Love Puzzle

IMG_4053Judul: Love Puzzle
Penulis: Eva Sri Rahayu
Penyunting: Ifnur Hikmah
Penyelaras Aksara: Novia Fajriani, Lian Kagura
Penata Aksara: Nurul & Anisa
Perancang Sampul: Fahmi Ilmansyah
Tebal: 286 halaman
ISBN: 9778-602-1606-04-9
Penerbit: teen@noura

Blurb

Rasi memberi senyuman, tetapi cowok itu malah tidak mengacuhkannya.

“Raja?” sapa Rasi.

“Sori?” Kening cowok itu berkerut.

“Kamu Raja, kan?” tanya Rasi lagi.

“Hmm, enggak usah sok kenal, deh,” balas Raja dingin.

Rasi melengkungkan bibirnya, cowok keren memang sering kena amnesia! “Enggak usah nyebelin gitu, deh. Kamu kan yang nanya-nanya soal fotografi di atap BIM kemarin? Kalau aku salah orang, biasa aja, deh.”

Raja merespon perkataannya dengan wajah kaget. Namun sedetik kemudian, ekspresi Raja kembali sinis. “Denger ya, aku enggak kenal kamu!” geram Raja penuh penekanan.

***

Sejak ketemu cowok itu, Rasi merasa level hatinya naik turun seperti roller coaster: kadang berbunga, kadang kesal setengah mati. Sama seperti sikap Raja yang jago sulap: kadang baik, kadang nyebelin. Ada ya orang yang seperti itu? Rasi hanya belum tahu kalau di balik semua kejadian ada misteri tersimpan. Dan takdir menuntun Rasi masuk ke labirin yang entah ke mana berujung ….

***

“Karya yang manis, hangat, dan bikin penasaran hingga halaman terakhir.”
— Dyah Rinni, penulis “Unfriend You” dan “Serial Detektif Imai”

“… kepingan demi kepingan cerita yang mengundang rasa penasaran pembaca.”
— Valleria Verawati, penulis “Bidadari di Bawah Hujan” dan “Nggak Usah Jaim, Dech!”

Alur Cerita

Rasi, seorang remaja SMA, hobi memotret dan merupakan fotografer untuk mading sekolahnya. Suatu hari, dia menemukan tempat favorit di atas atap sebuah mal di Bandung, kota tempat tinggalnya. Di sana dia berkenalan dengan seorang cowok. Raja namanya.

Kemudian adegan beralih ke lapangan basket. Rasi sedang dimintai tolong oleh Retha untuk memprofilkannya sebagai bintang olahraga remaja untuk mendapatkan beasiswa. Retha yang seorang atlet basket, sedang latihan di klub dan mengajak Rasi ke sana sekalian buat motretin dia lagi in-action main basket. Di klub itu, Rasi ketemu lagi sama Raja. Tapi bisa dibilang, Raja sama sekali tak mengenalinya. Padahal baru kemarin mereka bertemu.

Hari lain, Rasi berkenalan dengan Ayara. Ayara, yang digambarkan seperti boneka Jepang itu, tersesat ke sekolah Rasi. Rasi karena kasihan lantas mengantar Ayara ke halte terdekat. Di situlah mereka tiba-tiba mengikat janji sebagai sahabat.

Berbagai keanehan terjadi antara Rasi – Raja. Kadang Raja begitu cuek, lain kali begitu lembut. Kadang Raja friendly banget, kadang jutek abis. Kadang ada tahi lalatnya, kadang enggak. Kadang ketawa sambil megang rambut, kadang ketawa sambil megang kening. Nah loh?

Ada yang tahu jawabannya kenapa? 😀

Jawabannya ada di dalam cerita. Tapi nggak di akhir, melainkan di tengah.

Soal cewek bernama Ayara ini juga ada hubungannya sama Raja. Dia pacar Raja, tapi ya agak rumitlah. Susah ini mah jelasinnya biar nggak spoiler ya 😆 Bahahaha. Ya makanya baca sendiri deh. Pokoknya plotnya belibet antara Rasi, Raja dan Ayara.

Setelah melalui banyak liku-liku, akhirnya happy endinglah pokoknya.

Review

Buku ini sudah saya dapatkan sekitar akhir tahun 2014 kalau nggak salah. Tapi baru kebaca sekarang 😆 Maafkan aku ya Teh Eva. Maklumlah, aku orangnya gampang tergoda. Hehehe. Jadi kebaca yang lain dulu deh.

Anyway, here is my review.

Pertama, premis Teh Eva. Saya sih baru baca Dunia Trisa sama Twiries. Kalau Twiries sih nggak bisa saya review premisnya ya 😆 Dan baca calon naskah yang terbaru. Keunggulan Teh Eva, premisnya memang biasanya kuat banget.

Begitu juga yang ini. Kisah tentang sepasang kembar (yaaahhh, akhirnya harus spoiler nih 😀 ), yang silih berganti datang ke Rasi, dan membuat Rasi bingung. Btw, ini berdasarkan pengalaman pribadi pasti ya 😆 Iyain aja karena emang iya kan? Hahaha *dijambak Teh Eva* Tapi ternyata salah satunya bukan manusia biasa.

Lalu Ayara, adalah pacar Raja. Tapi dia adalah kekasih Raja yang bukan manusia biasa itu. Dan dia agak-agak nggak bisa menerima kenyataan. Jadi yang jadi ‘sasaran’ kembarannya Raja yang manusia biasa. Deuh, blibet yak hahaha. Sekali lagi saran, baca aja novelnya.

Novel ini tentang cinta, persaudaraan (terutama saudara kembar identik), persahabatan, keluarga dan tentang jati diri. Konfliknya padaaaat banget, datang susul menyusul. Istilahnya, hmmm … ya cocok banget sih dengan judulnya yang ‘Love Puzzle’ itu. Jadi pertama kita disodorin papan kosong, lalu kepingan-kepingan puzzlenya dilemparkan pada kita secara random. Wusss wuss wusss. Belum sempat nyusunin ke papan, udah ada kepingan lain yang ditambahkan lagi. Seru sih. Kalau kamu penggemar puzzle, pasti seneng banget liat kepingan-kepingan puzzle yang berserakan gitu. Lalu penginnya sih disusun sendiri hingga membentuk satuan utuh. Nah, sayangnya di sini, Teh Eva nggak telaten ‘menyembunyikan’ puzzle-puzzlenya. Baru ada kepingan baru yang disodorkan, eh Teh Eva udah ngasih tahu itu ditaruh di sebelah mana 😆 Jadi semacam, “Yahhh, kok udah dijawab.”

Mungkin juga karena konflik yang sangat padat inilah sehingga membuat pembaca seperti nggak diajak terlibat dalam cerita. Pembaca ya hanya jadi penonton. Semua fakta sudah disuguhkan. Itu terjadi juga ke saya. Sampai agak di tengah akhirnya saya udah nggak usaha lagi buat ikut mikir. Akhirnya ya udah, rasanya jadi baca buku biasa aja. Padahal saya pengin sama-sama Rasi menyusuri karakter Raja yang menarik ini 😀

Seperti misalnya nih, kenyataan bahwa Raja ini kembar. Ugh terlalu cepet dikasihtahunya 😆 Saya udah nebak, tapi kaget aja kok udah dikasih fakta itu begitu cepat 😀 Dan aduh, betapa hidup Rasi ini diselimuti kebetulan demi kebetulan ya. Kebetulan ketemu Raja di atap BIM itu masih oke. Kebetulan ketemu Ayara yang tersesat ke sekolah Rasi itu hmmm … Kebetulan ketemu Raja kedua di klub basket yang sama dengan Retha itu hmmmmm … Dan hmmmm hmmmm lainnya 😆 Piss ya Teh *acungin salam dua jari*

Tapi alur cepatnya, bikin saya nggak bisa berenti baca sampai selesai, saudara-saudara! Bawaannya penasaran terusssss jadinya harus balik halaman terus nggak bisa berenti sama sekali. Alhasil, saya yang kecepatan bacanya lelet ini, jadi bisa selesaikan dalam waktu 3 hari saja. :mrgreen: Cakeplah cara Teteh biar pembaca nancep terus di buku.

Dan aduh, saya merasakan banget pedihnya Raja. Bagaimana dia kehilangan jati diri karena ulahnya sendiri. Bagaimana dia harus berpura-pura menjadi orang lain. Sedihnya karena dia sebenarnya dianggap nggak pernah ada bahkan mati 😦 Hiks. *peluk Raja* #lah Sedih pokoknya di situ 😦

Tokoh dan Karakter

  1. Rasi. Cewek SMA suka fotografi, menjadi fotografer untuk mading sekolahnya. Kegemarannya memotret ini nggak sekadar diceritakan sambil lalu aja sik. Bahkan Rasi membuktikan salah satu Raja adalah bukan manusia biasa dengan kameranya. Detail ini menarik buat saya. Artinya karakternya yang suka memotret nggak cuma asal dicomot saja oleh penulis. Tapi ya ada maksudnya gitu. Rasi ini periang, ceria, dan konon sedari kecil memang dianugerahi keistimewaan mampu melihat hal-hal yang tak kasat mata.
  2. Raja Iskandar Agusta dan Raja Alexander Agusta. Saya suka cara Teteh kasih nama si kembar ini. Kemarin saya sempat ngintip di GR, ada yang bilang nama ini jauh banget meski sama-sama ada Raja dan Agusta-nya. Hmmm, FYI, Iskandar dan Alexander ini nama yang sama dan identik lho. Macam Iskandar Agung yang juga dipanggil dengan nama Alexander Agung. It’s identical. Anyway, dua kembar memang dua pribadi yang berbeda. Teteh sudah pasti jeli banget dengan karakter kembar ya. Saya nggak usah komen lagi deh 😆 Dua pribadi pasti dua sifat dua kebiasaan dua kemampuan, pokoknya kembar meski wajah sama, tapi tetep aja beda.
  3. Ayara, cewek berwajah oriental. Dibilang kayak boneka Jepang. Putih pucat. Rapuh luar dalam. Sakit-sakitan sejak kecil. Pokoknya cewek lemah deh 😆 Eikeh sebenarnya gemes banget sama karakter yang kayak gini mah. Too fragile to be true. Hahaha. Tapi kayaknya ya memang ada ya jenis yang kayak gini 😀
  4. Tokoh-tokoh lain kayak teman se-geng Rasi cuma selewat aja. Nggak terlalu kentara karakternya. Paling yang agak kelihatan itu ayah dan ibu Raja. Keduanya juga susah menerima kenyataan bahwa mereka telah kehilangan salah satu anaknya. Tapi untunglah ada Rasi yang membereskan semuanya.

Quotes

  1. “Rasi, apa yang terlihat bisa menipu, tapi hati selalu tahu kebenarannya. Selalu dengarkan kata hatimu, ya.” (hal. 96)
  2. Begini rasanya kehilangan bahkan ketika tidak pernah memiliki. (hal. 140)
  3. Jangan selalu ragu dengan apa yang kamu rasa dan pikirkan. (hal.167)
  4. Aku terlalu takut kalian membenciku, takut tidak lagi dicintai. Karena apa yang kalian lihat selama ini sudah kalian anggap adalah aku apa adanya. (hal. 184)
  5. Sekarang ada aku … Ada orang yang menganggap dan menginginkanmu hidup sebagai dirimu sendiri. Kamu enggak sendirian lagi. (hal. 217)

Overall

Kisah yang rumit, diselesaikan dengan cukup sederhana: penerimaan diri secara ikhlas. Konflik padat, hingga tak sempat membuat bosan. Dialog yang mengalir, membuat kita bisa membayangkan setiap adegan secara visual di dalam kepala. Good job, Teteh 🙂

Tiga setengah dari lima bintang yang saya punya 😉

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Mbak Raaa, makasih banget apresiasinya ^_^
    InsyaAlloh bakalan berusaha terus supaya bisa menulis lebih baik XD

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s