Reading Challenge Monday FF – Adriana

Judul: Adriana
Penulis: Fajar Nugros
Editor: Mirna Yulistianti
Proofreader: Dwi Ayu Ningrum
Desain Sampul: Poster Film Adriana (Visi Lintas Film)
Ilustrasi: Ridho Mukhlisin
Setter: Sukoco
Tebal: 193 halaman
ISBN: 978-979-22-0348-6
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Blurb

Di dalam lift di Perpustakaan Nasional, seorang perempuan tersandung karpet dan menjatuhkan buku-bukunya di dekat Mamen. Mamen tak menduga, dari situlah awal pengejarannya kepada Adriana bermula. Namun ternyata bertemu kembali dengan Adriana tak semudah yang ia kira. Sealalu ada teka-teki tentang tempat pertemuan mereka yang harus Mamen pecahkan terlebih dahulu.

Harinya adalah tiga hari setelah Fatahillah mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Masanya sampai pada Perang Diponegoro. Namun orang-orang merana itu tahu, saat mati, jasad mereka terkubur jauh dari tanah tumpah darah mereka sendiri. Aku yang menunggumu adalah Adriana, pada mimpinya yang tak pernah mati.

Setiap pertemuan diawali dengan teka-teki. Setiap teka-teki selalu memiliki cerita. Setiap cerita membawa Mamen melihat kembali sudut-sudut bersejarah Jakarta yang kian terabaikan.

Adriana adalah ksiah tentang pencarian akan cinta, tentang persahabatan, dan tentang menghargai apa yang telah dibangun oleh Founding Fathers bangsa Indonesia.

Review

Buku ini saya ikutkan dalam Reading Challenge di komunitas Monday FlashFiction, tema yang akan diangkat adalah Seputar Buku-Buku yang Diangkat Menjadi Film.

Yes, Adriana memang sudah ada filmnya. Buku yang saya baca pun adalah yang cover film. Tapi, saya memang nggak terlalu into film. Jadi di sini saya hanya akan bahas bukunya. Sorry, no film πŸ™‚

Berdasarkan kisi-kisi pertanyaan dari PIC Reading Challenge, saya hanya harus menjawab beberapa pertanyaan dalam review ini. Here we go.

1. Intisari dari buku tersebut apa aja?

Cerita ini adalah cerita cinta. Premisnya sederhana aja. Cowok, ketemu tanpa sengaja dengan seorang cewek. Lalu jatuh cinta. Dan pengejaran akan cinta si cewek pun dimulai. Tapi berbeda dengan kisah roman cinta yang lain, yang diwarnai dengan pedekate ini itu menye-menye, pengejaran sang cowok dalam novel ini berarti bahwa dia musti keliling Jakarta untuk memecahkan banyak teka-teki. Dengan dibantu sahabatnya, Sobar, Mamen berusaha memecahkan satu per satu teka-teki yang diberikan oleh Adriana. Teka-teki itu biasanya harus dipecahkan oleh Mamen untuk menuju tempat di mana dia bisa bertemu Adriana. Tapi di tengah cerita, justru Adriana juga dihadapkan oleh teka-teki yang hampir serupa dengan yang dia bikin untuk Mamen. Nah loh, siapa yang kasih Adriana teka-teki? πŸ˜€ Pada akhirnya, ketemukah Adriana dan Mamen? Ketemu kok. Cuma ternyata ada kejutan lain, dan ini menyangkut tentang Sobar, sahabat Mamen. Endingnya bagus banget, tertebak tapi alur yang berbeda dengan yang kita pikirkan. Hahaha. Keren.

2. Tokoh-tokoh yang ditonjolkan dalam buku tersebut siapa saja dan menurut kamu, karakter mereka bagaimana?

Tokoh utama adalah Mamen. Pemuda yang masih sibuk menyelesaikan skripsi. Makanya dia pergi ke Perpustakaan Nasional di mana dia ketemu dengan Adriana. Mamen ini dulu SMA suka bolos PSPB dan Sejarah. Makanya kelabakan saat dikasih teka-teki yang berhubungan dengan sejarah negeri ini.

Sahabat Mamen, Sobar, yang super pinter. Hafal banget dengan semua peristiwa sejarah negeri ini. Dia yang bantuin Mamen untuk memecahkan semua teka-teki yang bertebaran. Di ending, Sobar ternyata nggak sekadar teman yang ngebantu Mamen. Dia ternyata ah…. baca sendiri.

Adriana, cantik, kulitnya eksotis, dan punya otak encer. Jenis perempuan yang lebih suka dipuji sebagai perempuan pintar ketimbang perempuan cantik. Padahal dia cantik beneran. Teka-tekinya untuk Mamen ajib. Benar-benar bikin mikir. Dan ternyata ada maksud tertentu kenapa dia berteka-teki dengan Mamen. Temukan sendiri jawabannya di buku ini πŸ˜€

Tokoh-tokoh tambahan lain banyak, ada Pak Ansori, dosen IPB. Ada Yadi, penjaga kuburan Belanda, bahkan Pak Polisi yang menilang Adriana pun semua punya peranan penting πŸ˜€

3. Alur ceritanya bagaimana? Maju, mundur atau maju mundur?

Alur utama maju. Di beberapa bagian mundur ke saat Mamen masih sekolah. Di beberapa bagian lain mundur jauh ke zaman perjuangan negeri ini, di mana Sukarno, Ki Hadjar Dewantara, Bung Hatta dan lain-lain masih hidup.

4. Kamu β€œgreget” nggak sama edning-nya? Apa sesuai dengan harapanmu?

Aku suka BANGET sama endingnya. Tetep romance, tetep smart, tertebak, tapi bukan seperti yang kukira. Hahaha, mbulet yah. Pokoknya endingnya ada surprise-nya sedikit deh πŸ˜€

5. Apa manfaat yang kamu peroleh setelah membaca buku tersebut?

Selain disuguhi cerita romance yang ringan, dialog-dialognya mengalir lincah banget. Kadang bikin ngekek, seger. Di beberapa bagian, kita diajak menelusuri jejak-jejak para Founding Fathers. Menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi pada zaman itu. It’s amazing bagaimana penulis bisa meramu, semua flashback zaman kemerdekaan itu dengan alur masa kininya. Ngeblend dengan manis dan lincah. Baca buku ini, kita jadi lebih tahu sejarah Indonesia, terutama sejarah Jakarta, but in a fun way. Seandainya semua text book pelajaran di sekolah kayak gini, mungkin nilai Sejarah saya dulu juga nggak cuma tujuh πŸ˜†

6. Berapa rating-mu untuk buku dan film-nya?

Rating 3 dari 5 bintang yang saya punya.

Sampai ketemu lagi di Reading Challenge Monday FlashFiction berikutnya πŸ˜€

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. linda says:

    pengen baca bukunyaaaa 😦

    Like

  2. linda says:

    pengen baca bukunyaaaa 😦 filmnya pernah ada di tv tp ketinggalan gt. seneng ada adipati dolken hehe

    Like

  3. Lidya says:

    kadang berbeda buku an film ya mbak. Aku suka gak puas kalau baca buk ternyata di film beda jauh. oops malah bahas film aku

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s