Happy Pregnancy

ice_2017-05-01-13-20-39-712-01Judul: Happy Pregnancy – Panduan Kehamilan dan Persalinan yang Menyenangkan
Penulis: Nana Aditya, S. Si.
Pembaca Ahli: dr. Muzayyanah, Sp. Og.
Editor: Weka Swasti
Proof Reader: Herlina P Dewi & Mutiara Arum
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Arya Zendy
Tebal: x + 202 halaman
ISBN: 987-602-7572-73-7
Penerbit: Stiletto Book

Blurb

Kehamilan merupakan momen-momen yang ditunggu sebagian besar perempuan. Banyak hal yang harus kita ketahui demi kehamilan yang menyenangkan, hingga saatnya melahirkan nanti.

Buku HAPPY PREGNANCY sangat tepat Anda baca, karena dalam buku ini, Anda akan ditemani setiap saat, dari mulai mempersiapkan kehamilan sampai menjelang persalinan.

Buku ini membahas:

  • Tanda-tanda kehamilan dan cara mengatasinya
  • Tahap perkembangan bayi 0 – 9 bulan
  • Makanan sehat untuk ibu dan calon bayi
  • Mitos dan fakta seputar kehamilan
  • Persiapan menjelang persalinan
  • Tips mengurangi sakit ketika melahirkan
  • dll

Jadikan buku ini teman selama Anda menjalani masa kehamilan yang menyenangkan.

“Buku bagus untuk para perempuan yang akan menikah ataupun yang sedang hamil pertama, guna menambah wawasan dan info seputar kehamilan.” — dr. Muzayyanah, Sp. Og.

Review

Buku ini terdiri atas 11 bab:

1.Selamat Anda Hamil!

Gimana rasanya saat tahu pertama kali kalau kita hamil? Pas anak pertama dulu, saya, jujur, ngeblank. Saya nggak pernah membayangkan, diri saya sendiri jadi ibu. Saya? Jadi ibu? Wkwkwkwk.

Kalau pas kehamilan kedua, saya malah sedih. Huahaha. Ya ampun. Bener-bener nggak ada benernya saya jadi ibu ya. Nggak kayak ibu-ibu yang lain, yang bahagia banget gitu. Baru setelah beberapa bulan, setelah saya merasakan tendangan-tendangan, lalu merasakan berbagai hal hormonal yang mengaduk-aduk emosi, baru deh saya bahagia banget bakalan punya anak.

Dalam bab ini, dibahas berbagai macam hal yang akan kita alami saat kita dinyatakan hamil, dan kemudian apa yang harus kita lakukan. Jangan blank kayak saya ya. Iya.

2. Perkembangan Janin 0 – 9 bulan

Di bab ini, ada dijelaskan perkembangan dan pertumbuhan janin dari bulan ke bulan. Apa saja yang terjadi di dalam sana dibahas rinci, plus gambar-gambar yang cukup jelas.

Saya dulu pertama dinyatakan hamil saat sudah usia 4 minggu. Inget banget waktu itu, langsung nyari gambar janin usia 4 minggu. Dan, coba tebak gimana reaksi saya.

Hiyyyy! πŸ˜† Ih, ada “gituan” dalam perut saya? OMG. Saya pegang-pegang perut terus, antara takjub, geli-geli gimana gitu. Hahahaha. Ya Tuhan. Betapa polos dan naifnya saya, nggak ngerti apa-apa. Pastinya calon-calon ibu sekarang lebih canggih sih daripada saya yes.

3. Tanda Kehamilan dan Cara Mengatasinya

Selain perkembangan janin, juga dijelaskan perkembangan tubuh si ibu hamil. Saya juga inget dulu, garuk-garuk kepala saat tahu nomor bra saya bertambah 2 nomor πŸ˜† huahahaha. Ampun deeeh! Itu terjadi saat sudah masuk ke trimester kedua kayaknya. Padahal naiknya berat badan pas hamil pertama sih nggak terlalu signifikan, hanya sekitar 8 kilo aja. Tapi pertumbuhan dadanya buset dah.

Kalau hamil kedua, saya udah ngebo sih. Apa-apa dimakan. Jadi pertambahan berat badan sampai 22 kilo πŸ˜›

Anyway, baca juga berbagai masalah yang muncul seiring bulan kehamilan berjalan ya. Setiap perempuan memang akan berbeda masalahnya, tapi soal konstipasi, panas dalam perut, pusing, lemas, cepat capek, itu adalah beberapa keluhan yang umum.

Kalau masih wajar, bisa diatasi sendiri. Ada juga caranya di sini. Nah, kalau sudah mulai spesifik, mending langsung konsul dokter.

4. Serba-Serbi Ngidam

Puji Tuhan banget, saya dulu nggak ngidam. Anak pertama malah 2 minggu sekali ke Bandung. Nggak pernah pengin apa-apa. Mungkin anaknya juga tahu, kalau bapaknya jauh. Jadi nggak pernah aneh-aneh. Sampai sekarang anaknya juga nggak pernah minta aneh-aneh sih. Hahaha. Puji Tuhanlah ya.

Pas hamil kedua, cuma lebih lemes aja sih. Pas juga banyak trouble dari luar diri yang cukup mengganggu. Jadi rada stres aja gitu. Tapi overall sehat.

Namun, ya balik lagi. Kondisi setiap perempuan berbeda. Jadi kalau memang sempat ngidam, di chapter 4 ini dijelasin detail mengenai ngidam.

5. Kehamilan Sehat

Pastinya kita selalu berharap bahwa semua baik-baik saja. Sehat-sehat saja, si ibu dan si bayi ya. Amin.

Makanya mesti dijaga, ya makannya, ya istirahatnya. Termasuk harus selalu positive thinking.

Di sini ada berbagai pengetahuan nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil. Juga ada petunjuk olahraganya lho! Dilakuin ya. Jangan kayak saya dulu. Pemalas akut.

6. Mitos dan Fakta tentang Kehamilan

Yeah, saya juga menghadapi berbagai mitos kehamilan dulu. Dari yang bisa dinalar secara ilmiah, sampai yang nonsense. Kalau sekiranya nggak menyulitkan atau mengganggu, ya udah saya turutin. Kalau malesin, ya udah saya cuekin aja sih.

Misal, di buku ini disebutkan minum air es membuat janin akan berukuran besar. Nah, ini antara salah dan enggak sih. Air es doang mah enggak apa-apa. Kecuali kalau dicampur dengan gula atau sirop, apalagi kalau banyak dan sering minum. Ya pastilah akan ngaruh. Kalau air putih dingin mah enggak apa-apa.

Lihat juga berbagai penjelasan ilmiah mitos-mitos yang lain di bab ini.

7. Peran Calon Ayah dan Calon Ibu

Saya dulu bisa dibilang, menjalani kehamilan sorangan wae. Ya, karena suami jauh. Saya periksa ke dokter sendirian, masih kerja juga.

Buat calon-calon ibu, jangan lupa libatkan si suami juga selama kehamilan. Biar bisa ngerti dan paham juga, gimana rasanya hamil itu.

Dalam bab ini, ada dijelaskan mengenai hak-hak calon ayah, dan beberapa pertanyaan yang mungkin muncul di benak para calon ayah ini. Yes, jadi tugas calon ibu, selain mempersiapkan diri sendiri, juga menyiapkan si suami untuk jadi calon ayah.

Iya, tugas kita akan dobel-dobel, Buk. Berat kan jadi perempuan? Hahaha.

8. Cuti Hamil dan Melahirkan

Bab ini khusus buat para ibu hamil yang bekerja di kantor, atau di luar rumah. Apa nih yang harus disiapkan saat nanti cuti melahirkan.

9. Persiapan Melahirkan

Hoooh, sampai di sini deg-degan deh. Sumpah. Hahaha. Menghitung hari sampai HPL tiba. Mesti makin rajin olahraga, rajin melatih pernapasan, lalu mulai siapkan tas jika sewaktu-waktu harus segera ke rumah sakit.

Dulu beberapa hari sebelum HPL saya masih belum tahu mesti ngapain. Periksa terakhir ke dokter, tahu-tahu dinyatakan harus caesar, karena lingkar pinggul kurang 2.5 cm untuk dilewati bayi. Hvft.

Langsung deh, kelabakan. Soalnya operasi dijadwalkan 2 hari kemudian. Langsung telepon suami, minta dia pulang πŸ˜† Lalu siap-siap sendiri. Ya ampun.

10. Melahirkan

Yaaa, di sinilah inti dari seluruh isi buku ini ya. Mau melahirkan normal ataupun caesar, semua butuh persiapan yang baik. Keduanya juga butuh perjuangan yang berat. Untuk pemulihannya juga relatif, tergantung kondisi masing-masing.

Saya dulu hari 3 pasca operasi sudah jalan-jalan ke kamar bayi. Seminggu setelah operasi sudah bisa nyetir sendiri untuk kontrol bayi. Tapi pas kelahiran anak kedua, sampai seminggu saya belum bisa lurus kalau jalan. Jahitan operasi terasa lebih sakit. Pokoknya pemulihannya lebih lama deh.

11. Pasca Melahirkan

Baby blues, hello!

Setelah melahirkan, apakah selesai? Justru itu baru permulaan perjuangan yang lebih berat. Wkwkwkwk. Selain kita harus merawat si bayi, kita juga harus merawat diri sendiri. Apalagi yang harus menjalani operasi caesar, biasanya akan lebih lama pemulihannya.

Jangan lupa jadwal kontrol ke dokter. Di bab ini dijelaskan mengenai berbagai macam KB yang bisa kita jalankan jika ingin mengatur kelahiran bayi berikutnya. Saya dulu sempat pakai pil KB, tapi sampai setahun berjalan saya ga berhenti menstruasi. Rasanya ya gimana, setahun penuh mens terus 😦

So, saya stop. KB ini juga cocokan, bisa jadi 1 jenis cocok untuk ibu yang satu, belum tentu cocok untuk yang lain.

12. Penutup

Kehamilan adalah bagian dari kebahagiaan seorang wanita. Melahirkan adalah perjuangan Anda mendapatkan hadiah – buah hati yang menakjubkan. Naluri keibuan adalah intuisi terhebat yang membimbing Anda untuk menyayangi si kecil dengan berbagai cara. Be happy, Mom! (hal. 196)

Ya, itu yang penting. Be happy. Jujur, itu nggak mudah lho, dengan segala beban baru ini. Berat!

Makanya, ibu-ibu mesti punya support system yang kuat. Ya, siapa lagi yang jadi support yang diandalkan kalau bukan suami dan keluarga sendiri?

 

Kehamilan, bisa membahagiakan di satu sisi, namun juga butuh perjuangan di sisi yang lain. Bagaimanapun, itu adalah kodrat kita. Jadi ya, mau nggak mau harus dijalani.

Buku ini menyajikan semua hal yang perlu kita ketahui selama masa kehamilan, lengkap kap kappp. Seandainya buku ini sudah ada saat saya hamil dulu. Pasti saya nggak segagap itu. :mrgreen:

Semangat ya, buibu!

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s