Hilangnya Maryam dan Perkara-Perkara Lain

C360_2016-04-16-08-20-04-939Judul: Hilangnya Maryam
Penulis: Cappucinored, Danis Syamra, Harninda Syahfitri, Petronela Putri, dll
Penyusun: Danis Syamra
Proofreader: Putri Widi Saraswati & Harninda Syahfitri
Desain Sampul: Dy Lunaly
Ilustrasi: Dy Lunaly
Tebal: 170 halaman
Penerbit: Nulisbuku

Blurb

Dunia mengenai perempuan adalah hal yang tidak pernah habis untuk diselami.
Ada begitu banyak kisah tentang perempuan yang tidak pernah habis untuk diceritakan kembali.

Di buku ini terhimpun 12 cerita mengenai dunia perempuan yang ditulis oleh 12 penulis muda yang mencoba untuk memperlihatkan sisi lain perempuan. Memperlihatkan dunia dari mata tokoh-tokoh perempuan yang ada di dalam cerita.

Pilihlah tempat yang tepat untuk menyelami seluk beluk dunia perempuan yang (katanya) rumit. Mungkin setelah membaca buku ini, kamu akan memahami mengapa dunia perempuan terasa begitu rumit.

Review

Ya ampun. Tahun ini kayaknya bakalan menjadi tahun saya paling miskin baca buku. Sampai dengan April saya hanya khatam 1 buku, itu pun karena novel yang diterbitkan oleh Stiletto Book. Ini adalah buku kedua yang saya selesaikan. Yang mana harusnya sih juga sudah saya selesaikan sejak dulu kala.

Oh ya sudahlah ya.

So, buku ini adalah kumpulan cerita pendek. Jadi, sekalian saja saya tulis untuk menjawab Reading Challenge Monday Flashfiction yang kebetulan mewajibkan kita membaca kumpulan cerpen untuk April ini. Agak aneh sih, karena salah satu cerita pendek dalam buku ini adalah cerita yang saya tulis. Tapi, saya akan mencoba menulis review buku ini dari sudut pandang seorang pembaca biasa.

Kesan yang kamu harapkan saat ingin membaca bukunya

Tagline dari kumpulan cerpen ini adalah tentang perempuan. Dulu awalnya saya melontarkan ide memang kepada teman-teman untuk membuat sekumpulan cerita dengan tokoh utama perempuan, namun tokohnya ini haruslah perempuan yang kuat. Bukan perempuan yang menye-menye, menderita, nangis, lebay dan seterusnya. Ide tersebut lahir, karena saya selalu dan baru saja menyelesaikan membaca kumpulan cerita yang juga tentang perempuan, tapi kenapa juga kaum hawa ini selalu jadi makhluk yang lemah?

Jadi, dengan ide tema seperti ini, saya sih berharap menemukan perempuan-perempuan kuat di dalam buku ini.

Intisari dari buku tersebut apa aja

Ada 12 cerita dalam buku ini. And they are …
1. Lelaki yang Kupeluk Punggungnya – Cappucinored

Berkisah tentang perempuan yang sedang menghadapi perpisahan dengan seseorang yang selama ini “menyangga”nya. Latar belakang Teh Cappucinored aka TehWin memang puisi. Makanya tulisannya di sini juga sangat puitis. Hilang fokus dikit aja akan membuatmu harus mengulang kalimat sampai beberapa kali πŸ˜† Karena memang banyak kalimat indah bertebaran di sini.

Pernahkah musim hujan tak jadi datang?
Sebab ia lupa mengirim pesan-pesan pada awan
Soal rahasia-rahasia paling dalam tentang cinta
Soal ujung kisah-kisah yang dinamai bahagia

2. Rencana – Mandewi

Inti kisahnya adalah seorang perempuan yang sebenarnya cinta banget sama satu lelaki, tapi harus menikah dengan lelaki lain. Dalam perjalanan pernikahannya itu, si perempuan tetep aja nggak bisa move on dari lelaki yang dicintainya. Dan, apa moral of the story? Bahwa perempuan itu memang pembujuk lelaki untuk berdosa πŸ˜† Ingat Adam dan Hawa? Begitulah perempuan dalam kisah MbokDew ini.

Lalu, ada lagi yang menjadikan cerita ini juara. Yaitu lokalitas. MbokDew mengangkat Bali sebagai settingnya. Uwow! Sudah jelas bakalan seperti apa kan? Eksotis!

Sayang. Iya, ada sayangnya. Cuma satu kok. MbokDew itu saya kenal kalau bikin judul cerita biasanya nampol. Kenapa yang ini cuma satu kata doang? Kenapa, MbokDew, kenapa?????!!!!

“Laki-laki itu, Luh, kalau sudah lupa dengan budayanya sendiri bisa jadi linglung. Seolah-olah kedua lengannya ditarik ke dua arah yang berlawanan. Sakit dan bikin bingung. Kamu mengerti, Luh?”

3. 16 September – Carolina Ratri

Skip! πŸ˜† hahahaha ….

4. Hilangnya Maryam – Irfan Harry

Kisah tentang Maryam, si kembang kampung. Perempuan misterius, cantik, bohay, seksi dan seterusnya. Kemisteriusannya justru malah bikin para lelaki desa makin penasaran. Termasuk Prakoso, si tukang susu. Sebenarnya berdua ini saling jatuh cinta, tapi sama-sama masih menahan diri demi tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan gara-gara si Maryam ini jadi idola pemuda. Hingga suatu hari Maryam menghilang. Ke mana? Nggak ada yang tahu. Prakoso tentu saja nyariin. Apakah akhirnya ketemu? Hmmm, tunggu. Bukan Daeng namanya kalau ceritanya nggak nge-twist πŸ˜‰

Pertanyaan pertama yang muncul, kenapa ditulis penulisnya Irfan Harry? Permintaan si penulis? Kenapa?
Dan, kenapa justru masalah itu yang pertama kali mengganggu saya? πŸ˜† Entahlah.

“Aku akui lelaki itu sangat cerdas. Kepalanya ada dua. Yang satu di atas dan punya otak. Satu lagi di bawah dan tidak punya otak. Masalahnya, kebanyakan lelaki terjerumus memakai kepala yang di bawah. Tak heran, pikirannya sekitaran selangkangan melulu.”

5. Candu – Sulung Lahitani

Tentang perempuan yang mencandu lelakinya, meski mengalami KDRT parah. Karena depresinya ini, dia jadi perokok berat. Kemudian ditemuinya seorang terapis untuk menyembuhkan kecanduannya akan rokok. Tapi kemudian ada sesuatu dengan si terapis ini, yang ada hubungannya dengan lelakinya.

Menariknya di sini, Uda Sulung mengambil profesi seniman tato pada si tokoh perempuannya. Unik banget.

Mencintaimu seperti canduku pada tembakau linting. Meluahkan racun hingga jantungku ledak. Namun kunikmati betotannya di tiap isap.

6. Mencari Em – Petronela Putri

Tentang perempuan yang berprofesi sebagai jurnalis kriminal, yang menjalin cinta dengan seorang penjahat kriminal. But, wait, bukan percintaannya yang menjadi masalah dalam cerita Mput ini. Konflik justru ada dalam diri si perempuan … yang sangat complicated.

Btw. Cerita ini kayaknya yang paling berpotensi untuk jadi novel ya :mrgreen: hehe.

Tapi sebuah pandangan sinis dan seringai tajam.
… dari wajahnya sendiri.

7. Senandika – Uni Dzalika

Tentang Ola, perempuan penyuka emas. Dan seorang korban KDRT yang parah. Bersuamikan Sam, yang tadinya romantis dan kemudian berubah drastis. Watch out for the twist. Hey, it rhymes! πŸ˜†

“Aku tidak butuh platina atau apa pun, Sam. Emas, sudah cukup.”

8. Pada Mulanya, Nila Jatuh Cinta pada Sengkuni – Putri Widi Saraswati

Waini nih. Yang paling susah πŸ˜† Khas Widi-lah kalau cerita model beginian. Tentang seorang remaja cewek yang baru saja mengenal rasa cinta. Cuma, (kalau saya nggak salah interpretasi ya) yang dijatuhi cinta ini adalah orang yang salah. Nah, terus ada si ibu remaja ini yang lagi berusaha melindungi si cewek dari rasa cinta yang salah itu.

“Jadi perempuan itu harus baik-baik jaga diri. Jangan kotori diri. Jangan buat kotor.”

9. Negosiasi Sharon – Harninda Syahfitri

Ini barangkali menjadi cerita dengan alur tercepat. Begitu cepat ganti scene juga setting. Tentang perempuan yang bertubi-tubi dapat masalah, tapi kemudian bisa menemukan juga solusi untuk masing-masing masalah tersebut. Uniknya, ternyata setelah saya amati, masalah yang satu itu ternyata menjadi solusi untuk masalah yang lain. πŸ˜† Aduh, bingung jelasinnya. Tapi ya, ini khas Ninda πŸ˜€ Suka liat film CSI, NCIS dan seterusnya itu kan? Plotnya persis seperti itu.

“Lakukan satu per satu. Kamu pasti bisa menyelesaikan semuanya.”

10. Rumah – Danis Syamra

Tentang perempuan muda yang sedang menghadapi persoalan khas mahasiswa yang akan atau baru aja wisuda. Abis ini ke mana? Bukan itu aja sih, “ke mana”-nya itu lebih dikarenakan ada sesuatu yang terjadi dalam keluarganya yang tak bisa dia hindari. Menarik banget konflik batinnya.

Jika saat ini kamu merasa sudah tak lagi memiliki rumah, maka temukanlah rumahmu sendiri. Pastikan bahwa itu adalah sebenar-benarnya rumahmu, dan kamu tidak menyesalinya.

11. Cinta Putih – AA Muizz

Tentang seorang perempuan yang tak juga merasakan jatuh cinta, namun akhirnya bisa juga jatuh cinta. Sayangnya, lelaki yang dijatuhi cinta ini adalah tipe yang … yaaa gitu deh.

“Buat apa menikah kalau aku tak cinta dengan suamiku nanti, Mak??”

12. Rusa Betina – Ratna Rara

Nah, cerita Rara ini adalah cerita kedua yang mengangkat lokalitas. Sudah gitu, setting waktunya juga zaman sebelum Kerajaan Mataram berdiri. Ya pasti waktu itu banyak mitos yang bertebaran di masyarakat ya, apalagi soal perempuan yang lagi hamil. Di situlah Rara bermain cerita. Alkisah, ada perempuan hamil yang suka berburu sedang memburu rusa. Rusa itu akhirnya kena panah. Dan saat itulah “kutukan” itu datang. Kutukan apa? Baca sendiri ya πŸ˜€

“Kamu ataupun calon suamimu nanti, tidak boleh membunuh binatang selama kamu hamil.”

Tokoh-tokoh yang ditonjolkan dari buku tersebut. Siapa saja, dan menurut kamu, karakter mereka bagaimana

Tokoh-tokohnya memang perempuan. Namun sebagian memang menonjol sifat kuatnya, yang lain tetap menunjukkan kerapuhan. Kedua belas perempuan dalam cerita ini punya karakter masing-masing yang sangat berbeda jauh. Jadi, kamu nggak perlu khawatir bosan membaca sekumpulan cerita ini. Karena setiap judul akan menawarkan hal yang berbeda.

Bagaimana alur ceritanya? Maju, mundur, atau maju mundur?

Sebagian cerita menggunakan alur maju, dan sebagian lagi ada yang campuran. Punya saya, 16 September, itu alur campuran.

KamuΒ gregetΒ nggak sama endingnya? Apa sesuai dengan harapanmu?

Ada yang puas, ada yang terasa ngegantung. Ada yang menyisakan kelegaan, ada yang nyesek. Gado-gado banget!

Apa manfaat yang kamu peroleh setelah membaca buku tersebut?

Bahwa perempuan itu ternyata memang benar-benar rumit πŸ˜† Tadinya saya mah menganggap stigma itu apalah apalah. Setelah saya membaca cerita-cerita di buku ini … aeh. Bener. Perempuan itu makhluk rumit.
Dan, kita patut bangga karenanya. πŸ˜†

Kalau kau ditakdirkan bertemu langsung dengan penulisnya, apa yang kamu ingin sampaikan padanya, berkaitan dengan bukunya yang telah kamu baca.

Meski saya udah gaul sama penulis-penulis lain sejak … sejak kapan ya? Satu tahun? Dua tahun yang lalu? Baru beberapa aja yang sudah pernah ketemu langsung. Uda Sulung, Putri Widi, Daeng Harry sama MbokDew doang. Yang lain belum pernah. Semoga suatu hari nanti, bisa ketemu dan ngopi bareng dengan lengkap ya. Amin!

Berapa ratingmu untuk bukunya?

Saya kasih 3.5 bintang untuk berbagai macam rasa yang bercampur aduk di buku ini.

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s