Time Out dalam Parenting

IMG_4256Judul: Time Out dalam Parenting – Mengasuh Anak itu Mudah dan Menyenangkan
Penulis: dr. Zulaehah Hidayati & Ratihqah Munar Wahyu, S.Si
Editor: Yuki Anggia Putri dan Nickyta Pramudia
Ilustrator: Rinaha Archii
Desainer Sampul: Yudi Nur Riyadi
Tebal: xiii + 150 halaman
ISBN: 978-602-7596-79-5
Penerbit: Esensi

Blurb

Kemampuan mengekspresikan emosi dan kemauan dengan tindakan dan ucapan adalah salah satu indikator mental dan emosional anak yang sangat dibutuhkan bagi perkembangannya. Namun, bagaimana jika anak sering tidak mampu mengendalikan emosinya dan berperilaku buruk?

Ledakan emosi atau tantrum bisa terjadi pada siapa saja. Kapan saja dan di mana saja, anak-anak bisa tiba-tiba berperilaku buruk; menangis histeris, membentak-bentak, bahkan sampai menyakiti dirinya sendiri dan orang lain. Orang tua pun sering kehabisan akal menghadapi sikap anak yang terus-menerus tidak kunjung berubah dengan berbagai cara, mulai dari peringatan halus hingga cara yang keras. Hasilnya? Lebih sering menyebabkan konflik lanjut antara anak dan orangtua daripada menyelesaikan masalah.

Maka itu, ledakan emosi dan sikap buruk anak harus segera ditangani dengan benar agar tidak terbawa dan menyebabkan masalah yang lebih kompleks ketika mereka beranjak remaja dan dewasa. Salah satu teknik yang tepat dan telah terbukti adalah dengan teknik timeout.

Ditulis oleh dr. Zulaehah Hidayati (pendiri RUMAH PARENTING) bersama dengan Ratihqah Munar Wahyu, S.Si (pengelola komunitas homeschooling ITB Motherhood), buku Time Out dalam Parenting mengulas dan menguak seluk beluk, pemahaman, serta teknik dalam mempraktikkan time out bagi orangtua untuk membimbing pengendalian emosi, menghilangkan perilaku buruk, dan menanamkan perilaku baik kepada anak dalam berbagai kondisi dan segala situasi. Buku ini juga dilengkapi dengan materi praktik time out di lingkungan sekolah PAUD berdasarkan penjelasan dari kontributor ahli, Anna Musdalifah, S.Pd (guru TK dan praktisi PAUD berpengalaman). Time Out dalam Parenting akan memberikan solusi yang membuat pengasuhan dan pendidikan anak menjadi mudah dan menyenangkan.

Review

Dulu, kalau nggak salah di MetroTV, setiap Sabtu sore ada tayangan The Nanny. The Nanny ini acara reality show, yang melibatkan keluarga-keluarga kacau di AS. Maksudnya keluarga kacau ini adalah keluarga-keluarga yang nggak mampu meng-handle anak-anaknya hingga anak-anak ini begitu tak terkendali dan banyak di antaranya sampai berkelakuan buruk. Ada 4 nanny (atau pengasuh) utama dalam serial ini, yang dikirimkan ke rumah-rumah keluarga kacau tadi dan membantu orangtua menerapkan parenting yang benar. Biasanya sih, endingnya, tentu saja misinya berhasil. Keluarga tersebut menjadi keluarga yang teratur dan akhirnya penuh dengan cinta.

Saya dulu penonton setia serial ini, meski waktu itu saya masih berstatus gadis.

(((Gadis))) ~ πŸ˜† *ngekek*

Well, anyway, kembali ke parenting dan The Nanny.

Ada banyak ilmu saya dapatkan dari serial itu. Saya tahu ilmu itu akan berguna suatu saat nanti. Salah satunya, saya tahu mengenai teknik time out.

Dalam buku ini dikupas mendalam mengenai teknik time out ini. Tak hanya bagaimana kita mempraktikkannya, tapi bahkan dari sangat awal, yaitu memahami apa itu amarah.

Time out merupakan cara untuk mengendalikan kemarahan dan menghentikan perilaku buruk anak dengan memberikannya kesempatan untuk menenangkan diri dan memikirkan kembali perbuatan yang dilakukannya. (hal. 48

Jadi, time out ini sebenarnya bukanlah ‘hukuman’ seperti yang dipikirkan oleh banyak orang selama ini, tapi merupakan upaya orangtua untuk mengajarkan mengenai anger management kepada anak. Nah, karena ini merupakan upaya untuk mengelola emosi, maka bener banget kalau kita mulai dari memahami apa itu amarah, dan buku ini memang mengupas dari awal banget yaitu dari mana sih tercipta rasa amarah.

Terdiri atas 7 bab, yaitu:

Bab. 1 – Marah.

Dari sinilah kita mengawali kalau kita ingin menerapkan teknik time out ini, yaitu mengenal definisi marah, dan setelahnya kita akan dikenalkan pada Rantai Marah. Kita juga diajak untuk mengenali beberapa faktor penyebab marah. Tujuannya tentu saja, supaya kita bisa memahaminya dan kemudian bisa menghindarinya. Dilanjutkan dengan dampak kebiasaan marah yang mungkin terjadi jika kita tak segera mengelola emosi tersebut dan bagaimana mengendalikan amarah.

Bab. 2 – Kemarahan pada Anak

Kemarahan merupakan salah satu bentuk emosi negatif yang bisa mendorong seseorang untuk berperilaku destruktif atau merusak. (hal. 22)

Setiap orang mengalami kemarahan dengan kadar yang berbeda-beda, demikian juga pada anak. Dalam bab ini kita akan tahu bagaimana perkembangan emosi anak seiring pertumbuhannya, apa yang menyebabkannya, dampaknya hingga bagaimana mengendalikannya.

Bab. 3 – Perilaku Buruk pada Anak

Kemarahan yang dibiarkan tak dikelola pada anak bisa memicu perilaku yang buruk, misalnya memukul, menendang, berteriak-teriak dan lain-lain. Semua emosi tersebut tak akan timbul dengan sendirinya. Selalu ada pemicu. Di bab inilah kita akan tahu, bahwa ada 2 faktor penyebab perilaku buruk pada anak yaitu faktor internal dan eksternal.

Bab. 4 – Teknik Time Out: Mengendalikan Marah & Menghentukan Perilaku Buruk pada Anak

Nah, di sinilah kita mulai dikenalkan dengan teknik Time Out, dari mulai definisi, mengapa teknik ini dianggap mampu mengubah perilaku buruk anak, kapan dan di mana time out bisa dilakukan, manfaatnya hingga beberapa permasalahan yang mungkin timbul selama teknik time out diterapkan.

Bab. 5 – Menanamkan Perilaku Baik

Seiring penerapan teknik time out, orangtua juga disarankan untuk mulai menanamkan perilaku baik pada anak. Banyak yang bisa kita lakukan saat melatih anak berperilaku baik ini. Apa saja tepatnya yang bisa kita lakukan? Hmmm, saya nggak akan bocorin banyak-banyak, tapi ada satu yang saya sepakat banget nih. Yaitu pemberlakukan aturan keluarga, di mana aturan tersebut dipatuhi oleh semua anggota keluarga, tanpa terkecuali. Aturan keluarga ini sebaiknya sih dibicarakan bersama ya, agar dicapai kesepakatan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan. Kita juga harus mempersiapkan konsekuensi dan reward berkaitan dengan pemberlakuan aturan keluarga ini. Hmm, menarik! Yang belum saya punya hanya konsekuensi dan reward yang konsisten, kadang masih semaunya πŸ˜† Okelah, ntar kita coba! Semangat!

Bab. 6 – Praktik Time Out di Rumah

Nah, sekarang kita sudah tahu nih apa itu time out, jadi sekarang waktunya kita praktikkan πŸ˜€ Ternyata nggak asal praktik juga, kita harus ada tahap persiapan dulu, lalu setelahnya kita juga harus ada tahap evaluasi, sampai sejauh mana ini bisa berefek ke anak-anak. Nice!

Bab. 7 – Praktik Time Out di PAUD

Di bab ini kita akan diberi gambaran bagaimana menerapkan teknik ini di PAUD. Hmm, saya sih bukan pengurus PAUD, but it’s good to know lah bagaimana aplikasi teknik ini seandainya benar dipraktikkan di PAUD. Jadi mengingat-ingat nih, dulu PAUD-nya Anggit Ajeng nerapin ini nggak sih ya? Lupa.

Well, anyway, memang nggak pernah ada sekolah untuk menjadi orangtua yang baik. Yang bisa kita lakukan ya hanya belajar dari artikel-artikel atau buku-buku parenting yang bermutu. Lalu pilih pilah, mana yang cocok dan bisa kita praktikkan. Yang oke ya kita coba, yang nggak cocok ya udah tinggalin.

Teknik ini adalah salah satunya yang bisa kita coba. Tak hanya kita bisa meredam kemarahan pada anak, sekaligus kita bisa mengajarkan anger management pada kita PLUS kita juga belajar sabar dan konsisten πŸ™‚

Nice one!

Rating

Tiga setengah dari lima bintang yang saya punya πŸ™‚

Mau tahu selengkapnya tentang buku ini, bisa langsung ke sini yah.

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s