustus 2012. Hehehe… Cara yang bagus untuk “menyesatkan”. Selalu Aku, juga oleh Mandewi, juga jadi favorit. Untuk Kita, oleh Lariza Oky Adisty, adalah cerita yang sangat manis. Meski agak-agak sinetron sih, tapi endingnya so sweet banget deh. Hehehe…

Life Goes On, ditulis oleh Riane Sarah, menjadi penutup yang cukup rumit. Cerita terakhir ini memasukkan beberapa lagu The Script sekaligus. Cukup unik, meski saya agak-agak lost ketika membacanya. πŸ˜€

Overall, banyak cerita manis dalam buku ini. Manis meski kata-kata yang ditulis agak-agak getir.

Rating

Tiga dari lima bintang yang saya punya πŸ˜€

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Fikri Maulana says:

    Jadi pengen beli, semoga bagus nih πŸ™‚

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s