Cinta Setengah Tiang

10847819_10152894348450489_6684793585074359042_nJudul: Cinta Setengah Tiang
Penulis: Ieda Teddy
Editor: Pringadi S
Tata Letak: Wangi Mutiara S
Sampul: Nuzula Fildzah
Penerbit: Nulisbuku

Blurb

Ini tentang kisah yang setengah tiang dan mata yang berembun karena duka.

Aku adalah perempuan yang berjalan mengangkang. Terlalu banyak senggama kata orang. Tersebutlah aku perempuan liar mencari uang dari balik selangkangan yang becek demi mulut kecil yang kelaparan di rumah…

Liang laknat ini tak memperbolehkanku memiliki kekasih. Tak pernah ada jalan pengampunan. Bahkan bercinta dengan dukunku sendiri sekalipun tidak menghanguskan ilmu pengasihan. Aku Sina. Nina. Zena atau Hina. Mbuh.

Hidup hanyalah abu-abu dan hitam adalah pemberhentian terakhir.

Review

Buku ini sebenarnya sudah lama menghuni rak buku saya. Saya mendapatkannya sebagai hadiah menjadi pemenang #2FFin1 dari akun @nulisbuku di Twitter, entah yang kapan. Lupa, saking udah lama 😆 So, here we go.

Ada 19 cerita dalam buku ini:

  1. Senyum Untukmu yang Manis
  2. Halo, Siapa Namamu?
  3. Aku Ingin Rumah yang Ada Nomornya, Bu
  4. Tuhanku Selaput Dara
  5. Bilik
  6. Tentangmu yang Selalu Manis
  7. Menikahlah Denganku
  8. Beceng
  9. Kloset di Tepi Jalan
  10. Buah Bahagia
  11. Mantra
  12. Suara Itu Hilang
  13. Pondok Indah 2:25 PM
  14. Cinta yang Menyembuhkan
  15. Wartel Kemuning
  16. Maaf Aku Sibuk
  17. Kutang Merah
  18. Cinta Tahi Kucing
  19. Cintaku dalam Kopaja Ribuan

Seperti judul bukunya, semuanya memang tentang cinta. Cinta yang sedih, tragis. Cara penulis memandang cinta memang agak beda dalam buku ini. Cinta yang tak melulu tentang hepi-hepi. Cinta yang diperjualbelikan dalam bentuk selaput dara. Cinta *atau nafsu?* yang tertumpah ruah dalam sebuah bilik di sebuah perkantoran. Cinta antara dua manusia yang berbeda seperti bumi dan langit. Cinta yang dipaksakan. Cinta yang dirasakan oleh sebuah kloset yang terbuang di pinggir jalan. Cinta yang dipalsukan karena mantra. Cinta-cinta yang lain.

Membaca buku ini jadi tahu, begitu banyak bentuk cinta. Meriangkan, ada yang menyedihkan. Yang menyedihkan sekaligus mengherankan. Bagaimana bisa, orang bisa bertahan. Tapi, nyatanya ya bertahan tuh.

Membaca buku ini kita juga jadi makin yakin, bahwa cinta dan nafsu itu beda tipis. Cinta bisa diakui sebagai nafsu, nafsu bisa diakui sebagai cinta.

Semoga dengan membaca buku ini, kita jadi makin mengerti bahwa ada begitu banyak varian cinta. Hanya saja, varian yang ada di sini adalah cinta setengah tiang.

Sebagai buku indie, layout buku ini lumayan rapi. Typo juga minim sekali. Sangat nyaman dibaca. Nice one.

Rating: tiga dari lima bintang

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s