Kinky Rain

kinky-rainJudul: Kinky Rain
Penulis: Adimodel
Foto & Ilustrasi: Adimodel
Editor: Mirna Y
Tebal: 204 halaman
ISBN: 978-979-22-9037-0
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Blurb

“Hujan memaku-maku kaca jendela, begitu memekakkan telinga. Aku heran mengapa ada orang yang menganggap hujan begitu romantis, bahkan seksi. Bagiku, tetes hujan bak paku-paku karat besi yang menusuki pori-pori, tetapi entah kenapa, aku menyukai sisi hujan yang satu ini.” – Untie Me

“Aku terbangun lagi. Kau masih tidak ada di sampingku. Namun aku bisa merasakan kehangatan suaramu. Kau hebat, katanya, kenangku. Dan kurasakan sisa-sisa tangan lembutnya mengusap-usap pipiku.” – Kinky Rain

“Kau masih selalu di sana, Sayang, gumamku lirih. Saat aku membalikkan tubuh, kutemui kau di sana, terkulai indah di sampingku. Tubuhmu, hangat menjepit dinginnya kakiku. Lenganmu, melembutkan nafasku. Tatapanmu, meredakan gemuruhku.” – Placebo

Review

Yes, bisa nambah 1 buku lagi yang selesai dibaca tahun ini. Secara baru mau balik lagi bikin Goodreads Challenge yang dimulai dari jumlah 12 buku sahaja setahun. Nyadar, cyinnn… Kecepatan baca bukunya sekarang berkurang bet.

Yasudlah. Balik lagi ke buku Kinky Rain ini.

So, buku ini saya pilih sebagai buku penyemangat saya untuk balik lagi menggauli buku. Dan ternyata pilihan saya tepat banget. Saya enjoy it so much, sampai nggak terasa buku pun habis dalam satu bulan. Yayyy … iyaa, itu udah cepet ituh. *dikeplak* Orang bacanya nggak menentu blas.

Makanya mau saya ikutkan ke MFF Reading Challenge bulan Februari. Lhadalahnya, kan saya baru selesaiin ini buku tanggal 28 Februari. Terusnya saya bisanya nulis blog kan cuma di weekend. Hahaha. Telat bo. Yawis biarin weh. Saya udah bilang Irfan Rizky, Admin MFF RC, dan tetep boleh setor kok. Ya, kalaupun nggak boleh Irfannya aja tinggal diintimidasi. #ehgimana.

Karena diikutkan MFFRC, maka reviewnya jawab pertanyaan saja.

1 Alasan kamu memilih buku itu

Kinky Rain. Tertarik karena ada “kinky”-nya. Buahahaha. Yah, you knowlah. Pas kemarin di MFF Idol tantangannya genre erotis itu kan usul dari saya, pas banget saya lagi baca ini kumcer 😆 *lalu dikeplakin peserta*

Ya maaf ya, yang saya baca di sini beneran genre eros, tapi indahhh banget. So, maaf kalau kemarin akhirnya saya harus membandingkan karya para peserta dengan cerpen-cerpen yang ada di sini. Bhihihik.

2. Kesan yang kamu harapkan saat ingin membaca bukunya

Sebelumnya saya belum pernah sih baca karya Adimodel. Tapi saya mengenal namanya sebagai fotografer di buku Cerita Buat Para Kekasih-nya Agus Noor. Di situ, fotografinya emang yang bikin amazed banget dah.

So, saya kaget juga sih pas tahu kalau si fotografer ini juga punya buku. Diterbitkan Gramedia, kumcer pula. Kumcernya eros lagi!

Kayaknya bakalan istimewa nih.

Ya, ekspektasi saya sih gitu.

3. Kesan yang kamu dapatkan setelah membaca bukunya

Well, sesuai ekspektasi sih.
Saya puas!
Bahahaha 😀

4. Intisari dari buku tersebut apa aja

Nah, jadi begini. Ini susah banget untuk nggak spoiler. So, whatever. Maafkan kalau spoiler dikit-dikit yah 😛

Kumcer ini terdiri atas 10 cerpen, yang diselang-seling dengan ilustrasi yang keren beud.

Kita coba lihat satu per satu deh ya.

 

Bibir

Ini cerita simbolisasi. Ada bibir yang berloncatan di atas tubuh “aku”, sebagai tokoh utama pencerita. Yes, ini sangat erotik.

Meski tanpa twist, dan rada vulgar di beberapa tempat. *elap kringet*

Bosan bermain perosotan di leherku, bibir itu pun turun. Ia berlari-larian membawa balon merah dengan riang gembira di dadaku, dan sesampainya di lembah-lembah di bawah perutku, ia memperlambat langkahnya.

Seakan-akan lapar, bibir itu mencari-cari sebatang permen yang bisa menghapuskan dahaganya akan rasa manis.
(hal 16)

Yak, sudah. Segini aja. Hahaha.

 

Titik. Lingkaran.

Nah, yang saya suka dari cerita ini adalah tentang dua orang yang “bercinta” melalui media lukisan.

Ya, seorang laki-laki bertemu dengan seorang perempuan di sebuah museum. Eh, iya kan ya? Museum kan ya? Apa galeri? *malah nanya*

Mereka berbincang di depan sebuah lukisan besar. Mereka beradu argumen. Dan justru, karena saling adu argumen, maka masing-masing pun terangsang. Padahal argumennya itu cuma itu lingkaran ataukah titik tuh yang ada di lukisan? 😆

Dua-dua lantas ber-self service. Masih dalam kondisi nggak saling menatap wajah. Tapi dua-duanya bisa sampai “O” loh. Hahaha. Ajaib.

Saya pun sebel. Sebel karena kok keren. Kok saya nggak pernah kepikiran ide cerita kayak gitu.

 

Untie Me.

Ini cerita tentang BSDM. Yep, bondage, Discipline, Sadism and Masochism. Ya, kayak-kayak Fifty Shades of Grey lah ya. Sepertinya kalau tanpa sakit, para pelaku BSDM ini justru merasakan sakit beneran ya? If you know what I mean.

 

Limbo 14

Ini cerita favoritku! Tentang sepasang kekasih yang terjebak dalam limbo sampai 14 kali. Ya, mereka terjebak dalam 14 kali peristiwa menjelang kematian yang sama. Hingga kemudian benar-benar mengambil nyawa salah satu dari mereka.

Di bagian akhir dijelaskan, limbo berasal dari bahasa Latin yang berarti “pinggir”. Sebuah tempat perhentian antara dunia dan akhirat. Di limbo, jiwa-jiwa yang belum diterima di surga atau neraka bertempat tinggal.

Ah, cerita tentang permainan kematian kayak gini tuh sukak banget deh.

Dan, bisa juga ya penulis mengulang 14 cerita yang sama, tapi membuat kita punya pengalaman berbeda. Asli, gilak.

 

La Petite Mort

Ini masih soal BSDM. Beberapa pelaku BSDM yang bahkan sampai bermain-main dengan kematian, saat mereka sedang melakukan seks.

Mereka bercinta sambil gantung diri, sambil dicekik … Beugh, pada sakit jiwa dah. 😆

And, I love the twist ending!

Sebelum menutup matanya yang makin memburam, Nut sempat melihat seorang kakek-kakek baru selesai bermasturbasi di sudut ruangan. Ia memegang tongkat panjang bercelurit tajam, wajahnya tertutup tudung malam yang begitu gelap.

Damn! Sorry ya, eikeh sengaja banget spoiler. Nggak bisa enggak soalnya. 😆

 

Val

Tentang gadis cilik anak jalanan. Yah, sudah tahu kan, bahwa anak-anak jalanan itu kadang saling “ngerjain” sesama mereka? Ya gitu deh. Sedih aja di bagian ending 😦

 

Kekasihku Meledak

Ada yang bilang ini genre scifi. Kalau aku kok surreal ya? Buahahaha. Ya ampun.

*udah nih, gitu aja review cerpen yang ini? Iya! Soalnya bakalan spoiler lagi dah*

 

1441

Ini cerita tentang seorang perempuan yang mau bunuh diri, dari lantai 1441. Yes, you read it right. Memang dari lantai 1441 dia terjun. Dia pun mengalami kematian yang lama. Saat melalui lantai-lantai dalam perjalanannya mati itu, dia pun flashback ke beberapa peritiwa dalam hidupnya.

Lalu apakah habis lantai 1 dia segera mati?

Hmmm … ta kasih tahu. Dia bahkan masih melayang sampai lantai -192803812.

Saya melihatnya sebagai simbolisme yang menarik banget. Bahwa orang yang mati bunuh diri itu ya nggak bakalan nyampe-nyampe ke tempatnya.

 

Placebo

Di bagian belakang dijelaskan lagi. Placebo adalah substansi semu yang diberikan kepada seseorang untuk mengobati penyakitnya. Substansi ini tidak mengandung manfaat apa-apa, tetapi subjek tidak diberitahu bahwa itu bukan obat sesungguhnya.

Hmmm … jadi semacam sugesti gitu ya?

 

Kinky Rain

Ini cerita seorang fotografer. Apa mungkin ini kisah si penulis ya? Ehehe.

 

Dan ternyata, semua ending dalam cerita-cerita sebelumnya dirangkum semua dalam sebuah cerpen epilog yang diletakkan paling belakang yang nggak tertulis di daftar isi. Ternyata, semua punya benang merah yang sama!

GILAK!

Eikeh sampai nggak nyadar kalau semuanya saling bertautan.

 

Overall, seperti yang sudah saya sebutkan, saya sukak banget sama cerita-cerita dalam buku ini. Well, kamu pasti juga bisa merasakan sih kalau penulis terpengaruh banget sama Agus Noor, Seno, dan juga Djenar. But that’s ok.

 

5. Apa manfaat yang kamu peroleh setelah membaca buku tersebut?

Jawaban dari pertanyaan tokoh, karakter, alur cerita, dan ending sudah saya tuliskan langsung di atas. Jadi, kita langsung ke pertanyaan ini saja ya. Hehehe.

Terutama soal kematian. Yah, pesannya cukup singkat: jangan pernah main-main sama kematian deh. Ngeri bo. Iya, kita harus siap mati kapan pun. Tapi bukan berarti mempermainkannya.

 

6. Kalau kau ditakdirkan bertemu langsung dengan penulisnya, apa yang kamu ingin sampaikan padanya, berkaitan dengan bukunya yang telah kamu baca.

Apa ya? Minta difoto aja deh. Hahaha. Soalnya fotonya bagus-bagus!

 

7. Berapa ratingmu untuk bukunya?

Lepas dari banyak sekali typo dan kata tak baku yang bertebaran, saya kasih buku ini 4 dari 5 bintang yang saya punya.

Recommended buat para penulis flashfiction di MFF.

Advertisements

One thought on “Kinky Rain

  1. Aaaakkk… aku punya buku ini udah lama tapi males banget bacanya karena takut ga bagus. Ternyata recommended banget ya.

    Well, baiklah. Besok mau ubek-ubek lemari buku trus baca.

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s