Delapan Sisi

Judul: Delapan Sisi
Penulis: Adityarakhman, Astri Avista, MB Winata, Norman Eriksson Pasaribu, Prily V, Ridha A Rizki, RF Respaty, Riesna Kurnia
Penyunting: Arief Ash Shiddiq
Pemeriksa Aksara: Septi Ws, Rika Amelina
Penata Aksara: Theresia Greacella, Teguh Pandirian
Ilustrasi Sampul: Diela Maharanie
Perancang Sampul: Teguh Pandirian
Ilustrasi Naskah: Matahari Indonesia
Desain: Teguh Pandirian
Tebal: vi + 146 halaman
ISBN: 978-602-9481-44-0
Penerbit: PlotPoint Publishing

Blurb

Seorang remaja harus memilih antara cinta atau masa depan.
Seorang ibu harus memilih untuk menuruti tuntutan sosial atau tuntutan anak kandungnya.
Seorang pengasuh harus memilih satu dari puluhan anak yang diasuhnya.
Seorang bapak menghadapi pilihan untuk percaya pada mimpi atau pragmatis saja.
Seorang dokter harus memilih untuk setia pada janji atau setia pada diri.
Seorang pendidik harus memilih untuk tutup mata atau menghadapi kesalahannya.
Seorang mertua harus memilih kebahagiaan dirinya atau anak menantunya.
Seorang istri dihadapkan pada pilihan cintanya pada suami atau anaknya.

Ini adalah delapan kisah tentang kehidupan, delapan cerita tentang pilihan. Tentang seorang lelaki yang berprofesi sebagai dokter aborsi. Seperti sebuah berlian dengan delapan sisi, delapan kisah di dalamnya adalah pantulan dari kehidupan satu orang. Kisah delapan orang terkait karena pilihan satu orang. Karena manusia bukan sebuah pulau yang hadir sendiri, pilihanmu bukan milikmu saja.

Review

Omnibook, antologi, dan kumpulan cerpen selalu berada di daftar teratas dalam wishlist buku saya, termasuk yang satu ini.

Ada 8 cerita dalam Omnibook ini, yang kesemua judulnya menggunakan nama tokoh.

  1. Rini
  2. Surti
  3. Lastri
  4. Mujis
  5. Urip
  6. Tris
  7. Jeremy
  8. Fendira

Omnibook adalah cerita-cerita pendek yang dirangkum dalam sebuah buku, yang kesemuanya mempunyai benang merah yang sama. Benang merah yang sama dalam buku “Delapan Sisi” ini adalah tentang aborsi.

Konsep yang menarik. Satu buku, delapan cerita, satu benang merah, satu keterkaitan satu dengan yang lain, delapan penulis.

Ada tokoh yang menjadi “korban” aborsi, ada tokoh yang melakukannya dengan sengaja, ada tukang becak yang mengantar “korban”, dan dari semuanya, ada beberapa cerita yang mengambil tokoh sentral yang sama, yaitu Dokter Urip. Ada yang cerita tentang masa lalu si dokter, ada yang mengungkap bagaimana kerjaan si dokter, ada juga yang menulis tentang kehidupan rumah tangga si dokter.

Yang nggak terlalu saya mengerti adalah, kenapa nggak sekalian semua tentang si Dokter Urip ini ya? Maksudnya, kan tema umum aborsi, kenapa tak sekalian mem-fokus-kan tokoh ke Dokter Urip saja? Karena ada beberapa cerita yang memang tak menampilkan Dokter Urip, seperti cerita Surti dan Jeremy. Jadi nggak total gitu kayaknya, benang merahnya. Nggak sekalian.

Tapi, ah, mungkin memang ada pertimbangan sendiri sih.

Ya sudahlah.

Cuma kadang ada cerita yang konfliknya agak terlalu lebar ke mana-mana, sedangkan cerita yang lain konflik bisa begitu ketat dan padat. Ada cerita yang kayaknya hanya dipanjang-panjangkan untuk memenuhi kuota halaman, tapi ada cerita yang rasanya masih bisa dijabarkan lagi saking padatnya.

Jadi, kurang seimbang gitu, antara satu cerita dengan yang lain.

Tapi, bener deh, konsepnya sangat menarik. Pengin juga suatu kali nanti coba bikin yang berkonsep begini. Satu permasalahan pokok, tapi dikupas dari berbagai sudut pandang.

Anyway, saya suka desain kavernya. Sangat-sangat multi interpretasi. Cewek, karena memang pelaku aborsi pastilah cewek. Posisi fetus, menggambarkan posisi janin dalam kandungan. Tangan memegang setangkai mawar yang kelopaknya berjatuhan, berguguran. Yep, sangat simbolik dan menohok. Suka.

Typo kayaknya nggak ada, kalaupun ada mungkin begitu jarang hingga lolos dari scanner mata saya. Halah.

Demikian review ringkas tentang buku ini.

Dua setengah dari lima bintang yang saya punya (pembulatan ke atas)

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Lidya says:

    jadi intinya tentang aborsi ya mbak, Dokter Urip hanya pelengkap saja

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s