[Update!] Rule of Thirds (Blogtour and Pemenang Giveaway)

ice_2017-01-15-13-47-35-788-01Judul: Rule of Thirds
Penulis: Suarcani
Penyunting: Midya N. Santi
Penyelaras Aksara: Mery Riansyah
Perancang Sampul: Orkha Creative
Tebal: 280 halaman
ISBN: 978-602-03-3475-2
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Blurb

Apalagi yang paling menyakitkan dalam pengkhianatan selain menjadi yang tidak terpilih?

Demi mengejar Esa , Ladys meninggalkan karier sebagai fotografer fashion di Seoul dan pulang ke Bali. Pulau yang menyimpan kenangan buruk akan harum melati di masa lalu dan pada akhirnya menjadi tempat ia menangis.

Dias memendam banyak di balik sifat pendiamnya. Bakat terkekang dalam pekerjaannya sebagai asisten fotografer, luka dan kerinduan dan kebiasaannya memakan apel Fuji setiap hari, juga kemarahan atas cerita kelam tentang orang-orang yang meninggalkannya di masa lalu. Hingga dia bertemu Ladys dan berusaha percaya bahwa cinta akan selalu memaafkan.

Ini kisah tentang para juru foto yang mengejar mimpi dan cinta. Tentang pertemuan tak terduga yang mengubah cara mereka memandang dunia. Tentang pengkhianatan yang akhirnya memaksa mereka percaya setelah mereka menekan tombol shutter.

Alur Cerita

Ladys kembali ke Bali setelah lama menetap di Seoul bersama papanya. Alasan kepindahannya hanya 1, sudah nggak tahan LDR-an sama Esa. Dengan berada lebih dekat, Ladys berharap hubungannya dengan Esa akan semakin dekat dan juga, semakin serius.

Namun, kenyataan memang kejam ya, Nak.

Ladys berhadapan dengan fakta bahwa ternyata kepulangannya untuk Esa itu sia-sia, dan malah justru menyakitkan. Ladys patah hati. Lalu galau berkepanjangan.

Di Bali, Ladys bekerja di sebuah studio milik omnya. Karena Ladys nggak terbiasa menyetir mobil dengan setir kanan, maka Om Agung mengirimkan Dias untuk menjadi “supir pribadi” Ladys, sembari kalau bisa sih belajar nyetir sekalian dari dese.

Dan akhirnya, di sinilah awal kisah petualangan Ladys dan Dias.

Dimulai dari kritik tajam yang dilontarkan Dias pada Ladys di depan klien (oh ya, ini kalau eikeh jadi Ladys, eikeh juga akan langsung tampol aja emang. Nggak sopan! Di depan klien loh! Ke mana pikiran Dias?), lalu Ladys kenalan dengan Tyas, adik Dias, yang hobi banget masak, hingga petualangan mereka berdua “memburu” masa lalu kelam yang membuat diri mereka seperti sekarang.

Hasilnya?

Masa lalu keduanya terungkap. Mereka sama-sama dari keluarga yang tercerai berai. Pun terungkap, kenapa Ladys suka teh melati dan Dias suka mengunyah apel Fuji. Alasannya serupa pula, karena masa lalu.

Lalu bagaimana hubungan Ladys dengan Esa? Makin nggak jelas, makin ruwet dan makin menyakitkan.

Dan Dias sendiri pun juga punya masalah dengan pacarnya.

Klop dah. Masing-masing urusan kemudian menyatu dan memuncak di suatu hari saat Ladys dan Dias mendapatkan klien seorang tante-tante kaya yang pengin merayakan ulang tahun anaknya di sebuah hotel. Ladys mendapat tamparan keras dan dihajar oleh seorang perempuan di toilet hotel itu.

Siapa perempuan itu? Baca sendiri ya.

Nggak cuma mendapat hajaran dari perempuan tersebut, Ladys juga menerima “hajaran” dari Dias.

Ladys terpuruk, putus asa dan patah hati.

Review

Ini adalah novel roman yang dikelindan dengan asyik bersama persoalan fotografi. Buat yang suka motret-motret, novel ini pasti bakalan menghibur deh. Ada banyak istilah dan seluk beluk fotografi diangkat di sini, namun tetap enak dinikmati karena nggak sampai bikin kening berkerut juga.

Ladys dan Dias tampak profesional di bidangnya, namun sekaligus membuatnya akrab dengan pembaca juga.

Saya suka diksi penulis. Banyak kata dan ungkapan yang sebenarnya bisa saja dibikin klise, tapi penulis tak terjebak melakukannya. Kata-katanya variatif, namun nggak asing, tetap nyaman dibaca.

Karakter masing-masing tokoh juga kuat. Ladys dan Dias, jelaslah harus kuat ya. Esa, karakternya diolah dengan baik, sehingga menampakkan kesan seorang laki-laki yang seharusnya bisa jadi idola perempuan tapi sekaligus sangat menyebalkan. Tyas, dengan percikan-percikan kecilnya, khas banget anak SMA. Papa Ladys, laki-laki rapuh. Om Agung, rada-rada lempeng dan cuek, tipe bossy yang cuma mikirin urusannya sendiri tapi baik juga sama bawahan.

Bahkan karyawan-karyawan studio foto tempat Ladys bekerja pun digambarkan sangat kuat, sehingga pas baca itu saya bisa memvisualkannya dalam kepala. Mbak Sandra, embak-embak mature suka dandan suka gosip. Bli Pasek, fotografer senior, suka ngegodain Ladys yang cantik, sepik-sepikannya segar mewarnai di sana sini. Hehehe. Bikin nyengir. Astuti, pacarnya Bli Pasek, yang suka cemburu. Hahaha. Lucu. Ada pula beberapa orang yang lain, yang meski figuran tapi nggak sekadar lewat doang.

Well, overall, novel ini sangat mengasyikkan. Saya yang udah lama nggak baca novel saja, bisa menyelesaikannya dalam waktu 3 hari saja. Jauh lebih cepat dari perkiraan. Soalnya cukup tebal ya, kirain bakalan selesai 2 mingguan.

Giveaway!

blogtour-rule-of-thirds

Nah, ada 1 buku Rule of Thirds nih buat kamu! Kamu mau? Caranya gampang, nggak pakai susah. Kita asyique-asyique aja, nggak usah pusing yes?

Gini cara buat dapetinnya.

kover

  1. Tweetkan cover Rule of Thirds di atas di akun Twitter kamu, sambil share URL link review dan giveaway ini.
  2. Mention saya di @RedCarra dan @alhzeta.
  3. Setelah share, setorkan link share kamu di Twitter di kolom komen.
    Nama:
    Link share:

Gampang kan, ya?

Giveaway ini diadakan sampai tanggal 21 Januari 2017, dan pemenangnya akan diumumkan tanggal 23 Januari 2017.

==== UPDATE!!! ====

 

Setelah melihat kelengkapan syarat, dan diundi, maka ini dia pemenang Giveaway Rule of Thirds.

Selamat untuk Marfa @umimarfa! Yay!

Silakan DM saya di Twitter @RedCarra untuk data dirinya, yang meliputi nama, alamat + kodepos, dan no HP yang bisa dihubungi ya.

Yang belum beruntung, masih bisa coba di giveaway Rule of Thirds selanjutnya di blog Peri Hutan ya 😉

Advertisements

64 Comments Add yours

  1. Ayu Widyastuti says:

    Nama: Ayu Widyastuti
    Link share:

    Like

  2. nama : Farida ENdah
    Link SHare : //twitter.com/farida271/status/822284018724933632

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s