Girls & Tech

img_20161020_112042Judul: Girls & Tech
Penulis: Ollie
Editor: Starin Sani & Baiq Nadia Yunarthi
Ilustrasi Isi: Addina Faizati
Pemeriksa Aksara: Inttan & Septi Ws.
Penata Aksara: Gabriel
Tebal: x + 186 halaman
ISBN: 978-602-7975-64-4
Penerbit: Bentang Belia

Blurb

Girls and technology is winning combination, it’s all about the good vibes!

Yup, menjadi akrab dengan teknologi memungkinkan wanita untuk sukses dan bisa bekerja di mana saja, bahkan dari rumah sekalipun. Selama kita mau berusaha buat stay curious dan enggak takut salah, enggak ada alasan buat melewatkan asyiknya berkutat di dunia yang identik sama cowok dan terkesan geeky ini. Doyan nge-game pun bisa jadi cara, lho!

Best of all, di sini ada seabrek tip-tip praktis untuk meningkatkan skill kita, seperti tip guest blogging,Β  berbicara di depan umum, dan networking. Apalagi kalau kamu tertarik membangun startup. Buku ini juga memberi tip merumuskan “pitch” untuk menjual ide, membuat business plan, mencari partner, dan memulai bisnis dengan modal Rp 0,00.

Yay! How useful!

Isi Buku

Buku ini menceritakan perjalanan seorang Ollie merengkuh bidang IT selama hidupnya.

Ceritanya dimulai dari alasan mengapa dia jatuh cinta pada dunia teknologi. Sekilas dia cerita mengenai masa-masanya di bangku kuliah. Sudah pasti bisa ditebak yah, bahwa kampusnya dimonopoli oleh cowok-cowok. Yang cewek dikit banget, dan Ollie adalah salah satu di antaranya.

Tapi dari sini, Ollie justru memberikan sudut pandang yang lain. Bahwa untuk menjadi menonjol, kita harus unik. Keperempuanan kita itu menjadi hal yang unik di dunia teknologi yang mayoritas digauli oleh para cowok. Tapi, masalah berikutnya, mengapa sedikit perempuan yang mau menggauli teknologi?

Konon, katanya mereka antipati gara-gara teknologi itu rumit, ribet, bikin pusing. Padahal menurut Ollie, perempuan malah punya banyak sekali hal yang menguntungkan kalau mereka mau terjun ke dunia teknologi dibandingkan laki-laki lho, di antaranya adalah perempuan lebih terampil dalam multitasking.

Dengan kemampuannya meng-handle beberapa tasks dalam satu waktu, wanita bisa bekerja lebih efektif, yang tentu sangat diperlukan di dunia IT yang serbacepat.

Belum lagi keuntungan lain, misalnya cewek itu lebih gampang sharing (mungkin ini juga kan yang membuat perempuan itu gemar hosip. #eh)

Ollie kemudian bercerita awal karyanya, dengan mendirikan TempaLabs, sebuah perusahaan pembuat games online bareng sang adik. Kemudian bergulir ke perjuangannya membangun kutukutubuku.com (yang sayang sekali sekarang sudah closed). Dan banyak cerita bagaimana dia terlibat dalam berbagai event, komunitas dan cause.

Gila. Keren banget. Dari mana ya dia mendapatkan semua energinya?

Nggak cuma berbagi hal mengenai apa yang sudah dilakukannya. Ollie juga berbagi cerita sukses sahabat-sahabatnya. Dari mulai cerita Mbak Nuniek Tirta, sampai ke Marissa Mayer yang waktu itu menjabat sebagai CEO Yahoo!.

Bagian terakhir dari buku ini ditutup dengan tip-tip praktis Ollie dalam berkarya dan me-manage waktunya. Bahkan juga, Ollie mengizinkan kita mengintip isi tasnya. Wakakaka. Beda emang ya, isi tas techie girl sama emak-emak rempong. *umpetin tisu basah, tas belanja ecogreen, botol minum dan camilan bocah*

Review

Ckckck. Kalau kamu pengin membaca sesuatu yang penuh energi, enthusiasm, dan semangat, kamu harus baca buku ini.

Saya menemukan buku ini di suatu tumpukan yang tidak terlalu menonjol sebenarnya. Saya tahu ini buku keluaran sudah lama, tapi mungkin karena saat itu saya belum kenal sosok Ollie Salsabeela secara akrab, ya akhirnya buku ini hanya selintas saja saya sentuh. Kali kedua saya melihatnya, langsung saja ini buku masuk ke tas belanja.

Alasannya?

Saya penasaran, bagaimana seorang Ollie bisa melakukan buanyak sekali hal dan bisa tetap ada waktu buat dandan. Hahahaha. *ini kalau Mbak Ollie-nya baca, saya bisa dijitak kali ya?* Biarin deh. I’ll take the risk. Hehehehe.

Ada banyak kali, saya berusaha memanage waktu demi bisa melakukan banyak hal yang menjadi kewajiban saya, tapi juga saya bisa melakukan hal yang saya sukai. Lagipula saya tahu Ollie ini punya background IT. Agak-agak nggak percaya juga sih. πŸ˜†

Anyway. Ada banyak hal yang berkesan banget dari Ollie dalam buku ini yang saya temukan. Ini dia di antaranya yang nancep jleb jleb jleb.

Kritis bukan berarti “menyerang” seperti kebanyakan persepsi yang terjadi akhir-akhir ini. Kritis berarti membelah-belah masalah, mengupas, dan menemukan intinya sehingga kita mengerti apa yang harus dilakukan untuk memecahkannya. (hal. 11)

Saya pernah “stuck” berdua saja dengan calon investor di dalam lift, memberi saya kesempatan “mencuri” hatinya kurang lebih 60 detik. Namun, kesempatan itu saya sia-siakan hanya karena saya tak punya pitch yang tepat untuknya. (hal 80)

Saat menemukan masalah, biasanya wanita cenderung menyalahkan dirinya sendiri, sedangkan pria biasanya menyalahkan faktor luar dari dirinya. Ini yang membuat wanita takut bereksperimen dan mencoba hal baru, karena dia takut “gagal” yang berhubungan erat dengan kredibilitas dirinya sebagai manusia. (hal. 107)

I have no special talent. I am only passionately curious. (hal. 109)

Overall

Saya suka tip-tip praktis ala Ollie, dan kemudian saya maklum, mengapa dia bisa “bergerak” begitu cepat dan gesit. πŸ˜† Pengin banget punya energi sebesar itu, tapi ya gimana ya. Prioritasnya sekarang sudah agak bergeser. Meski saya masih bisa mengerjakan yang lain-lain, keluarga tetap sudah menempati urutan prioritas utama. Ollie, terus terang, belum “terganggu” dengan hal tersebut πŸ™‚

Tapi ya, judulnya aja GIRLS & Tech. Bukan Moms & Tech πŸ˜† *dikeplak*

Thanks, Mbak Ollie, for sharing πŸ™‚

 

Advertisements

One Comment Add yours

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s