Lidah Sembilu

C360_2015-05-02-08-42-36-381Judul: Lidah Sembilu
Penulis: Damhuri Muhammad
Tebal: 142 + xvi halaman
ISBN: 979-99980-9-3
Penerbit: Marjin Kiri

Blurb

Cerpen-cerpen Damhuri Muhammad membuat saya serasa sedang berkelana di negeriย  legenda. Itulah, saya kira, kekuatan pada pengarang muasal Sumatera Barat.

~ Veven Sp. Wardhana, penikmat budaya massa

Cerpenis muda berbakat Damhuri Muhammad menyajikan kumpulan karya terpilihnya yang telah tersebar di pelbagai media massa se-Indonesia.

Dengan menjelajahi ragam tematik dan eksplorasi prosaik, antologi ini berusaha menyoroti khazanah keMinangkabauan (dan lebih luasnya keIndonesiaan) yang pelan-pelan tergerus arus kapitalisme gloval dengan segala kepelikannya,

Lidah sembilu adalah upaya Damhuri Muhammad untuk tak terjebak antara romantisme tradisi dan kilau modernitas. Ia mengarungi kekayaan khazanah lokal Minang tanpa membiarkan diri terperangkap oleh klise (“Perempuan Berkerudung Api”), menerobos ke jantung gaya hidup modern (“Karnaval Pusar”), atau kenangan pada lawan jenis yang berhasil menghindari jebakan melodramatik (“Rindusorang”). Kosa katanya berlimpah.

~ Akmal Nasery Basral, jurnalis & novelis

Review

Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang sudah ditulis oleh Damhuri Muhammad yang sudah dimuat di berbagai media massa cetak. Total ada 15 cerpen (dimuat di media massa tahun 2005 – 2006) dan 1 cerpen yang belum pernah dipublikasikan.

Cerpen-cerpen itu adalah:

  1. Karnaval Pusar – kisah mengenai dunia modern. Mungkin Damhuri sedang menyuarakan kegelisahannya akan modernitas dalam cerpen ini. Dia menyindir perempuan-perempuan masa kini yang doyan mengumbar tubuh dengan pakaian-pakaian yang minim, yang di sini “diwakili” dengan pusar-pusar yang dipamerkan. Konon, perempuan yang nggak punya pusar itu diduga jelmaan hantu. Makanya perempuan-perempuan pada pamer pusar, karena sebagai tanda bahwa mereka bukanlah hantu ๐Ÿ˜† Yes, sarkastik hm? ๐Ÿ™‚
  2. Perempuan Berkerudung Api – berkisah mengenai Nilam Sari. Perempuan cantik tapi beberapa kali hampir menikah tapi selalu ditinggalkan oleh calon mempelai laki-laki. Semua calon suaminya ketakutan karena melihat Nilam mengenakan kerudung api saat hari pernikahan. Jawaban mengenai kerudung api ini merupakan twist pada akhir cerita.
  3. Kisah-kisah yang Terkubur – menceritakan kegelisahan penulis yang ingin menyuarakan pikirannya, namun terhambat.
  4. Anak-anak Peluru – tentang kegelisahan seorang ibu, beranak tiga laki-laki. Ketiga anak laki-lakinya diibaratkan peluru yang dimuntahkan oleh moncong senapan. Mereka tak pernah ingat untuk pulang menengok sang ibu. Ya, peluru yang sudah ditembakkan tak mungkin kan akan balik lagi ke senapan, kecuali kalau judulnya senjata makan tuan.
  5. Simalakama – tentang seorang lelaki yang ingin melepaskan wangi melati sang istri yang melekat di tubuhnya.
  6. Lidah Sembilu – tentang perempuan yang mempunyai mulut tajam. Dia suka berkata-kata kasar pada -suaminya, dan pada semua orang. Lidah tajam itu ia dapatkan dari susuk seorang dukun yang ditanamkan di pangkal lidahnya. Akhirnya ya, si suami nggak tahan lagi, karena si perempuan ….
  7. Rindusorang – tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta pada seorang perempuan berwajah oriental. Kayak Oshin. Ada yang tahu Oshin ga? ๐Ÿ˜† *awas jebakan umur*
  8. Tuba – Nah, kalau ini cerpen satir politik nih. Tentang seorang bupati yang sangat ‘lurus’ namun akhirnya dibenci oleh para pendukungnya, karena ya itu, terlalu ‘lurus’. Akhirnya ya, mau bagaimana lagi ya, kalau mau jadi pemimpin di negeri ini kayaknya memang susah kalau mau lurus dan jujur banget.
  9. Taman Benalu – cerita yang satu ini juga memotret kondisi paling kini dari suatu daerah. Taruhlah kota besar semacam Jakarta, ke mana warga aslinya? Yang berkumpul di tengah kota ya malah para pendatang. Warga Betawi? Semakin melipir ke pinggir. Juga di Jogja loh. Penduduk asli Jogja malah banyak yang menyingkir ke luar kota. Itulah yang diceritakan dalam cerita ini.
  10. Berhala Kertas – menceritakan kembali legenda Raja Midas, yang mampu mengubah apa pun menjadi emas hanya dengan menyentuhnya. Mmmm, tapi saya nggak bisa menemukan ada yang baru dan unik yang ditawarkan oleh penulis dalam cerita ini, selain menceritakan kembali legenda Raja Midas tersebut.
  11. Menantu Baru – Nah, yang ini cukup kocak nih. Tentang anak-anak yang menggerutu gara-gara Ibu mereka tak lagi mengirimi masakan-masakan kesukaan mereka, tapi malah mengirimi sang menantu baru masakan kesukaannya. Hahaha. Lucu sih, karena ada pamrih di balik kiriman makanan tersebut. Tapi sekaligus ironi, karena menggambarkan kondisi keluarga yang mungkin saja terjadi pada kita.
  12. Merantau Cina – Ungkapan ‘merantau Cina’ adalah sekali pergi, tak akan kembali. Ya kurang lebih seperti ungkapan ‘anak peluru’ di cerita sebelumnya. Tapi kalau di cerita ini, yang pergi dari rumah adalah sang suami (yang mengalami KDRT secara mental oleh sang istri), yang kemudian disusul anaknya. Sang istri akhirnya merana tinggal sendiri di rumah hingga tua.
  13. Buya – kisah buya Ibrahim Mufti, yang telah mengubah sebuah daerah gersang menjadi daerah subur dan maju. Namun seiring kemajuan zaman, kondisinya malah makin memprihatinkan.
  14. Andesta dan Ladunna – tentang suami yang berada dalam kebingungan, istrinya koma. Antara ingin membebaskan istri dari rasa sakit berkepanjangan, dengan rasa tak tega dan cinta yang besar.
  15. Keranda Kerinduan – Nah, ini sebenarnya kisah cinta yang berawal dari dunia maya. Cuma cara penceritaannya aja yang unik ๐Ÿ˜€ Kalau belum pernah chattingan di mIRC kayaknya bakalan susah deh ngebayanginnya :mrgreen:
  16. Ngidam – Nah, ini juga kocak ๐Ÿ˜† Paling favorit nih. Ada istri lagi ngidam, dan ngidamnya rada aneh-aneh. Seperti minta baju baru dari toko bukan dari kaki lima, padahal suaminya adalah sopir bus carteran yang nariknya kalau dipanggil oleh juragan. Tapi si suami ini kocak banget ngeles-ngelesnya. Si istri juga jadinya nggak marah, malah jadinya ketawa-ketawa ๐Ÿ˜†

Well, jadi cerita favorit saya adalah Ngidam, Karnaval Pusar, dan Perempuan Berkerudung Api.

Cerita-cerita yang ada di sini sebenarnya merupakan cerita yang bisa saja kita temui sehari-hari. Namun yang paling kental ya, khazanah perMinangkabauannya sih. Membaca beberapa cerpennya, mengingatkan saya akan gaya bercerita Sulung Lahitani Mardinata ๐Ÿ˜† Ahhh, betapa saya kangen membaca tulisan Uda Sulung lagi ๐Ÿ™‚ Semoga segera bisa dibaca lagi yah.

Anyway, saya nggak akan bahas typo di buku ini, karena semakin lama semakin yakin bahwa saya membaca bukan untuk ‘berburu typo’. Selama typo-typo itu tidak mengganggu keterpesonaan saya pada cerita, ya, whatever-lah. Toh, kesempurnaan hanya milik Tuhan *tsah* ๐Ÿ˜€

Saya kasih tiga setengah dari lima bintang yang saya punya untuk buku kumpulan cerpen ini ๐Ÿ˜‰

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s