Reborn

IMG_4138Judul: Reborn
Penulis: Harninda Syahfitri dan Ifnur Hikmah
Editor: Fanti Gemala
Desain Cover & Ilustrasi: Dyndha Hanjani Putri
Penata Isi: Putri Widia Novita
Tebal: 246 halaman
ISBN: 978-602-251-900-3
Penerbit: Grasindo

Blurb

Ealah iya. Nggak ada blurb 😆

Alur Cerita

Kanayagati, atau yang biasa disapa Gati, adalah seorang gadis manis yang punya bisnis kedai ini baru saja ditinggalkan oleh sahabatnya, Muara. Dalam kesedihan itu, Gati bertekad untuk mewujudkan mimpi Muara yang terakhir, yaitu mendapatkan desain gaun pengantin dari Gianna Bonatti, seorang desainer mode terkenal dari Milan Italia. Dan untuk mewujudkan mimpi itu, Gati harus terbang sendiri ke Milan, padahal dia punya fobia berada di tempat asing dan bepergian sendirian. Nah loh.

Muara dan Gati berkenalan melalui Alde. Alde ini adalah sahabat yang diam-diam dicintai oleh Gati. Tapi ya gitu deh, Gati kena friendzoned. Alde malah datang memperkenalkan Muara. Tapi, berlawanan dengan maksud Alde, Muara dan Gati malah bersahabat sangat akrab. Muara malah kemudian pindah untuk tinggal bersama Gati di kedainya. Begitu dekatnya Gati dan Muara, hingga Muara tahu bahwa Gati mencintai Alde. Muara ‘menyerahkan’ Alde pada Gati, karena dia sendiri merasa waktunya hidup tak akan lama. Gati sendiri tak tahu bahwa Muara sakit, dan ini menjadi penyesalannya yang terbesar. Karena penyesalan inilah maka Gati nekat berangkat ke Milan sendirian, tak memedulikan fobianya.

Di Milan, dengan segala kemujurannya, Gati bertemu dengan Luca. Luca ini ternyata adalah adik dari Gianna Bonatti. Kemudian cerita menggelinding dengan cepat. Bagaimana Gati akhirnya ikut ke rumah Gianna Bonatti di Cassina de’ Pecchi, hadir saat pemakaman ayah Luca dan Gianna, hingga hubungannya semakin dekat dengan Luca.

Pada bagian lain, Luca diceritakan adalah seorang Italia yang ‘melarikan diri’ ke Indonesia. Tekanan dari ayahnya sejak kecil membuatnya memutuskan untuk pergi selamanya dari rumah. Kalau dari sudut pandang Gati, ceritanya berputar antara cerita cinta segitiga antara Gati – Alde – Muara, persahabatan Muara, dan bibit cinta Gati dan Luca, pada sudut pandang Luca, cerita berputar antara konflik keluarganya.

Karena ayahnya meninggal, akhirnya Luca kembali ke Milan. Di luar Chiara, butik milik Gianna itulah, Luca bertemu pertama kali dengan Gati. Ternyata Luca juga sedang berusaha move on dari cinta pertamanya. Namun dengan support dari Gianna, Luca memang lantas melupakannya. Karena Gati, tentunya.

Maka setelah semua urusan selesai Luca pun kembali ke Indonesia.

Ketemu lagi sama Gati dong?

Baca sendiri sajalah 😀

Review

Buku ini merupakan salah satu buku yang saya baca cikal bakalnya, tanpa saya ngeh kalau mau jadi buku. 😆 Hahaha. Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu, Ninda mengirimkan salah satu bab awal ke saya dan menanyakan pendapat saya. Dan apa jawaban saya waktu itu? Saya suka nama tokohnya, Gati dan Muara. Saya juga suka ceritanya yang beralur sangat cepat. Tapi waktu itu saya cuma disodorin sedikiiit sekali dari keseluruhan draft, jadi masih banyak tanda tanya yang muncul.

Dan kemudian, buku ini terbit.

Terbagi dalam dua bagian yang ditulis oleh masing-masing penulis, dengan kover baju pengantin perempuan untuk bagian Gati, kover baju pengantin pria untuk bagian Luca, novel ini konsepnya menarik. Duetnya nggak sekadar bergantian menulis tiap bab seperti yang sering saya baca, tapi masing-masing menulis dari sudut pandang yang berbeda, yang pada akhirnya bertemu di satu titik.

So, kalau membaca bagian Gati dan rasanya ada bagian cerita yang missed, kamu akan menemukan jawabannya di bagian Luca. Jadi memang harus dibaca keduanya supaya bisa nyambung. Cukup keren.

Alur cerita Reborn sangat cepat, terutama kerasa sekali di bagian Gati. Khas banget seorang Ninda. Saya suka karakterisasi orang-orang di sekitar Gati, seperti Mbak Sari yang bisu tuli, atau Mas Awan yang kemayu. Saya juga suka fobia yang Ninda pilih untuk dilekatkan pada Gati, meski kalau ada penjelasan mengapa fobia tersebut diidapnya pasti akan lebih lengkap rasanya.

Di beberapa bagian kening saya agak berkerut, karena saya seperti kehilangan detail-detail yang bisa membangun visualisasi dalam kepala saya akan cerita yang sedang berlangsung. Agak ngganjel aja gitu. Beberapa hal juga kayaknya terlalu kebetulan tanpa penjelasan, seperti peran keluarga Rahman itu. Mereka benar-benar selalu datang di waktu yang sangat tepat. Iya nggak sih? :mrgreen: Saya cuma membayangkan saja, jika keluarga Rahman dicoret dari cerita, lalu malah digantikan dengan perjuangan Gati melawan fobianya, kira-kira akan lebih seru nggak ya?

Dan, sewaktu saya baca bagian Luca, maaf, saya skimming karena ceritanya banyak yang mengulang adegan yang saya baca di bagian Gati. Terutama saat mereka sudah ketemu. Jadi, saya nggak begitu memerhatikan terlalu detail.

Quotes

  • Tapi penting atau tidak buat kamu, selama masih dibutuhkan orang-orang, tidak ada ruginya kamu peduli sedikit pada mereka. (hal. 55)
  • What’s in the past is already in the past. Kita bisa kan memulai hidup baru? (hal. 85)
  • Aku belajar banyak selama berada di Italia. Salah satunya, menghargai orang-orang sekitar. Sebagai manusia, kita pasti membutuhkan teman bicara. Dan bagaimana caranya agar mereka mau jadi teman bicara, kita harus menghargai mereka lebih dulu. (hal. 118)

Overall

Ini novel ringan yang bercerita tentang persahabatan, dan bahwa betapa berharganya seseorang yang bisa menjadi teman bicara. Betapa kita sering mengabaikan orang-orang dan kemudian merasa kehilangan saat mereka tak ada. Gati kehilangan kedua orangtuanya, meski keduanya masih hidup karena mereka terlalu sibuk sendiri. Luca mengabaikan ayahnya hingga ayahnya meninggal. So ironic.

Rating

Tiga dari lima bintang yang saya punya 🙂

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s