Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

C360_2016-05-21-14-54-08-688Judul: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Penulis: Eka Kurniawan
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
Perancang sampul: @labusiam
Ilustrasi sampul: Ayu Hapsari & @labusiam
Ilustrasi isi: Ayu Hapsari
Pemeriksa aksara: Intan & Nurani
Penata aksara: Archi Tobias Chandra
Tebal: vi + 170 halaman
ISBN: 978-602-291-072-5
Penerbit: Bentang Pustaka

Blurb

“Kalian orang-orang tolol yang percaya pada mimpi.”

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap, dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

Alur Cerita

Buku ini terdiri atas lima belas cerita.

1. Gerimis yang Sederhana

Settingnya ada di Los Angeles. Seorang perempuan, sepertinya keturunan Tiongkok, berjanji ketemuan dengan seseorang (laki-laki) di sebuah restoran. Mei, perempuan itu, nggak juga bisa masuk ke dalam restoran untuk menemui laki-laki itu, karena di pintunya ada seorang pengemis. Mei trauma terhadap pengemis, karena satu peristiwa penting di tahun 1998. Ya, Mei adalah korban dari peristiwa tersebut.
Ending dari cerita ini cukup manis, dan bikin tersenyum.

2. Gincu Ini Merah, Sayang

Tentang seorang perempuan, mantan PSK. Suatu kali nggak sengaja terciduk dalam satu operasi penggerebekan ke lokalisasi. Dia memang sudah bukan PSK lagi sekarang, karena sudah dinikahi oleh salah seorang pelanggannya. Cerita bergulir kemudian ke kilas balik perjalanannya saat masih menjadi PSK dan kemudian menikah.
Ending cerita ini agak ironis, bikin menghela napas. Kenapa laki-laki nggak pernah bertanya alasan perempuan melakukan satu hal, dan lebih memilih sok tahu?

3. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Tentang perempuan patah hati, yang akhirnya nekat pergi dari rumah cuma gara-gara mimpi. Dalam mimpinya, dia bertemu dengan seseorang yang akan menjadi jodoh sejatinya. Jodohnya itu suka berlari di pantai, tepatnya di Pangandaran, diiringi seekor anjing. Secara impulsif, dia pun pergi dari rumah untuk mencari jodoh yang dikatakan mimpinya.
Endingnya, ngegantung tapi nggak kentang πŸ˜† Kerenlah.

4. Penafsir Kebahagiaan

Seorang perempuan, Siti, ikut Jimmi ke Amerika karena iming-iming mendapat uang dengan menjadi teman tidur para mahasiswa Indonesia yang merantau di sana. Suatu kali saat Siti lagi liburan, datanglah Markum. Sementara Siti ternyata hamil, dan nggak jelas siapa bapak janin dalam perutnya. Maka Siti pun merayu Markum, dan mereka pun tidur bersama. Saat anaknya lahir, sepertinya baru ketahuan deh siapa bapak sebenarnya.
Endingnya, ngetwist abis πŸ˜† Sial.

5. Membuat Senang Seekor Gajah

Kalau nggak salah, cerita ini pasti dikembangkan dari tebak-tebakan lawas, “Gimana cara memasukkan gajah ke dalam kulkas.” :mrgreen:
Kampr*t bener ini cerpen. Saya nggak berenti misuh-misuh sampai ke cerita-cerita berikutnya lho πŸ˜† Antara sebel, takjub (karena kok bisa-bisanya penulis mengembangkan cerita dari tebak-tebakan lawas itu), dan kagum. Ah, sudahlah.
Endingnya, ya kampr*tlah πŸ˜†

6. Jangan Kencing di Sini

Bahasannya tentang kebiasaan manusia yang suka kencing sembarangan. Sasha, sebel banget karena sering ada yang pipis sembarangan di area butiknya. Buat dia, itu bisa menghancurkan bisnisnya. Maka, suatu malam dia pun bertekad untuk menangkap basah si orang yang suka pipis ini. Semacam detektif, dia melakukan pengamatan dari dalam mobil. Ndilalah, dia juga kebelet pipis. Nggak mungkin dia pipis sembarangan. Dia juga nggak bisa masuk ke butik, karena kuncinya nggak dibawa. Akhirnya, ya ditahan. Tapi ternyata menahan pipis ini malah jadi kesenangan baru untuknya. Kenapa?
Alasannya menjadi ending cerita ini.

7. Tiga Kematian Marsilam

Kisah Marsilam, laki-laki yang dituduh merupakan anggota partai terlarang Indonesia. Lebih pada rasa sakit mencekit yang timbul akibat asal tuduh itu.
Endingnya, ng … saya agak lost di cerita ini 😦

8. Cerita Batu

Ternyata sebuah batu juga bisa punya kisah ya. Sebuah batu menaruh dendam pada seorang manusia, karena dia telah menjadi alasan seseorang yang lain mati. Padahal si manusia ini yang membunuhnya, tapi karena dia terbebas dari tuduhanlah yang membuat si batu nggak terima. Dia menunggu lama untuk bisa membalas dendam.
Endingnya ironis. Hati-hati sama batu. Mereka ternyata pendendam.

9. La Cage aux Folles

Kisah seorang transgender yang merantau ke Amerika, dan bisa dibilang cukup meraih sukses dalam pekerjaannya sebagai entertainer di sebuah kafe di sana.
Endingnya bikin kita bertanya, apa yang sebenarnya kita cari?

10. Setiap Anjing Boleh Berbahagia

Tentang seorang perempuan yang pengin banget punya anjing. Saat dia merasa sudah bisa bebas merdeka untuk bsia memelihara anjing, ternyata suaminya musuh berat anjing-anjing yang pernah ada di dunia. Alasannya, kamu baca sendiri aja di buku ini. Yang pasti, pada akhirnya perempuan itu memang mewujudkan mimpinya, punya anjing. Tapi sayang … Endingnya bikin meringis miris. Hiks. 😦

11. Kapten Bebek Hijau

Yang ini, cerita anak-anak. Kayaknya cocok nih, buat Blog Dongeng Anak πŸ˜† Kisah seekor bebek yang nggak sengaja berubah bulunya, dari kuning menjadi hijau. Atas saran ibunya, dia pun mencari tanaman kunir raja yang tumbuh di puncak sebuah bukit. Untuk mencapainya, dia harus melalui banyak bahaya dan rintangan. Tapi dia tetap nekad, dia pengin banget mengembalikan warna bulunya menjadi kuning lagi. Mana ada bebek berwarna hijau?
Ending cerita ini juga bikin saya mikir dan merenung lama. *sigh*

12. Teka-Teki Silang

Barangkali ini satu-satunya cerita yang agak-agak misterius di sini ya. Ceritanya tentang Juwita, si master TTS koran. Suatu hari dia menemukan potongan TTS di koran, lalu dia bawa pulang dan diisinya. Awalnya sih semua nampak normal aja. Tapi kemudian keanehan mulai terjadi. Satu per satu ada kejadian yang rasanya sesuai banget dengan urutan dia menjawab dan mengisi TTS yang ditemukannya itu.
Endingnya ngetwist banget. Damn!

13. Membakar Api

Ungkapan ‘membakar api’ merupakan istilah untuk menyebut anggota suatu kelompok (dalam hal ini sekelompok mafia) yang telah menggelapkan uang organisasi. Seorang ayah telah diculik karena dituduh melarikan uang milik mafia di mana dia menjadi anggotanya. Nasibnya entah, sedangkan anak perempuannya sibuk mencari. Suami si anak perempuan ternyata merupakan anak ketua dari organisasi tersebut, akhirnya juga ikut jadi ‘korban’.
Endingnya gantung. Ga puas :mrgreen:

14. Pelajaran Memelihara Burung Beo

Mirah, seorang pekerja migran asal Indonesia di Amerika, kehilangan burung beonya. Sisi lain, dia berusaha mendapatkan green card untuk bisa tinggal dan bekerja secara legal di sana. Untuk itulah, dia akhirnya menikahi seorang pemuda asal San Antonio miskin yang mengadu nasib ke LA untuk menjadi pemusik. Namun akhirnya mereka berpisah, setelah punya anak. Kehilangan burung beo mengingatkannya akan rasa kehilangan anak-anaknya.

15. Pengantar Tidur Panjang

Tentang seorang anak laki-laki yang harus kehilangan ayahnya karena meninggal akibat sakit. Kenangannya akan ayah berjalan seiring dia mengurus segala macam pernik pemakaman ayahnya. Ayah yang sempurna.

Kesan Setelah Membaca

Cerita pendek favorit saya dalam buku ini adalah Membuat Senang Seekor Gajah, Setiap Anjing Boleh Bahagia, dan Kapten Bebek Hijau.

Lho, kok yang ada binatangnya semua ya?

Ahahaha. Nggak sengaja juga sih itu. Buat saya ketiganya punya meaning yang sangat dalam.

Saya mengagumi cerita Membuat Senang Seekor Gajah, karena sangat fresh buat saya. Saya belum pernah membaca cerita yang sejenis seperti ini. Apalagi pengambilan idenya yang sangat extra ordinary.

Setiap Anjing Boleh Bahagia berhasil membuat saya melongo dan menangis dalam hati. Sebegitunya cinta seekor anjing ya, kalau dia merasa sudah pernah berutang budi pada majikannya. 😦 hiks.

Kapten Bebek Hijau membuat kita merefleksi diri. Bahwa kita sudah terlalu banyak nggak mensyukuri apa yang kita punya, dan sebenarnya menjadi kelebihan kita. Dan sibuk mencari hal lain (hanya karena orang lain melakukannya, atau punya). Padahal sebenarnya punya kita itu jauh lebih baik dan bernilai.

Rating

Saya menyukai cara Eka bercerita, terutama di buku Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Tapi anehnya, saya nggak merasakan bookgasm, seperti saat saya membaca buku burung tersebut. Entahlah. Ada beberapa cerita yang saya anggap Eka kenapa terlalu sederhana sekali menceritakannya. Saya merasa, dia seharusnya bisa lebih dari itu.

Tapi ya sudahlah, mungkin Eka memang ingin menonjolkan kesederhanaannya, meski bertuturnya sudah nggak perlu kita pertanyakan lagi.

Saya kasih tiga setengah dari lima bintang untuk buku ini.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. mulyasaadi says:

    Ha ha…lihat review kocak ini jadi lebih tertarik lagi pengen baca.
    Jadi ini kumcer ya, saya kira novel.
    Asli, saya jadi penasaran dengan “Gajah yang senang” itu seperti apa?
    Kumcernya AA Navis yang “Bertanya Kerbau pada Pedati” juga banyak binatangnya Mbak. Siapa tahu juga suka πŸ˜€

    Like

  2. Banyak cerita ya keren ya tapi maknanya dalam ya, pengen baca bukunya

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s