Hororis Causa

ice_2016-10-09-00-15-45-817Judul: Hororis Causa – 13 Kengerian

Penulis: Adellia Rosa, Ade Yusuf, Dian Harigelita, Irfan Aulia, Kikit Azeharie, Lariza Oky Adisti, Mel Puspita, Momo DM, Rendra Jakadilaga, Rendy Doroii, Ryan Pradana, Sigit Harjo

Ilustrasi: Bety Sanjaya, Carolina Ratri, Dian Harigelita, Dicky Maulana, Firman Akbar, Muhtar Rais, Pramoe Aga, Rendy Afriandi

Desain Sampul dan Tata Letak: Sibangor

Ilustrasi Sampul: Bety Sanjaya

 

Blurb

Saya selalu yakin, fiksimini akan menghasilkan penulis-penulis outstanding setiap beberapa periode. Mereka yang turut menulis di buku ini adalah beberapa di antaranya. Cerpen-cerpen horor yang saya baca di sini membuat saya jadi suka baca horor, dan ini penting, karena menurut saya; penulis bagus, bisa membuat pembaca mencintai karya tulisan, terlepas apa pun genrenya. Selamat kepada kalian, semoga esok akan hadir satu buku bagi tiap penulis.”

Putu Aditya Nugraha
Penulis/Pegiat Sastra

Membaca Honoris Causa seperti menelusuri panjang imajinasi para penulisnya. Setiap penulis menghadirkan interpretasi mereka atas kengerian, ketakutan, serta sisi kelam tak hanya manusia, tapi juga beragam entitas kehidupan. Melalui buku ini, pembaca disuguhi cerita-cerita mistis yang mengaburkan garis batas fantasi dan realita sehingga meledakkan benak pembacanya; sebuah kekhasan yang sering saya temukan dalam karya-karya pegiat Fiksimini. Sebuah kerja apik yang patut diacungi jempol!

Anggun Prameswari
Penulis dan Penerjemah

Hororis Causa adalah kumpulan cerpen yang ditulis oleh teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Literasi Fiksimini. Berkat aktivitasnya di Fiksimini, beberapa teman mencoba untuk mengembangkan karya yang lebih panjang dari sekadar 140 karakter. Hasilnya adalah kumpulan cerpen bergenre horor. Sederhana saja ketika genre ini dipilih. Sebab kami adalah penulis pemula, maka genre horor lebih mudah dalam membangun drama, ketegangan sekaligus kejutan. Tentu masih banyak kekurangan, namun siapa pun yang membaca buku ini, semoga mendapatkan hiburan lewat kengerian yang muncul dari dalam setiap halamannya.

***

Ilustrasi sampulnya dibuat oleh Bety Sanjaya, yang juga menggambar ilustrasi sampul buku Mencintai Malam yang Malang

Review

Fyuh! Sebentar, disclaimer dulu ya.

Meski nama saya ikutan nangkring di bagian depan cover, namun saya sebenarnya nggak ikutan menulis. Saya kebagian untuk menerjemahkan 2 cerpen horor milik para master pencerita, yaitu Rendy Doroii dan Sigit Harjo ke dalam 2 sketsa ilustrasi sederhana ala saya. Iya, nanti kalau sudah dapat bukunya, 2 cerita itu saja yang dibaca lebih dulu ya. Lalu, bilang ke saya, gambarnya cocok enggak.

Huahahaha. *dikeplak penulis lain*

Jadi intinya begini. Meski saya ikutan dalam proyek, tapi sengaja banget saya nggak mau baca cerpen lain. Kenapa? Karena bakalan kurang seru ntar pas baca bukunya. Bah. Tapi ternyata, saya nggak betah. Maka saya bacalah itu ebook-nya. Saat review ini ditulis, bukunya masih dalam tahap cetak. So, review ini based on ebook, yang pastinya nggak akan berbeda dengan bentuk buku.

Anyway. Malah ngelantur.

So, what we have here?

Ada 13 cerita horor di sini. Kalau kamu sering mengikuti pergerakan fiksi pendek, termasuk di dalamnya adalah Fiksimini, dan Flashfiction, genre yang menjadi favorit para penulisnya adalah genre horor. Kenapa? Well, karena Flashfiction dan Fiksimini sama saja, dituntut untuk bisa membuat pembacanya terkejut. Dan itu bisa dengan mudah dicapai dalam genre horor.

Sesederhana itu? Yes, sesederhana itu.

Jadi mari kita lihat satu per satu cerita yang ada di sini.

1. Burung-burung Hitam di Mata Mahla – Adellia Rosa

Saya jatuh cinta dengan karya Adel di buku Dunia dalam Mata, saat saya masih awal banget mulai nulis flashfiction. Buat saya Adel itu semacam dewi, karena bisa menulis sesakti itu.

Cerpennya ini kurang lebih punya daya magis sama dengan cerpennya yang berjudul “Siluman dan Mata Rembulan”, namun yang ini lebih mudah dipahami dan dicerna. Bercerita mengenai seorang gadis yang mempunyai kekuatan supranatural dalam dirinya. Semua orang menganggapnya kerasukan, sedangkan ibunya berusaha melindunginya dan berusaha percaya bahwa anaknya punya anugerah alih-alih kutukan.

Cara Adel menggambarkan kekuatan supranatural si gadis ini emejing!

 

2. Memburu Harta Karun Kartosoewirjo – Ade Yusuf

Saya beberapa kali sudah membaca cerpen Bang Ade, dan cerpennya yang di sini adalah salah satu yang cukup kuat di buku ini.

What I love about this story, adalah latar belakang sejarah yang menyertainya. Tahu Kartosoewirjo kan? Nggak tahu? Silakan google, atau barangkali tanya anak/adik/keponakan yang masih SD, barangkali mereka tahu.

Si Karto-nya sih nggak terlibat langsung. Hanya menjadi tokoh selewat, karena sebenarnya yang diceritakan adalah tentara yang sedang memburunya dan sekelompok orang yang diyakini sebagai pemberontak pengikut Kartosoewirjo.

Ah, dasarnya memang ada aura gelap tentang cerita pemberontakan ini, masih ditambah dengan adegan-adegan mistis yang ada di dalamnya.

 

3. Lelaki Tudung Hitam – Dian Harigelita

Kalau mau cari misteri, cerita ini full misteri. Kita sudah disuguhi teka-teki sejak awal. Alur utamanya sih sederhana, seorang gadis, Rena, mau pulang ke Jogja. Sebelum pulang, dia sempat mabuk dulu di sebuah karaoke, lalu pulang naik taksi. Sementara cerita kemudian berpindah ke alur lain, di mana Rena sedang berada di bis dalam perjalanannya ke Jogja, dan bertemu dengan Andi, pemuda yang tadinya kayaknya ganteng, tapi kok terus malah jadi misterius. Apakah alur perjalanan Rena dengan bis ini merupakan lanjutan dari alur Rena yang pulang naik taksi?

Hmmm … makin ke sini dibaca, jadi semacam ada alur paralel. Dua-duanya ujungnya sama, tapi bukan yang menyatu gitu. Tetap dibiarkan paralel.

Bingung? Baca sajalah ya. Hehehe.

Just a note for myself, saya suka tekniknya. Barangkali kapan-kapan saya pengin coba juga. Hihihi.

 

4. Aku Terlalu Malas Mencari Judul yang Cocok untuk Cerita Ini – Irfan Aulia

Hih! Ngerih!

*Udah? Gitu aja? –tanya Irfan*

*Iya, gitu aja! –jawab Carra*

*lalu Irfan menikam Carra dengan penanya*

 

5. Kabur dari Neraka – Kikit Azeharie

Tadinya saya kira, judulnya adalah kiasan. Atau minimal jadi surrealis. Surreal horror, gitu. Tapi ternyata enggak. Ini benar-benar tentang kabur dari neraka. Iya, neraka tempat melebur jiwa-jiwa berdosa itu.

Apakah ngeri beneran? Sesuai dengan gambaran kita tentang neraka?

Baca sendiri aja deh.

 

6. Pernikahan Raga – Lariza Oky Adisty

Raga melamar pacarnya, Al, untuk melangkah ke pelaminan. Semua sudah disiapkan. Tak ada halangan yang berarti. Hingga suatu saat, dia dihantui sosok perempuan. Lalu secara berturut-turut ada kejadian aneh yang dialaminya. Mulai dari tetangga kost-nya yang mengira Raga membawa masuk pacarnya ke dalam kamar, padahal enggak. Sampai demam yang datang tiba-tiba.

Semua gara-gara cincin yang dibeli oleh Raga.

 

7. Ontran-ontran Perempuan – Mel Puspita

Ah, akhirnya bisa baca cerpen Mbak Mel lagi 😀

Khas dengan setting lokal, Mbak Mel bercerita tentang cinta segitiga antara Sumarah, Prasojo, dan Delimah. Khas dengan segala istilah jawa, ronggeng, dan juga tembang Jawa. Juga diksi-diksi dan alurnya yang rapi.

Plus, masih ada bonus puisi dari Mbak Mel.

Menginjak puncaknya malam

Sepi tiada bisa memejam mata

Gelisah terasa tak mudah

Meski kalimat telah terakit,

Berharganya janji …

Jelas, Mbak Mel membius dan menarik kita masuk ke dalam cerita. Deskripsinya cantik, meski barangkali suasana horornya nggak setebal cerita yang lain. Ah, harusnya Mbak Mel bisa mengentalkan horornya lagi ya.

 

8. Perempuan Pemilik Aroma Kematian – Momo DM

Tentang sepasang anak beranak, Raodah dan Fatimah. Awalnya saya kira, Raodah ini dukun bayi yang suka ngebantuin ibu-ibu lairan. Ternyata, dia justru “ada apa-apa”nya. Cerita kemudian berlanjut ke perburuan orang-orang kampung terhadap makhluk jejadian yang suka memangsa bayi. Kemungkinan keharusan makan bayi ini adalah untuk ilmu hitam yang dipunya si makhluk jejadian itu. Meski kurang dijelaskan pula, what with ilmu hitam itu.

Cara PapMo mendeskripsikan saat si makhluk makan bayi itu … aduh. Kenapa juga malem-malem baca ginian yak? Hadeh.

 

9. Misteri Buku Harian – Morgan QLP

Kayaknya lebih cocok dengan judul Mister Gunung Arjuno sih, karena fokusnya ke gunungnya. Hihihi. Anyway, lepas dari tokohnya yang banyak (tapi memang harus banyak), dan nama-nama yang mirip agak bikin saya bingung, tapi cerita ini menyisakan misteri besar hingga di akhir. Alurnya cepat, kayak kita ikutan lari-lari di malam gelap di lereng gunung.

Endingnya aku suka banget. Ngetwist banget. Love it. Just a little note saat Endra dan Faren turun gunung, kok kejadiannya bisa terceritakan ya. Padahal “aku”, si tokoh utama, menempuh jalan lain yang mendaki. Ah, mungkin saya aja sih, cuma jadinya rada ngganjal.

 

10. Ritual Salin Nyawa – Rendra Jakadilaga

Yang satu ini agak rumit. Saya pas lagi baca cerpen ini kebetulan ada gangguan-gangguan obrolan dari orang-orang di sekitar saya, dan saya jadi nggak mudeng bacanya :)) Alhasil, saya sampai harus mengulang lagi. But, I love the way Ujang bisa melihat wujud hawa nafsu yang ada di sekitarnya. It’s brilliant!

Ada beberapa kata tak baku yang (mungkin sengaja?) dibiarkan lolos di sini. Just a note.

 

hororis-causa
Sketsa eikeh untuk cerpen Trinitas

 

11. Trinitas – Rendy Doroii

Diceritakan dari 3 PoV, Meghan, Michael … dan Michael.

Kok ada dua Michaelnya? Baca saja sendiri, memang ada dua Michael dalam cerita ini. Kalau cermat dengan sketsa saya, pasti langsung tahu deh.

Meghan pernah kehilangan bayinya, Mario. Sebagai ibu yang sangat mencintai anaknya, tentu saja Meghan menyalahkan diri sendiri karena nggak bisa menjaga anaknya. Michael, adalah suaminya. Pada bagian lain, Michael bercerita mengenai latar belakang kehidupan Meghan, dan apa yang sebenarnya terjadi hingga Meghan sedepresi itu. Lalu muncul pria ketiga, Michael. Michael yang kedua ini ternyata begitu posesif. Dia tahu dia dicintai oleh Meghan, dan berjanji untuk selalu menjaganya. Meski dari kematian.

Suka banget caranya bertutur dalam 3 point of view dan alur yang mengerucut di ending.

12. Marni – Ryan Pradana

Caution: cerita yang ini harusnya dibaca oleh 18+ ya. Hehehe.

Tentang Marni, si penyanyi orkes dangdut keliling. Semok, cantik, dan menggairahkan. Nggak suka diajak naik ranjang sama yang sudah tua, maunya sih sama yang muda-muda. Ternyata ada sesuatu di balik kemauannya tersebut. Lagi-lagi soal ilmu hitam demi kecantikan dan keawetmudaan.

 

13. Kelabang Hitam Pengasihan – Sigit Raharjo

Yang ini, sungkem dulu sama penulisnya. Hehehe.

Dan yang ini juga ada warning ya, harus dibaca oleh yang sudah 18+. Oh, nggak. 21 tahun ke atas deh. Hahahaha. Yang satu ini lebih tanpa tedeng aling-aling.

Tentang Sukowati, seorang perempuan yang diperkosa oleh tujuh aparat yang menyangkanya penghuni lokalisasi yang sedang digerebek. Lalu datanglah sih “aku”, yang menawarkan jasa untuk membalaskan dendam Sukowati pada satu per satu pemerkosanya, dengan satu perjanjian. Ya, istilahnya menawarkan sesuatu yang seharusnya mutualisma. Andai saja endingnya dibiarkan bersisa misteri 😀

 

Overall

Setelah membaca keseluruhan, cerita favorit saya adalah Burung-Burung Hitam di Mata Mahla dan Aku Terlalu Malas Mencari Judul yang Cocok untuk Cerita Ini. Dua cerita ini juaranya di buku ini, menurut penilaian sotoy saya. Kepuasan saya akan misteri terpenuhi, the darkness yang pekat. Bahkan di cerpen Aku Terlalu Malas itu semacam ada perubahan suasana dari opening hingga ending. Apalagi dengan twistnya, yang sangat surreal, namun mensimbolisasi sesuatu (eikeh nangkepnya, Irfan mau pamer kekuatan seorang penulis sih, yang bisa membunuh tokohnya. Oops! Maaf, spoiler. Bahaha.)

Suasana-suasana yang dibangun oleh para penulis dalam buku ini bukan main gelapnya. Pesen aja sih, jangan dibaca pas malem-malem ya. Kualitasnya mendekati buku kumpulan cerpen Kumpulan Budak Setan-nya Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad, tapi yang Hororis Causa terasa lebih lengkap.

Unsur lokalitas terpenuhi, thanks to cerpen Memburu Harta Karun Kartosoewirjo dan Ontran-ontran Perempuan. Suasana surealis bisa dipenuhi oleh Ritual Salin Nyawa, Burung-Burung Hitam di Mata Mahla, dan Aku Terlalu Malas … (deuh panjang beneur dah judulnya, Fan!). Sedangkan unsur gore dilibas oleh Pap Momo DM di Perempuan Pemilik Aroma Kematian. Unsur erotis berhasil diangkat oleh cerpen Marni dan Kelabang Hitam Pengasihan.

So, well done! Paket lengkap kumpulan cerita horor yang bakalan seru menemani malammu!

 

Rating

Saya kasih 4 dari 5 bintang yang ada, karena kesempurnaan adalah milik Tuhan semata. Halagh.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. mulyasaadi says:

    Wahh kalau dilihat dari review nya cerpen-cerpen di atas kayaknya memang kece-kece, apalagi genre horor itu saya suka banget. Bukunya sudah terbit kah?

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s