Sukses Bekerja dari Rumah

Judul: Sukses Bekerja dari Rumah
Penulis: Brilyantini
Editor: Herlina P. Dewi
Proof Reader: Weka Swasti
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Sindy FatikaTebal: 241 halaman
ISBN: 978-602-7572-35-5
Penerbit: Stiletto Book

Blurb

Berkutat dengan rasa bersalah karena harus membagi waktu antara anak dan pekerjaan, akhirnya banyak perempuan memutuskan berhenti kerja setelah menikah dan punya anak. Namun, masalah lain pun muncul. Setelah berhenti bekerja, lalu ngapain? Banyak sekali perempuan yang ingin bisa terus berkarya dari rumah, tetapi tak tahu bagaimana cara memulainya.

Buku ini membeberkan pengetahuan serta trik yang bisa dilakukan perempuan untuk terus berkarya dari rumah, seperti:

  • Berbagai macam pekerjaan untuk freelancer
  • Bagaimana cara memulainya
  • Keahlian yang dibutuhkan
  • Strategi marketing yang harus dilakukan
  • Trik membangun jejaring
  • Manajemen waktu dan keuangan untuk pekerja lepas
  • Sampai, profil para perempuan inspiratif

Buku ini memang didedikasikan untuk Anda, perempuan yang ingin tetap berkarya dari rumah, baik bagi yang masih lajang, terlebih untuk yang sudah menikah dan punya anak.

Review

Waini! Itu kata yang pertama kali terlintas di benak saya saat saya pertama kali tahu buku ini akan diterbitkan.

Ya, gimana enggak. Dari judulnya saja saya bisa tahu, bahwa buku ini adalah buku yang membahas semua uneg-uneg dalam pikiran hampir sebagian besar ibu bekerja. Saya bilang hampir, karena yaaaa nggak semua ibu bekerja merasakan kegalauan ini sih. Kan tergantung kondisi masing-masing juga. Tapi kayaknya saya tahu banget, permasalahan yang coba dicarikan solusi melalui buku ini, adalah yang dicari oleh teman-teman saya yang sebagian besar memang sudah berkeluarga.

Saya dulu pernah merasakannya.

Super galau di kantor, karena anak-anak yang masih kecil banget. Jauh di dalam hati, saya nggak pernah tega ninggalin mereka di rumah. Tapi ya masa-masa perjuanganlah yah, saya juga nggak bisa cuma diem aja di rumah nunggu dikasih uang belanja. Really, it’s not me. Jadi bagaimanapun, saya musti kerja. Tapi waktu itu juga saya nggak tahu kerja apa yang bisa saya kerjakan di rumah, gimana cara nyarinya. Sedangkan saya ini orangnya nggak terlalu agresif, rada-rada gengsi meminta-minta kerjaan ke sana sini. Jadi ya, nggak tahu musti gimana.

Seandainya saat itu, buku ini sudah terbit 😆 etapi kalau sudah terbit, barangkali saya juga nggak kerja di bidang yang saya cintai sekarang sih. Abaikan.

Mari kita mulai melihat apa saja isi buku ini.

Terdiri atas 9 bab, buku ini menjelaskan detail dari awal kita stop bekerja kantoran, hingga apa saja yang harus kita lakukan saat mood kerja menghilang. Lengkap. Berikut bab-babnya dan sekilas isinya.

  1. Bab 1: mempersiapkan diri sebelum mulai. Apa saja yang harus dikenali sebelum kita resign dari kantor (kalau sebelumnya kita ngantor), fakta-fakta apa saja yang terjadi pada seorang freelancer (supaya kita nggak kaget), dan skill apa saja yang harus kita punyai.
  2. Bab 2: mulai menjabarkan jenis pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan dari rumah. Pekerjaan lepas bukan hanya untuk penulis, editor, ataupun desain grafis, tapi berkembang luas merambah pada berbagai bidang dan industri. Apa saja? Dijelaskan terperinci dalam bab ini.
  3. Bab 3: membahas tentang modal; sumber modal dari mana saja, kalau mau pinjam dari bank bagaimana caranya, apa saja syaratnya, lalu bagaimana cara menghitung balik modal.
  4. Bab 4: lalu mulai deh bekerja dari rumah, dari menyusun strategi marketing.
  5. Bab 5: networking, bagaimana menjalin dan memanfaatkannya, bagaimana juga cara memperluasnya.
  6. Bab 6: nah ini nih. Bekerja dari rumah bukan berarti kita bisa seenaknya kerja. Kita musti siapkan benar-benar mulai dari tempat untuk bekerja (iya, sebaiknya siapkan tempat khusus). Kenapa mesti sampai harus punya tempat kerja khusus sih? Wah, baca sendiri saja deh 😆 Lagi nggak minat kasih spoiler. *dijitak*
  7. Bab 7: di sini dibahas mengenai cara-cara jaga image. Jaim nggak selalu berkonotasi buruk. Jaim di sini berarti adalah menjaga profesionalitas kita. Bahkan kita juga jangan sampai tertangkap klien lagi pakai daster di rumah. Kenapa hayo? 😆 Cara-cara lain untuk menunjukkan sikap profesional kita sebagai pekerja di rumah juga dijelaskan lengkap di bab ini.
  8. Bab 8: sebagai bos dari diri sendiri, kita harus cermat mengatur keuangan. Kalau nggak, wahhh, bisa berabe. Nah, di bab ini dijelaskan secara tuntas dari mulai bagaimana menggaji diri sendiri hingga bagaimana caranya berinvestasi.
  9. Bab 9: bekerja dari rumah tak berarti bersenang-senang terus, tapi juga nggak berarti susah bersenang-senang. Kita harus bisa juga liburan, misalnya. Di bab ini nih, ada trik-trik menikmati waktu bersama keluarga dan bagaimana cara mengalokasikan waktu untuk berlibur 😀 hahayyy… senangggg…

Tak hanya berhenti di situ, kita juga akan diajak untuk membaca kisah-kisah inspiratif para perempuan pekerja yang bekerja dari rumah. Wuihhhh, beneran jadi mupeng pengin juga kerja dari rumah begitu kalau sudah disodorin dengan kisah-kisah sukses mah 😆 Iya nggak sih?

Pokoknya buku ini must-have dan must-read deh buat ibu-ibu pekerja kantoran yang galau, juga buat yang baru mulai menapaki dunia kerja sebagai alternatif pilihan karier.

Empat dari lima bintang yang saya punya.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Ryan says:

    Khusus utk wanita ya, mba?

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s