Awaiting You

IMG_4255Judul: Awaiting You
Penulis: Nadya Prayudhi
Editor: Herlina P Dewi
Proof Reader: Weka Swasti & Tikah Kumala
Desain Cover: Theresia Rosary
Layout Isi: Arya Zendi
Tebal: 260 halaman
ISBN: 978-602-7572-40-9
Penerbit: Stiletto Book

Blurb

Hilang!

Sam, suami Amora, sang chief editor Majalah Fashionette, mendadak hilang. Di tengah kekalutan dan kekacauan hidupnya, Amora dihadapkan berbagai macam ujian: anaknya bermasalah di sekolah, didekati Lody si brondong di kantornya, mendapat simpati berlebihan dari sahabat sang suami, bertemu kembali dengan cinta lama, dan diteror oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya. Semua itu membuat dirinya semakin frustrasi hingga akhirnya Amora memutuskan cuti sementara dari pekerjaannya.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan foto-foto baru yang diunggah ke laman Facebook Sam–yang membuat Amora semakin bertanya-tanya:

Ke manakah Sam? Apa yang terjadi padanya?
Jika dia masih hidup, mengapa tidak menghubungi Amora?
Akankah dia pulang? Atau, akankah dia menghilang selamanya?

Review

Mau ikutan Monday Flashfiction‘s Reading Challenge lagi ah! Kebetulan tema untuk Reading Challenge bulan September ini pas banget untuk novel Awaiting You ini, yaitu buku setebal 200 – 300 halaman. Awaiting You ini punya tebal 260 halaman. Ahseeekkk …

Baiklah. Langsung aja kita jawab pertanyaan wajib dari Monday Flashfiction’s Reading Challenge yuk.

Kesan yang kamu harapkan saat ingin membaca bukunya?

Well, sebenarnya saya ikut membaca naskah ini pada saat masih mentah, belum jadi, baru keluar dari oven aka masih berupa draf kasar yang dikirim langsung dari penulisnya πŸ˜€ Waktu itu sih saya diminta oleh Bu Pimred untuk ikut membaca, dan ikut memutuskan apakah novel ini layak terbit atau enggak. Sebenarnya itu juga bukan wilayah kerja saya sih, tapi ya mungkin Bu Pimred pengin ada point of view dari seorang ‘pembaca’ di luar jajaran editor :mrgreen: Maka, jadilah saya baca draf naskahnya.

Sebelum mulai membaca, saya sudah dikasih semacam bocoran sinopsis dulu oleh Bu Pimred, novel ini tentang apa. Dan dari hasil curi dengar diskusi antar editor, saya juga tahu kelemahan dan kelebihan calon novel ini dari sudut pandang mereka. Maka, saya kira, saya ya paling hanya melengkapi saja. πŸ˜€

Jadi, saya menyanggupi tugas pertama saya untuk ikutan baca.

Kesan yang kamu dapatkan setelah membaca bukunya?

Dan, mmmmm, draf pertamanya sih cukup banyak bolongnya πŸ˜† Tapi, saya menemukan keunikan tersendiri dalam novel Awaiting You ini, yaitu pada konflik. Konfliknya memang sepertinya, sependek saya tahu, belum banyak diulik. Bahkan more or less, I somehow feel related. Bukannya suami saya hilang kayak Sam sih πŸ˜† Tapi saya ngerti bener, gimana repotnya kerja dan masih ngurus anak yang sekolah. Oke, berhenti di sini sebelum telanjur curhat.

Memang banyak plot dan konflik lain yang datang mengelindan konflik utama, sebagai akibat dari konflik utama. Dan, untungnya Mbak Nadya berhasil tetap fokus di konflik utamanya, dan menyelesaikannya, meski bikin rada sedih.

Intisari dari buku tersebut apa aja?

Alkisah, Amora, sang pemimpin redaksi majalah Fashionette (oh, aku suka banget pemilihan nama majalah ini. Sumpah!), sedang galau karena Sam, suaminya, mendadak hilang. Sam pamit akan pergi mengurus bisnisnya ke Jepang, namun dia tak pernah sampai di sana. Malah dari hasil penelusuran Amora kemudian, Sam tak pernah meninggalkan Hongkong, di mana pesawatnya pernah transit.

Teka-teki menghilangnya Sam ini menghantui Amora dari awal novel sampai akhir. Semua permasalahan yang berawal dari ‘menghilangnya Sam’ ini satu per satu muncul. Anaknya bermasalah di sekolah, didekati Lody, fotografer baru di kantornya yang masih brondong, kegalauannya hingga harus mempertimbangkan untuk resign dari jabatan, hingga masa lalu yang datang kembali. Semua-mua muncul gara-gara Sam menghilang.

Anehnya, sekali dua kali, Sam mengunggah foto (meski tak menampakkan diri) ke beranda Facebook-nya. Menampakkan lokasi-lokasi tertentu, semacam meninggalkan ‘pesan’ untuk Amora. Namun, ini malah membuat Amora semakin gila. Kebayang nggak sih, dicariin, bukannya pulang malah pamer foto lokasi keren di Hongkong. Malesin! *ikut emosi* Amora sampai pergi ke Hongkong sendiri buat nyari Sam.

Kemudian dengan bantuan seorang detektif sewaan, Amora akhirnya menemukan titik terang.

Akankah Amora ketemu dengan Sam? *zoom in zoom out ala sinetron*

Tokoh-tokoh yang ditonjolkan dalam buku tersebut siapa saja dan menurut kamu, karakter mereka bagaimana?

Nah, saya nggak akan bahas karakter Amora dan Sam, sebagai tokoh utama di sini. Hahaha. Karena perhatian saya fully distracted sama karakter lain, bukan karakter utama, tapi ngegemesin pisaaaan! πŸ˜†

Yang pertama adalah Finisya. Dia ini asistennya Amora. Cantik, mirip artis Korea. Digandrungi oleh sebagian besar laki-laki yang bekerja di Fashionette. Lucunya, dia bertekad untuk berjodoh dengan pria bule saja. Dan untuk itu, Fini selalu berusaha ngomong bahasa Inggris, tapi salah πŸ˜† Ya Tuhan. Obrolan Fini dan Amora selalu bisa bikin saya ngekek. Berikut sedikit saya kutipkan yah.

“Sudah pada ngumpul ya, Fin?”
“Yes, Ma’am. Already. They is waiting for you.”
“They ARE!” Amora mengoreksi grammar Fini.
“Oops! Sorry, Ma’am. They ARE waiting with you.” Fini meralat ucapannya.
“Fini! Waiting FOR you.”
“Sip, Bu. I love you too,” canda Fini dengan wajah innocent.

Saya langsung ngakak di bagian itu πŸ˜†

Somehow, Fini mengingatkan saya pada tokoh Onis, kesayangan saya, di novel Daisuki Da Yo, Fani-Chan punya Winda Krisnadefa deh. Pengin pacaran sama bule, lalu sok-sokan ngomong bahasa Inggris, tapi belepotan dan tetap pede! πŸ˜† *kemudian ingat adegan Onis dan Fani di bus, dan ngomongin orang yang dicurigai pencopet*

Tokoh kedua, adalah Beamy. Dia ini sahabat Amora paling baik deh. Berbadan besar, drummer, dan baiiiikkk banget. Dia paling nggak suka kalau ada yang gangguin Amora. Pokoknya dia ‘Teddy Bear’ banget deh! Tempat curhat, tempat gemes-gemes, tempat bersandar kalau pengin nangis. Nah, suatu kali Amora mengunjungi Beamy di Singapur. Beamy ini pengonsumsi Tolak Angin garis keras. Karena di Singapur susah dapetinnya, jadi dia minta dibawain sama Amora. Tahu kan, Tolak Angin itu kalau mau diminum dikocok dulu. Nah, Beamy ini lupa ngocok. Udah langsung telen, setelahnya baru nyadar. Dan dia akhirnya loncat-loncat buat ngocok Tolak Angin yang udah ada di perutnya πŸ˜† Cara Mbak Nadya menceritakan adegan ini lucu banget πŸ˜† Saya jadi ikutan ngekek bareng Amora πŸ˜†

Alur ceritanya bagaimana? Maju, mundur atau maju mundur?

Alurnya mainly maju. Beberapa kali mundur, hanya untuk flashback sedikit saat Amora mengenang ini dan itu. Paling jauh mundurnya sih ke saat Amora kuliah ya.

Kamu β€œgreget” nggak sama ending-nya? Apa sesuai dengan harapanmu?

Endingnya, oke bocoran sedikit, nggak happy. Nggak seperti ending novel pada umumnya. Tapi dengan sad ending itu justru Mbak Nadya semacam membuka peluang untuk menulis sekuelnya πŸ˜† Iya, endingnya nggak happy, tapi terbuka sehingga kalau pembaca mau mengimajinasikan lanjutannya bisa saja ditutup dengan happy ending πŸ™‚

Aku suka banget endingnya πŸ™‚

Apa manfaat yang kamu peroleh setelah membaca buku tersebut?

Hmmm, well. Satu hal, bahwa perempuan itu memang makhluk kuat ya. Mau diterpa konflik kayak apa, nangis sih iya. Berurai air mata itu pasti. Tapi setelah menangis, mereka akan segera bangkit dan langsung punya rencana baru πŸ™‚ We’re tough indeed!

Kalau kamu ditakdirkan bertemu langsung dengan penulisnya, apa yang kamu ingin sampaikan padanya berkaitan dengan bukunya yang telah kamu baca?

Minta tanda tangan πŸ˜€ Saya sih udah sering email-emailan sama Mbak Nadya, tapi kalau ketemu pribadi ya saya ingin mengucapkan terima kasih karena udah nulis novel Awaiting You yang sarat dengan semangat girl power ini πŸ˜†

Berapa rating-mu untuk buku-nya?

Tiga setengah bintang πŸ™‚

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s