Rahwana (Blogtour & Giveaway)

ice_2017-05-29-07-23-16-902-01Judul: Rahwana
Penulis: Anand Neelakantan
Penerjemah: Desak Nyoman Pusparini, Chandra Citrawati
Penyunting: Shalahuddin Gh
Penyelaras Bahasa: I Wayan Sariana
Pemindai Aksara: Jenny M Indarto
Penggambar Sampul: Imam Bucah
Penata Letak: desain651@gmail.com
ISBN: 978-602-6799–24-1
Penerbit: Javanica

Blurb

“Akulah Rahwana, sang Asura! Selama ribuan tahun aku difitnah. Kematianku dirayakan di mana-mana dengan sukacita. Kenapa? Karena aku menantang bangsa Dewa demi kebahagiaan putriku, Sinta? Karena aku berjuang membebaskan rakyatku dari aturan kasta yang semena-mena? Engkau telah mendengar kemenangan Rama sang penakluk dalam Ramayana. Sekarang simaklah Rahwanayana, karena aku Rahwana!”

“Akulah Bhadra, sang Asura! Aku bukan siapa-siapa. Tak terlihat, tanpa kuasa, tak dianggap ada. Tak satu pun kisah tentang diriku bakal ditulis. Ketika kehidupan orang besar diceritakan, suaraku mungkin terlalu sayup untuk didengar. Tetapi, beri aku waktu sejenak untuk mengisahkan hidupku dan bangsaku yang kalah!”

Semua pasti mengenal Ramayana. Kisah memukau tentang Sri Rama, pahlawan kebajikan yang membunuh setan kegelapan bernama Rahwana. Tetapi sejarah selalu ditulis para pemenang. Suara yang kalah tersuruk di kesunyian. Bagaimana jika Rahwana dan bangsanya mempunyai kisah yang berbeda? Mungkin sudah tiba saatnya bagi yang kalah untuk berbicara. Dan inilah Rahwanayana, kisah tersembunyi tentang Rahwana dan bangsanya: Asura. Sebuah kisah yang dimuliakan kaum tertindas di Jambudwipa ribuan tahun lamanya.

Review

Masih ingat dengan Da Vinci Code?

Waktu itu, Da Vinci Code cukup menggegerkan dunia perbukuan, terutama perfiksian, karena pemutarbalikan fakta dalam buku. Nggak tanggung-tanggung, nyinggung ke inti dari satu agama! Tentu saja kehebohan terjadi, karena Dan Brown dengan berani mengungkapkan sisi lain dari Yesus, yang ternyata “gelap”.

Sampai-sampai keluar juga beberapa buku lain, yang bisa dibilang, sebagai penetralisir agar orang-orang yang mengimani Yesus tidak lantas goyah imannya. Saya? Saya nggak butuh buku penetralisir seperti itu. Hahaha. Eksotisme dan keindahan Da Vinci Code langsung hilang kalau sampai baca buku-buku penetralisir itu. Saya menikmati sisi gelap Yesus yang diceritakan oleh Dan Brown.

Dan, sekarang, buku ini.

Saya sih memang penggemar cerita wayang. Saya sudah khatam beberapa novel yang ditulis per episodenya, dan juga sudah membaca banyak cuplikan-cuplikan kisah, baik Ramayana maupun Mahabarata. Dan saya mengerti betul, bahwa dalam dua cerita epos tersebut terselip banyak sekali nilai-nilai agama Hindu, yang sebenarnya universal. Semua makhluk bisa mengamalkannya, nggak cuma para pemeluk agama Hindu saja.

Banyak cerita tentang Rama, Sinta, Hanoman dan semua tokoh pahlawan dalam Ramayana. Tapi, tak ada yang mau tahu soal Rahwana. Saya pribadi selalu percaya, nggak ada orang yang benar-benar jahat dari sononya. They have reasons, dan pasti mereka yakin banget akan alasan dan prinsip mereka benar.

Rahwana memandang dirinya sebagai manusia yang tak perlu berpura-pura suci atau dibatasi oleh aturan agama dan masyarakat. Dia ingin menjadi makhluk yang alami, jujur sejujur-jujurnya, tanpa harus menghilangkan apa yang telah dianugerahkan dalam dirinya. (hal. 11)

Diceritakan dengan alur maju mundur, kita akan diajak untuk berkelana melalui dua kepala; kepala Rahwana dan kepala Bhadra, abdinya yang setia. Dari kepala Rahwana, agar kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya ada dalam pikirannya, mengapa ia harus melakukan apa yang dilakukannya. Dari kepala Bhadra, agar kita bisa memandang Rahwana dari pihak luar, sehingga menilainya dengan lebih objektif.

Kisah dimulai dari penceritaan kondisi Rahwana setelah kalah dari Rama. Bagaimana kita diajak memahami penderitaannya karena kekalahannya. So surreal! I love the way it’s described! Gue banget. Hahaha.

Besok hari pembakaran mayatku. Aku tak tahu apakah mereka akan membakarku layaknya anjing kurap atau maharaja. Aku bisa mendengar suara cabikan cakar dan taring kawanan serigala.

Yeah, yang biasa baca flashfiction saya, pasti tahu deh kenapa saya suka. 😆

Kemudian, cerita mundur dan mulai mengisahkan bagaimana Rahwana harus berjuang sebagai Asura, bangsa yang sempat mencapai puncak peradaban, namun kemudian menjadi kalah.

Please, stay put dengan sejarah bangsa Asura dulu di awal, jika nanti kamu membaca buku ini. Kalau kamu penggemar Lord of the Ring, pasti juga sempat membaca penceritaan mengenai silsilah berbagai bangsa dulu kan ya? Begitu juga di sini. Akan banyak latar belakang bangsa-bangsa yang hidup di Jambudwipa (India sekarang) diceritakan di awal. Jika kamu sudah baca, maka nanti kamu akan lebih paham dengan ceritanya.

Jangan kaget pula, kalau di sini bangsa para dewa diceritakan menjadi tokoh antagonisnya.

Bangsa para dewa itu, di sini, dikisahkan sebagai bangsa pembunuh. Mereka menjarah desa, bahkan memperkosa para perempuan Asura. Merekalah “pihak yang jahat”.

Juga jangan kaget dengan beberapa “perubahan” cerita, karena cerita ini memang merupakan cerita Rahwanayana versi Alengka (Sri Lanka sekarang). Bagi rakyat Sri Lanka, Rahwana sampai sekarang masih tetap merupakan raja mereka yang terbaik.

Ada pula Ramayana versi India. Saran saya sih, baca juga pengantar penulis di awal buku, biar kamu tahu beberapa perbedaan mendasar antara cerita Ramayana India, Thailand dan versi Indonesia.

Rahwana sendiri, meski di sini berperan sebagai protagonis, tapi kamu akan paham mengapa ia tetap mempertahankan 9 sifat kurang baik yang sebenarnya diminta untuk ditinggalkan oleh Mahabali, gurunya. Hanya 1 sifat, yaitu akal budi, yang harus tetap dipelihara oleh Rahwana. Lainnya; ambisi, rasa cinta yang berlebihan, kesombongan, amarah, kecemburuan, kegembiraan, kesedihan, rasa takut, mementingkan diri sendiri, dan hasrat harus ia lepas sama sekali.

Saya menikmati banget saat Rahwana debat dengan gurunya tentang 10 sifat yang ingin dipertahankannya ini. Sangat logis. Dan, memang sifat-sifat ini menjadi identitas dirinya sebagai Dasamuka. Manusiawi! Saya kira, nggak cuma Rahwana yang mempunyai 10 sifat ini. Kita semua punya.

Yeah, sebenarnya sih, jujur nih ya, saya belum selesai membaca buku ini. Baru setengah dari 600 lebih halaman! Eits, tenang. Jangan panik dulu lihat angka 600 😆 Biar tebel, tapi buku ini nikmat banget. Saya bisa saja skimming, tapi … kok sayang ya kalau di-skimming. Karena saya benar-benar menikmati setiap bagiannya. Maka saya putuskan lebih baik saya sabar saja membaca sampai akhir, ikut larut dalam perjuangan Rahwana.

Lagipula, agak jarang saya temukan buku dengan terjemahan yang enak dibaca begini. Hehehe. Iya, saya banyak bermasalah dengan buku terjemahan sih. Suka pusing kalau terjemahannya ngasal. Yang ini, kayak baca buku asli novelis Indonesia aja gitu.

Nanti, kalau saya sudah selesai membacanya, saya akan bikin review lagi.

Sekarang kita ke giveaway-nya dulu saja deh ya. Soalnya saya pengin ajak kamu untuk baca buku bareng-bareng nanti. Soalnya ini buku asyik banget buat didiskusiin!

So here’s our giveaway!

 

Giveaway Rahwana berhadiah 2 buku!

Jadi, kalau kamu mau dapetin salah satu dari 2 buku Rahwana yang akan dibagikan di blog ini selama blogtour, maka ini cara untuk ikutan giveaway-nya.

  1. Follow IG @javanicabooks dan @carra.artworks (jika kamu punya akun Instagram). Kalau nggak punya Instagram, boleh di-skip.
  2. Share giveaway ini di akun media sosial kamu, boleh Facebook, Twitter atau IG. Pilih salah satu, atau mau di semua akun medsos boleh juga :mrgreen: Mention/tag minimal 2 teman untuk ikutan GA ini.
    Nggak usah mention saya nggak apa-apa, yang penting nanti setorkan link share kamu di jawaban giveaway ini. Jangan lupa diset publik ya, biar saya bisa cek.
  3. Jawab pertanyaan berikut: Sebagai manusia, kamu pasti punya sifat atau kebiasaan yang baik pun kurang baik. Menurut kamu, saat ini, sifat kurang baik apa sih yang ada di dirimu yang kamu tahu harus banget kamu kurangi atau atasi? Misalnya, saya nih ya suka banget menunda pekerjaan hingga akhirnya numpuk di belakang. Nah, kalau sudah deadline, baru deh kerasa heboh sendiri. Nah, kalau kamu apa?
  4. Tulis jawaban di kolom komen dengan format:
    Nama:
    Link share GA:
    Jawaban:
  5. Jawaban kamu ditunggu sampai tanggal 4 Juni 2017, pukul 23.59 waktu Indonesia bagian Carra. Pemenang akan diumumkan paling lambat 2 hari setelah giveaway ini ditutup.

Nah, gampang kan yes? Iyeslah.

Yuk, segera tulis jawabanmu yah. Salah satu buku Rahwana sudah menunggumu untuk dipeluk 🙂

 

=== UPDATE ===

Sungguh, saya kesulitan menentukan pemenang 😆 Karena itu, yang kali ini belum beruntung, jangan kecewa ya. Salahkan Random.org yang tidak memihak kalian 😆

Sooo, selamat untuk:

  1. Dayu Ledys (IG @cacingbuku)
  2. Bety Kusumawardhani (Twitter @bety_19930114)

Yang mendapatkan masing-masing 1 buku Rahwana dari Javanica Books. Yayyy! Ditunggu nama, alamat lengkap + kodepos, dan no HP di email mommycarra@yahoo.com yah ^_^

Yang mau coba peruntungan, silakan langsung capcus ke blog berikutnya yah! Semoga beruntung!

Advertisements

42 Comments Add yours

  1. am! says:

    Nama: AA. Muizz
    Link share: https://twitter.com/aa_muizz/status/868999675512094720
    Jawaban:
    Sama, sih. Saya juga sering menunda pekerjaan. Tapi yang paling terasa mengganggu, saya itu lelet. Mau diusahakan secepat apa pun, bahkan nggak istirahat, tetap saja butuh waktu lama. Meski kadang hasilnya lebih memuaskan daripada yang lain, tetap saja keleletan ini menyebalkan banget. 😦

    Like

  2. Nama: Wisnu Widiarta
    Link: https://www.facebook.com/wisnu.widiarta/posts/10211118925861803
    Dark Side: bad anger management. Suka kurang sabaran wkwkwk.. bisa triwikrama kalau dah emosi banget..

    Like

  3. ranirtyas says:

    Nama: Rani R Tyas
    Share link GA: https://twitter.com/RaniRTyas/status/869009762897149952
    Jawaban:
    Sifat buruk yang harus dihilangkan sebetulnya banyak sekali, tetapi jika dipersingkat ada 2 sifat yang harus benar-benar dihilangkan yaitu PEMARAH, menjadi pemarah selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain di sekitarnya, terutama orang-orang terdekat. Terkadang mereka yang tidak tahu alasannya jadi ikut terkena imbas. Maka sebaiknya kalau sedang marah, dialihkan untuk sesuatu hal yang lebih positif yaitu dengan beberes rumah misalnya.
    Sedangkan yang kedua yaitu SUKA MENYEPELEKAN, misalnya antara lain menyepelekan waktu dengan menunda-nunda pekerjaan yang akhirnya kebingungan di akhir waktu. Soalnya barusan mengalami ini T_T

    Like

  4. Elsita F. Mokodompit says:

    Elsita F. Mokodompit

    Mengerutu dalam hati. Disengaja/nggak, itu udah jadi kebiasaan. Kalau ada sesuatu yang annoying banget, misal orang yang ngeluhin sesuatu terus-terusan bikin saya bete, saya bakal menggerutu dalam hati. Misal bilang “duh sakit banget nih kepala” tapi bukannya minum obat dan tidur malah ngeluh ngeluh ke saya. Saya bosan dengernya, saya menggerutu dalam hati. Lebih baik drpd menggerutu terang2an, tapi bikin saya ngerasa kayak pakai topeng. Punya dua muka, padahal nggak bermaksud begitu. Cuma kesel aja karena saya nggak akan bisa ngurangin sakit kepalanya kecuali dia sendiri yg inisiatif nyari obag dan istirahat. Yang gitu gitu sih, saya pikir nggak baik, takutnya jadi penyakit hati yang susah buat disembuhin lagi.

    Like

  5. Ainhy says:

    Nama: Ainhy Edelweiss
    Link share: https://mobile.twitter.com/ainhy_edelweiss/status/869031380524584960
    Twitter: @ainhy_edelweiss
    Jawaban:

    Ada dua sifat yang kata orang harus aku kurangi demi menjaga hubungan. Aku sadar ini sifat yang memang bisa biki kesal orang lain tapi susah untuk aku hindari. Pertama, aku orang yang paling nggak mau mengalah. Entah itu urusan hal-hal sepele, aku merasa benar, gak tau sih kenapa, dalam pikiranku emang itu udah benar, hehehe… Yang pada ujungnya akan berakhir dengan perdebatan, mungkin gara2 ini aku nggak punya banyak teman. 😦 but, karena udah sadar aku kurangi dikit demi dikit.
    Kedua, aku orangnya emotional banget. Sensitif banget perasaannya. Aku cepat peka dan tersinggung dengan hal-hal apa saja. Biasanya aku marah-marah klu udah emosi banget, adik aku yang jadi sasaran. Upss… Tp sebenarnya aku cuma marah2 aja, sekilas. Emosionalnya gak pernah lama.

    Itu aja kk, trimaksh GAnya, wish me luck 🙂

    Like

  6. Nama: Yohana
    Link share GA: https://twitter.com/MrsSiallagan/status/869040735479250945
    Jawaban: Sifat kurang baik yg ada dalam diri aku banyak sih, tapi yang paling sering itu adalah sering ngomel, cerewet, atau marah sendiri walaupun kadang-kadang hal sepele. Misalnya nih, kalo adik aku habis mandi trus handukknya ditinggal gitu aja, aku pasti ngomel, wih udah gede tapi handuk masih dibeginiin. Tapi aku merasa, sifatku yang satu ini mengingatkan. ya walaupun bikin adikku kadang2 merasa jengkel

    Like

  7. sandraartsense says:

    Nama: Sandra Hamidah
    Twitter: @Sandra_artsense
    Link Share: https://mobile.twitter.com/Sandra_artsense/status/869050887380926464
    Jawaban:
    Hal yang harus diperbaiki dalam diri saya adalah kesabaran dan manajemen waktu kak, apalagi sekarang saya jadi Ibu baru yang harus 100% mengurus anak tanpa bantuan Nanny, semoga meskipun sudah punya baby, saya bisa tetap bisa berkarya produktif dan mengejar passion tanpa harus kehilangan moment terbaik bersama baby dan Suami^^ thankies ya buat kesempatannya semoga saya menang soalnya Suami suka banget cerita pewayangan, nama anak kami juga diambil dari Tokoh wayang asli Nusantara hehe

    Like

  8. zenashura says:

    Nama: Irfan R
    Link: https: //twitter.com/irfansebs/status/869008597887275009
    Jawaban:
    Sifat kurang baik yang saat ini banget tak lain dan tak bukan:
    MALAS. Specifically, males rapiin tempat tidur 
    Sempat jadi pertanyaan juga sih, buat apa ngerapiin tiap pagi kalo tiap pagi nanti bakal berantakan lagi. Kan, kan? Dan ternyata pertanyaan itu melebar ke urusan mandi, urusan perut, urusan-urusan lainnya :’) Aku kalah deh sama semesta.
    Kebiasaan ini tentu merugikan buat saya, bikin kamar banyak nyamuk. Mungkin karena hal itu juga yang ngebuat Bunda Ratu hampir tiap pagi ceh-ngoceh :’’’)))) *ayaflu Mom*
    Dan karena rasa cinta saya, (dan khawatir Mama bisa kena darting sebab tiap pagi marah-marah :’)), mulai hari ini saya janji tidak akan malas dan selalu membereskan tempat tidur saya.
    Eh, tadi pagi lupa dirapiin. Jadi besok aja janjinya dilaksanakan.
    Badewey, Miss. Dasamuka-nya Rahwana itu mirip 7 Deadly Sins gak sih?

    Like

  9. dayuledys says:

    Nama : Ida Ayu Putu Ledys Deviyani
    Link Share :
    https://mobile.twitter.com/dayuledys/status/869003219426344960

    Jawaban :
    Aih, ini saatnya pengakuan dosa ya, eh tapi ini dosa nggak sih (?)

    Terlepas dari dosa atau nggaknya, ini adalah sifat burukku (yang hampir sama dengan Rahwana). Setelah baca review ini aku justru ngerasa mirip dengan Rahwana.

    Oke, dari 10 sifat jeleknya Rahwana ada beberapa yang juga merupakan sifat jelekku.
    • ambisi : aku seringkali terlalu lebay dalam mengejar sesuatu, misalnya dulu pas masa sekolah aku suka cari muka depan guru biar bisa jadi juara kelas
    • rasa cinta yang berlebihan : ini sampe skrg sih, saking cintanya itu aku jadi ngerasa sering kali mendahulukan kepentingan pacar diatas yg lain. Padahal doi nggak maksa
    • kesombongan : ini nggak ke semua orang, tapi sebagai seorang berzodiak leo, aku sering nggak sengaja ‘sombong’, sampai adikku sering kesal dan bilang “sombong amat sih lu”
    • amarah : nah ini, aku susah banget ngendaliin kemarahanku. Memang jarang terjadi karena aku nggak mudah terpancing. Tapi sekalinya marah bisa hancur semua. Kalau marah aku kadang kabur dari rumah, atau ngelempar2 bantal, pernah juga ngerusak barang
    • kecemburuan : ini yang bisa bikin aku nangis kejer. Kecemburuan ini sih aku bukan cemburu sosial atau iri. Tapi lebih ke masalah cinta
    • kesedihan : aku sering sedih itu yang berlarut-larut , nangis ampe berhari-hari. Sampai nggak mau makan (padahal badan udah kayak tengkorak jalan) dan ya segala yg berlebihan itu tidak baik.

    Oiya satu lagi, kemalasan. Aku sering banget dan suka bersantai-santai. Lebih suka tidur2an sambil nonton film atau membaca di kamar daripada pergi keluar atau ikut kegiatan.

    Bener kata kak Carra, 10 sifat jelek Rahwana ini manusiawi, dan kita semua punya. Dan sebenarnya aku pun punya semua, cuma ada beberapa yang belum parah, jadi yg aku tulis di atas ya yang parah parah aja 😁

    Wish me luck! Aku tertarik banget sama bukunyaaa 🍀

    Like

  10. Hamdatun Nupus says:

    Nama : Hamdatun Nupus
    Akun Twitter : @HamdatunNupus
    Link Share : https://twitter.com/HamdatunNupus/status/869067998383833088

    Jawaban :
    Ehemm, ini bener-bener buruk sih karena ku lakukan dalam keadaan sadar. Aku tuh suka menyumpahi orang kalo lagi kesel, ku lafalin meski gak kenceng2. Mau itu orang yang aku kenal maupun nggak. Karena kalo boleh jujur batas toleransiku tuh kurasa udah tinggi banget, bahkan untuk hal-hal menyebalkan yang cenderung remeh aku sering banget mengabaikan “Yaudahlah yah biarin” , nahh hal ini itu bakal kejadian kalo emang level keselnya udah overload banget 😦 . Lidah tuh emang gak bertulang men-temen, dan lidahku ini cukup menjadi petaka kalo udah nyumpahin orang (Kayaknya Tuhan emang sengaja deh biar aku bisa tahan emosi) Jadi keseringan hal-hal buruk yang kusumpahin ke orang itu pasti kejadian :'(. Beberapa tahun belakangan udah mulai bisa ngendaliin diri untuk gak nyumpahin orang seenaknya. Alhamdulillah pelan-pelan udah bisa ninggalin kebiasaan buruk ini, paling cuma jadi menggerutu dalam hati ajah (Meski jadi tambah kesel sendiri sih) pelampiasannya jadi suka teriak2 sendiri XDXD – better lah daripada harus nyumpahin orang ya kan ? :D:D:D

    Like

  11. Mr Bee says:

    Ikutan dong, kakak…
    1. Nama: Mr Bee aka Pak Lebah (nama asli japri aja ya)
    2. Tautan:
    – Twitter: https://twitter.com/pak_lebah/status/869069837766500352
    – Facebook: https://www.facebook.com/pak.lebah/posts/1727101667306177
    3. Sifat buruk:
    Sebagai orang yg rasionalis dan suka sains, aku sering merasa diriku lebih pintar dari orang lain, bahkan mengarah ke sombong. Terutama ke orang yg jelas-jelas menunjukkan sesat pikir atau kekurang-tahuannya di depan banyak orang, biasanya di medsos. Pengen sekali kuceramahi panjang lebar dan menunjukkan yg benar, sambil bilang “masa’ gini aja ndak tau sih? lu sekolah ngapain aja?” Walaupun bisa jadi yg kusampaikan itu ada benarnya, tapi aku tahu sikap seperti itu —terutama cara penyampaiannya— kurang baik. Kalo masalah suka menunda-nunda pekerjaan, bukannya kita semua begitu ya? Hahahaha… 😀

    Like

  12. Cahya says:

    Nama: Cahya
    Twitter: @ccchhy
    Link share:

    Jawaban:
    Aku merasa kalau aku ini termasuk orang yang sensitif. Mudah sensi dan mudah kepancing emosi. Kadang aku suka ngerasa tersinggung hanya karena pengunjung di meja ujung nengok-nengok terus ke arahku terus. Rasanya pengin nyamperin trus nanya “What’s the problem, huh?” tapi daripada ribut mending cuek aja. Cuma tetep ngganjel rasanya. Aku musti belajar lagi buat cuek dan sabar kalau nemu-nemu hal kayak begini.

    Tapi kadang yang palimg aku sesalkan adalah standar keramahanku ternyata masih kurang ‘halus’ untuk orang lain sehingga mereka ngira aku nggak nyante padahal sikapku udah biasa aja. Ini juga yang masih harus aku perbaiki supaya orang nggak menilai kalau aku orang yang nggak friendly.

    Like

  13. Nama: Imron Fhatoni
    Link: https://twitter.com/Imronfhatoniwk/status/869130492842459136

    Jawaban

    Saya tak pernah bisa tidur lebih awal. Ini mungkin juga terjadi pada banyak mahasiswa lain di luar sana. Saya selalu begadang hingga larut, sehingga membuat saya kurang produktif. Ini menyebabkan banyak waktu saya terbuang percuma, sebab keesokannya, saya akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk tidur.

    Sering begadang juga kerap membuat saya kerap telat kuliah pagi, lemas, bahkan kurang bersemangat sepanjang hari. Saya merasa benar2 tidak produktif dengan ini semua. Saya jarang menemukan mood dalam menulis, waktu membaca sayapun jadi berkurang. Ah, semoga saya segera menemukan solusinya.

    Like

  14. Avvedafeska says:

    1. Nama : Syifa Raniswara
    2. Link share : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10211578756457813&id=1632363508&ref=bookmarks
    3. Sifat Buruk : aku menyebutnya “kerasukan monster”. Ada saat dimana diriku sangat tidak peduli dengan yg ada disekitarku, memilih menyendiri karena pada saat “rasa” itu muncul peluang mengeluarkan aura negatif akan sangat besar. Dan sayangnya cuma aku juga yg bisa mengendalikan dan kembali “normal”nya diriku

    Like

  15. Elita sitorini says:

    Nama : elita sitorini
    Link : https://www.instagram.com/p/BUrdn57huwB/
    Jawaban :
    Mudah berprasangka bahwa seseorang itu sok atau pamer yang ujungnya jadi membandingkan diri dengan orang tersebut dan bersikap meremehkan.

    Sudah berusaha sih tapi susah😂.

    Like

  16. Marfa says:

    Nama: Marfa
    Link: https://twitter.com/umimarfa/status/869203176192225280
    Jawaban: Beprasangka buruk terhadap orang lain, sifat ininih yang suka banget merembet ke sifat menganggap diri sendiri paling bagus dan juga jadi gamoang ngejudge. Padahal kan people do something for a reason, sementara sedikit solusinya sih selalu mengingat diri sendiri yang masih banyak kurangnya. Hehe.

    Like

  17. Khaisti_11 says:

    Nama : Khairunnisa Istiyana
    Link share GA :

    Jawabanku 🍁

    Aduh pertanyaannya, jadi malu 😳

    1. Ngupil meper kemana-mana *HAHA, TABUR UPIL😂*

    2. Tidur, ngorok dan membuat daerah sekitar banjir.

    3. Nyanyi asal nyanyi, yang penting tau lagunya meski gak apal lirik *JOGET MANGGGG!*

    4. Ngatain temen PENDEK, LELET dan sebagainya. Ketika ada mau di baik-baikin, bilang CANTIK, BAIK dan sebagainya *INI YANG NAMANYA TEMEN*

    Okeh, okeh, segini ajah. Aibku terlalu banyak dan gak tahu harus ceritain dari mana dan sampai mana 😳🍁

    Like

  18. Nama : Khafid Nur Rohman
    Link : https://web.facebook.com/404FOUNDS/posts/10210807404839779
    Jawaban : Keras kepala, jika sudah berkehendak tidak boleh ada yang menahan, dan siap menerima resiko apapun (baik atau buruk).

    Like

  19. Wiwied Widya says:

    Mak Carra ikutan ya
    Nama :Wiwied Widya
    link share : https://twitter.com/WiedWidya/status/869312590073143297
    Jawaban : Sifat burukku yang harus diperbaiki itu adalah…suka mengendalikan. Maksudnya aku suka kalau mengontrol gitu. Ini nih sering bikin stres, karena kalau ada hal yang berjalan nggak sesuai kemauanku dan nggak bisa kukendalikan on track sesuai versiku, wah bisa marah-marah tuh. Masalahnya, aku sadar sih di dunia kan nggak ada yang bisa dikontrol ya. Nggak semua hal bisa berjalan sesuai kemauan kita. Tapi tetap aja susah nahan keinginan untuk ikut campur mengendalikan sesuatu. Kadang kerasa juga kalau terkesan bossy. tapi kalau dibiarkan kok rasanya jadi nggak beres. PR banget nih buat mengendalikan diri.
    Kayak ikutan giveaway ini nih. Pengenku sih bisa aku yang menang, tapi kendalinya kan bukan ditanganku ya… hehehe. Jadi sudilah kiranya Mak Carra mempertimbangkan jawabanku ini buat jadi pemenang. Kan nggak asyik kalau aku marah-marah lagi gara2 nggak dapet buku Rahwana..

    Like

  20. anabahtera says:

    Nama: Ana Bahtera
    Link share: https://twitter.com/anabahtera/status/869510952357470208
    Jawaban:
    Sifat buruk aku yg pingin banget diberantas adalah “moody”. Skarg bisa blg iya, eh semenit kemudian berubah blg gak krena alasan yg sepele saja.
    Hari ini aku bisa heboh merencanakan sesuatu, eh besok malah tiduran aja dlamar gk mau kemana2.
    Benar-benar sifat yg kdg gk bsa di tolerin tapi susah juga tuk ngubahnya n skrg aku lgi brusaha keras agar gak labil lagi 😂

    Like

  21. Nhino says:

    nama : Nino
    Link : https://mobile.twitter.com/Arznino/status/869521514919411713?p=v

    Jawaban : sifat dari dulu yg pgn dibrangus cuma egois. Sampe ada yg blg aku harus blajar berbagi dan lebih peka terhadap org lain

    Like

  22. mbak Carra…review-mu bikin akuh tergodah…

    Like

  23. dita says:

    Nama=dita krisdiantoro
    Link=https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=1336647689775628&id=100002912299291&_rdr
    Jawaban= belum bisa menemukan ketetapan hati,suka ceroboh dan grusa-grusu , suka menghayal ketika sendiri dan saat sama teman”

    Like

  24. Rini Cipta Rahayu

    Salah satu sifat burukku yg paling pengin aku ubah adalah belajar untuk bersikap lebih tegas. Selama ini aku ngerasa jadi orang yang susah banget ambil keputusan, terlalu banyak pertimbangan yang seringnya sih akan mempengaruhi keputusanku. Selain itu, aku juga merasa nggak bisa tetap sama pendirianku, sering nggak yakin sama sesuatu dan nggak konsisten. Aku coba untuk berubah dg ambil keputusan tetap dengan pertimbangan tapi nggak berkepanjangan haha

    Like

  25. toyenx says:

    nama : m. rahma
    link https://twitter.com/gaswatt/status/869770708603109377

    sifat buruk sya adalah, saya sdikit pemalas sya tau ini kurang baik bgi sya kdepannya tp saya hanya perlu mengurangi dan menempatkan malas pada tempatnya..

    Like

  26. Lia Amelinda Putri says:

    Nama: Lia Amelinda Putri
    Link share GA:
    Facebook: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10207064171723056&id=1843587984
    Twitter: https://mobile.twitter.com/Liamelinda/status/869825287843741697
    Instagram: https://www.instagram.com/p/BUwFgVPlR41/
    Jawaban: sifat kurang baik yang selalu aku sadari adalah aku tuh pemalas banget, orang-orang yang kenal akupun sudah tau kebiasaan burukku ini, apalagi pas hamil gini, bisa jadi senjata buat aku bisa bermalas-malasan, dikamar, tidur-tiduran sambil baca buku kesayangan. padahal orang-orang dirumah sudah sibuk, mulai didapur hingga bersih-bersih rumah, dan asyiknya lagi, karena mereka tau aku lagi hamil jadi dibiarin aja aku bersantai-santai manja, hahaha..

    Like

  27. Bety Kusumawardhani says:

    Nama: Bety Kusumawardhani
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/869969663878455296?p=v
    Jawaban: Pelupa. Aku ingin menghilangkannya karena sifat buruk ini sangat merugikanku dan orang lain. Pernah suatu ketika aku lupa dimana menaruh kunci motorku. Aku panik sekali sambil mencarinya secara membabi buta di setiap sudut rumah. Maklum waktu itu aku terburu-buru berangkat kuliah. Saking frustasinya, aku langsung tancap gas mengayuh sepeda menyusuri jalan yang aku lewati. Tetapi nihil. Aku terpaksa dateng ke reparasi kunci untuk menduplikasi kunci tsb. Setelah kunci duplikasi jadi, kunci asli sialan ku itu justru ditemukan. Ternyata aku baru ingat klo aku memasukkan kunci tsb di saku celana jeans yang aku pakai saat itu. Alhasil aku terlambat berangkat kuliah dan dimarahi dosen karena seisi kelas menungguku untuk presentasi tugas. Ada jg kejadian lain yang memalukan gara-gara sifat burukku itu.. Aku pernah lupa membawa tas ke sekolah tapi, beruntungnya hari itu hari libur. Aku juga lupa bahwa hari itu tanggal merah. Teman-temanku sering mengejekku “klo hidungmu nggak nempel, mungkin udah hilang entah kemana”.

    Like

  28. dani says:

    Nama: Dani Rachmat Kurniawan
    Link share: https://www.facebook.com/dani.rachmat/posts/10213473979863043
    Jawaban: Sifat buruk yang ingin diubah ada satu, being too self conscious yang berujung terlalu banyak kritik ke diri sendiri dan akhirnya jadi kurang yakin dan kurang pede. It costs me in many level. Salah satunya adalah kurang berani nyoba apply kerjaan ke American banks karena ngerasa banyak flaws padahal menurut beberapa orang I actually have what it takes. Cara ngatasinya sih salah satunya dengan continuously put myself in a less comfortable situation. Nyobain hal baru dan succeeding doing it. But it still there. Hahahaha. Semoga paham jawaban (plus curhatan saiah)

    Liked by 1 person

  29. Bintang Maharani says:

    Bintang Maharani

    Sifat saya yang perlu dikurangi atau diatasi adalah ingin segalanya tampak rapi, bersih, sempurna. Bisa dibilang saya termasuk yang perfectionist, tapi ada kalanya hal ini malah menjadi petaka. Kadang di waktu yang sudah mepet tetapi semuanya harus tetap sesuai keinginan dan nggak boleh asal ‘jadi’ begitu saja. Alhasil bukannya terkumpul malah makin berantakan karena semua harus disusun ulang demi memenuhi hasrat kerapian dan kebersihan supaya sempurna tadi. Saya sempat cemas kalau-kalau saya penderita OCD, tapi sepertinya sih tidak karena mereka yang positif OCD itu kelakuannya masih jauh lebih parah dari saya.

    Selain itu, kadang saya juga suka menunda-nunda pekerjaan. Delay + perfectionist ini bukan kombinasi yang match. Sudah nge-delay, jadinya gelabakan, mau serba sempurna, ya jadi makin lama selesainya.

    Maintain waktu, nyusun skejul, kerja sesuai porsi, hal-hal ini yang masih harus ditekankan dan dibiasakan lagi. Jika selama ini ada opsi “NOW or NOT NOW” dan lebih sering milih NOT NOW, maka sepertinya opsi yang satu itu harus dicoret sehingga menjadi “NOW or NOW” atau “NOW or NEVER”. It means: nggak ada tawar menawar lagi, kerjakan sekarang juga!

    Like

  30. yossi yaumil rachman says:

    Nama: Yossi Yaumil rachman
    Link: https://twitter.com/YaumilRachman/status/870533190175178752

    Jawaban: sifat yang perlu banget diatasi dari saya adalah.. SOMBONG.
    Saya tipe orang yang mudah banget mengelak bahwa diri saya sombong sampai-sampai menulis di kolom komentar ini butuh mental yang luar biasa.

    Saya sadar saya makhluk paling sombong yang ada di dunia. Terbukti saat saya mengikuti even menulis misalnya, atau even-even give away seperti ini saya merasa tulisan saya yang paling bagus, memenuhi kriteria. Atau jawaban saya paling bagus dan pasti terpilih, pada give away ini juga 😭

    Memang sih, kedengarannya optimis, tapi menurut saya justru itu yang namanya sombong alias takkabur.. Dan tak jarang Tuhan membalas langsung kesombongan saya.

    Sering malah…

    Saya harus menyingkirkan sifat ini sesegera mungkin sebelum semuanya terlambat.

    Like

  31. I.D.G.A Yudha Handara Wijaya says:

    Nama: Yudha Handara
    Link share GA: https://www.facebook.com/Yudhahandara?fref=nf&pnref=story

    Jawaban:
    Iri dan Ambisi. adalah sifat buruk yang saya tahu sering mengganggu hidup saya. pada dasarnya saya adalah orang yang ingin selalu berkompetisi. tapi di sisi lain saya sangat tidak suka kalah. saya sering merasa bahwa saya lebih pantas, walaupun kenyataan sering kali sulit untuk diterima.
    di saat ambisi besar ini sering tak terwujud, rasa frustasi kadang menghinggap. iri dalam diri seringkali tak tertahankan, kadang beberapa teman pada akhirnya tak lagi saya kontak hanya karena rasa iri dan gengsi.
    sifat ini harus saya kendalikan dan saya kurangi, walau sulit tapi kehilangan banyak teman hanya karena iri dan ambisi tak mengantarkan saya untuk tujuan yang lebih baik 🙂

    Like

  32. Wildan Rizal Fahmi says:

    Nama: Wildan Rizal Fahmi
    Links Share GA: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1354870531265592&id=100002279730753&refid=17

    Jawaban:
    Sifat kurang baik yang saya miliki,dan harus saya atasi ada KEMALASAN, karena menurut saya dari sifat tersebut bisa memunculkan sifat-sifat buruk yang lainnya,dan sifat buruk itu dapat muncul dimana saja,kapan saja,dan dialami oleh siapa saja. Ketika rasa malas datang saya sangat sulit mengatasi hal tersebut,akhirnya untuk menghindari sifat itu saya menemukan satu cara yg menurut saya cukup efektif,yaitu selalu mengingat Yang Maha Kuasa dan Kematian, karena dengan mengingat kedua hal itu,kita dapat memaknai bahwa hidup itu sementara dan Kematian selamanya.
    Terimakasih

    Like

  33. tkdreamer22 says:

    Nama : Jasmine Nur R
    Link Share : https://twitter.com/jfaanur/status/870894431544557568 dan https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1371025202934523&id=100000811700321
    Jawaban : Sama sih ka saya juga gitu orangnya, manage timenya juga buruk plus jadi tambah malesan kalo apa yang mau dikerjain ketunda tunda terus hehe😀😀 dan lagi belom masalah kalo saya pelupa pelupa gimana…..gitu orang, padahal jeda waktunya deket malah misal : saya mau ngerjain sesuatu, eh.. .baru beberapa menit atau jam udah lupa lagi

    Like

  34. Deria Anggaini says:

    Bismillah.. aku ikutan giveawaynya yaa

    Nama : Deria Anggraini
    Link Share : https://mobile.twitter.com/DeriaAnggraini_/status/870919474685267968?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5068388424
    Jawaban : Sebagai manusia pasti memiliki banyak keburukan, kekurangan. Kalau untuk menjelaskan sifat2 buruk, sbnrnya banyak, tapi disini aku sebutin yg pgn banget aku ubah. Yaitu suka mikirin hal2 negatif yg belum tentu terjadi. Jadi ini kadang nyebelin banget karna dgn kayak gitu bisa bikin stress, males ngelakuin ini itu, ujung2nya nangis. Dan utk mengatasi itu aku lebih sering berdoa, berusaha untuk melalui hari sebagaimana mestinya, percaya aku dilindungi Allah, dan mengingat wajah dan perjuangan org tuaku biasanya berhasil utk menguatkanku atas pikiran2 negatif itu.

    Like

  35. teddy pratama says:

    nama : teddy pratama
    link : https://mobile.twitter.com/ivtedy/status/871006267266875393?p=v

    jawaban :

    sifat buruk dalam diri gua , yang gua rasa banget itu “egois” , dalam segala aktivitas yang bakal gua jalanin pasti ada aja sifat itu nongol , dan karena adanya sifat itu muncul sifat – sifat negatif lainya ya bisa di bilang akibat sih . contohnya gua sering telat kampus karena ego gua terlalu tinggi ketika mau berangkat semisal masih ngantuk , mau mandi masih belum sadar banget (hahaha) , dan itu membuat nilai gua di beberapa matkul jadi turun (hehehe) . jadi itu sih menurut gua sifat yang perlu gua tanganin bener – bener , biar ilang dari diri gua.

    Like

  36. Fahmi habibie says:

    Nama: Fahmi Habibie
    Link share: https://m.facebook.com/bibex.charlez/posts/1454060164651083?comment_id=1454061991317567&ref=m_notif&notif_t=comment_mention&notif_id=1496533049595401
    Jawaban:
    Minder dan kurang percaya diri, apalagi kalo pertama dalam suasana baru (kompetisi) merasa heran kenapa sampai ikut kompetisi ato ikut dlm suatu forum baru, dan di dlam hati berkata apa yang bisa dibanggakan?, menjadikan minder dan rasa kurang percaya diri pada diriku

    Like

  37. Nama: Fahmi Habibie
    Link: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1454060164651083&id=100001413406325&notif_t=like&notif_id=1496532948624862&ref=m_notif

    Jawaban: sifat yang perlu banget diatasi dari saya Minder dan Kurang percaya diri, apalagi kalo dlm suasana baru (kompetisi).karena ketika kompetisi ato forum sering ngeluh engga bisa ia karena itu kurang percaya diri dengan kekuatan yg dimiliki.

    Like

  38. Ignatia Dewi Santi says:

    Nama: Ignatia Dewi Santi
    Linkshare GA: http://instagram.com/ignatia_inez

    Jawaban:
    Sombong dan pemarah bisa dikatakan kelemahan sekaligus kekuatan saya. Amarah beberapa kali membuat saya mengambil keputusan yang salah, melakukan tindakan2 dan mengucapkan kata2 yg pada akhirnya saya sesali karena menyakiti orang lain dan kerap kali menjadi bumerang bagi diri saya sendiri. Demikian pula dengan sikap angkuh saya, terkadang mendatangkan masalah bagi diri saya sendiri. Sebetulnya bukannya saya gengsi untuk minta tolong atau menerima bantuan dari orang lain, tapi saya memang tipe orang yang berusaha atau meyelesaikan sendiri, kalau memang tidak bisa, baru saya akan minta tolong orang lain. Saya juga tidak mudah terkesan, sehingga membuat orang lain merasa direndahkan atau diremehkan. Namun di sisi lain, dua sifat ini juga berguna bagi saya. Sifat pemarah saya justru melindungi saya dari orang-orang yang punya niat tidak baik. Kemarahan ini pula yang mendorong saya untuk mempraktikkan meditasi. Kesombongan membantu saya untuk cepat bangkit dari kegagalan, karena saya terlalu angkuh untuk terpuruk. Kesombongan membantu saya tetap berdiri tegap saat menghadapi masalag, karena saya terlalu angkuh untuk jatuh apalagi memgasihani diri sendiri. Daripada melihat keduanya sebagai kelemahan atau kekuatan, saya lebih suka menerima amarah dan kesombongan saya sebagai pedang. Jika saya bisa gunakan dengan benar, dia akan membantu saya. Tapi kalau saya tidak bisa kendalikan, dia akan berbalik melukai saya

    Like

  39. indriyas says:

    Nama: Indriyas
    Link share GA: https://www.facebook.com/IndriyasW/posts/10209277457350349
    Jawaban: saya sepertinya punya empati berlebih deh. Buat saya sifat ini tidak buruk sama sekali sih, hanya perlu untuk menyeimbangkan saja antara hati dan akal 🙂 Empati berlebih contohnya : kalau nonton film yang menurut saya sedih saya sampai menangis tak terkendali entah di rumah atau di tempat umum (bioskop). Membaca artikel yang nadanya sedih juga jatuhnya sana, nangis tersedu-sedu. Seringnya juga gak sampai hati kalau melihat orang yang butuh pertolongan gitu. Yang terakhir ini, seringnya suami yang ngejagain terutama dalam hal uang. Karena bagaimanapun juga sekarang sudah berkeluarga jadi beberapa sifat memang harus di seimbangkan dan bukan di buang. Itu aja sih :))

    Like

  40. Dhamas Iki says:

    Nama: Dhamas Iki
    Link share GA: https://twitter.com/dhamasiki/status/871361302907592704
    Jawaban: Sifat kurang baik dalam diri saya adalah tak pernah terbuka atas permasalahan. Saya pikir, masalah yang dihadapi adalah tanggung jawab diri sendiri. Tak perlu diketahui orang lain, bahkan yang terdekat sekalipun, termasuk orang tua, karena mereka sudah punya problematika sendiri, tak berhak saya menambah beban. Meski sebenarnya ada tempat untuk berbagi, saya lebih memilih diam dan bersikap semua baik-baik saja, tak jarang dengan senyum palsu sebagai pemanis. Saya rasa bisa melalui segala dengan usaha sendiri. Namun terkadang jadi bumerang, lantas berefek munculnya problem baru, sampai merepotkan orang lain, tentu hal ini tak pernah diharapkan bakal terjadi. Untuk itu, saya perlahan mencoba mengurangi sikap super tertutup saya, meski hanya pada satu atau dua orang saja sebagai langkah awal, sulit memang, tapi lebih menyakitkan lagi akan apa yang saya lakukan membuat orang lain kepikiran.

    Like

  41. Nama: Rizki Wulandari (Madfia)

    Link share: https://www.instagram.com/p/BU68VkOgo9C/

    Jawaban: Salah satu sifat buruk di diriku adalah rasa malas yang akhirnya berujung pada kebiasaan suka menunda. Menurutku rasa malas itu yang membuatku sering menunda melakukan sesuatu. Rasanya greget pengen mengubah sifat jelek ini.

    Like

  42. Lenny says:

    Nama: Leny
    Link share GA: https://mobile.twitter.com/Lynlainy17/status/871404783973879808
    Jawaban: Sifat kurang baikku itu selalu menunda-nunda pekerjaan hingga mendekati deadline bahkan sampai deadline. Entah kenapa aku merasa malas mengerjakan diawal, pas udah mendekati deadline baru deh semangat, semacam kayak punya power lebih gitu, istilahnya the power of kepepet lah. Ini kurang baik banget dan perlu banget aku perbaiki, karena akibatnya tuh bisa fatal kalau lama-kelamaan terus aku biarin. Aku itu selalu saja malas mengerjakannya diawal-awal. Pas udah mau deadline baru deh aku kerjakan. Kayak tugas tuh, pas udah mau di kumpulin baru deh sehari sebelumnya aku kerjain, bahkan lebih parahnya beberapa jam sebelum dikumpulin baru aku mengerjakan. Akhirnya aku tuh kayak dikejar-kejar waktu, terus heboh sendiri bahkan sampai begadang untuk ngerjainnya, pokoknya udah parah banget lah.

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s