Please, Jangan Beli Ebook Bajakan!

Hae, gaes! Kali ini saya nggak mereview buku nih, tapi saya mau bahas soal kasus ebook bajakan.

Hari Kamis yang lalu, bubos pimred penerbit di mana saya bekerja selama ini menemukan akun-akun penjual ebook bajakan berkeliaran di Instagram. Beliau pun segera meng-capture beberapa akun tersebut dan mempostingnya di akun Instagram penerbit.

 

Sedih banget buku-buku yang pastinya ditulis dg penuh perjuangan, dibajak begitu saja dalam bentuk ebook dan dijual mulai 2.000 di dua akun instagram ini: ebook_indo dan ebook_novelmurahbngt. . Ada beberapa novel terbitan Stiletto Book Group juga yang dijual di sana, dan banyak novel2 best seller dari penerbit lain. . Pembaca tercinta, mending meminjam buku ke perpustakaan (atau teman) daripada membeli buku bajakan. Karena membeli buku bajakan, selain sangat memalukan, itu sama saja menghalangi pintu rezeki untuk orang lain, bukan hanya untuk penulisnya saja, tapi juga untuk orang-orang yang bekerja di dalamnya, mulai dari penerbit, percetakan, sampai toko buku. . Buat dua akun ini (dan juga penjual buku bajakan lainnya), semoga segera sadar, masih banyak cara mencari rezeki yang halal dan berkah. Jika kamu menghalangi jalan rezeki orang lain, karma juga akan berbalik padamu. . . Yuk kita report bareng2 agar diblock oleh Instagram. Mohon bantuannya teman-teman pembaca buku yang kami cintai πŸ’› . Semoga segala kemudahan selalu menyertai teman-teman semua πŸ’‹ . #stopkaryabajakan #stopbukubajakan #stopnovelbajakan . .

A post shared by Penerbit Stiletto Book (@stiletto_book) on Jul 19, 2017 at 10:45pm PDT

 

Pastinya, saya juga langsung bereaksi. Saya langsung sebarkan informasi tersebut. Setidaknya saya akan minta bantuan teman-teman saya untuk ikut me-report akun tersebut agar bisa di-suspend oleh Instagram. Meski saya juga nggak terlalu optimis akan ada tindakan dari Instagram. Saya nggak tahu, butuh berapa laporan hingga satu akun bisa disuspend, atau dihapus oleh Instagram.

Namun, setidaknya, saya sudah berusaha dan melakukan sesuatu. Saya nggak bisa diam saja.

Hingga kemudian saya makin jauh menelusur, dengan bantuan teman-teman saya tentunya.

Saya menemukan banyak sekali akun Instagram yang menjual ebook dengan harga sangat murah, mulai dari Rp 1.000 – Rp 15.000 untuk satu ebook.

Yes, you read it right.

Satu ebook dijual dengan harga Rp 1.000! Yang di toko dijual puluhan ribu itu, dijual oleh akun kampret itu seharga Rp 1.000 saja!

Dan, kemudian saya makin terbelalak saja sesaat kemudian. Seorang teman bahkan menemukan ada akun kampret yang menjual 4 ebook untuk Rp 5.000!

Rp 5.000 dapat 4 ebook, Gaes!

Itu … buat bayar listrik sama kuota saat riset untuk menulis bukunya saja kurang!

Bayarnya gimana kalau Rp 1.000 kayak gitu? Transfer bank kan nggak bisa. Bayarnya pakai pulsa. Atau beli borongan. Beli 10 ebook kan cuma Rp 10.000.

Salah seorang teman mencoba untuk membeli ebook tersebut untuk mengetahui cara kerjanya. Ternyata link download-lah yang mereka perjual belikan.

OH MY GOD!

Karena itu, saya pikir, we have to do something.

Saya pikir, kita nggak akan bisa melenyapkan yang beginian. Akun-akun kampret itu, kalau direport dan misal bisa ditutup oleh Instagram, mereka masih tetap bisa buka akun baru lagi. Salah satu akun yang dicapture oleh Stiletto Book itu saja tertangkap ganti ID 2 kali, dan sekarang pun digembok.

Hampir tak ada yang bisa kita lakukan pada mereka. Kita bisa saja menelusuri mereka. Bahkan saya pun sudah dikasih liat foto si adminnya lho oleh seorang teman yang mencoba menelusur. Iyes, saya sudah tahu muka si admin yang ternyata masih ABG itu. Tapi, lantas, mau diapain?

Nggak ada yang bisa saya lakukan kan?

Saya cuma bisa mengajak teman-teman … kamu, Gaes. Iya, kamu … para pembaca buku yang baik hati, para pecinta buku, untuk TIDAK MEMBELI BUKU BAJAKAN, TERMASUK EBOOK.

Lagipula, buat apa beli, Gaes, kalau kamu sebenarnya bisa membaca ebook gratis?

Sekarang ada banyak aplikasi yang memungkinkanmu meminjam buku di perpustakaan digital. Resmi, dan gratis! Sebut saja iJakarta, iKaltim, … iJogja pun ada (meski koleksinya nggak selengkap iJak). Kita cuma harus registrasi, kasih email, dan ratusan judul buku digital atau ebook bisa kita baca. GRATIS!

Buat apa beli buku bajakan?

Please, Gaes. Jangan beli buku bajakan!

Saya, sejujurnya, meski bekerja di penerbitan tapi saya juga seneng banget kalau bisa dapetin buku murah atau buku diskon, bahkan yang gratisan. Hari gini gitu loh! Apa-apa mahal kan ya? Termasuk buku. Harga kertas naik, harga maintenance mesin cetak pun melambung. Belum lagi karyawannya juga minta naik gaji #eh

Buku memang mahal. Tapi ya karena ada banyak hal yang harus dibayar di belakang terbitnya sebuah buku.

Saya senang dapat buku murah. Tapi saya nggak akan beli buku bajakan. Saya tahu gimana perjuangan seorang penulis menuliskan bukunya, karena saya sendiri juga pernah mengalaminya. Saya juga tahu susahnya penerbit harus melalui proses penerbitan buku. Pun promosinya bikin ngos-ngosan. Percetakan buku, saya juga sudah melihat sendiri bagaimana sebuah buku dicetak. Prosesnya panjang!

Trust me, ada banyak keringat tercucur di balik sebuah buku yang kamu pegang itu, Gaes.

Tapi, kalau ada satu buku asli itu dijual murah atau didiskon, itu biasanya karena memang sudah habis kontrak dengan penulis atau untuk menghabiskan stok. Dan harga yang murah itu, memang sepengetahuan sang penulis.

Bukannya dicolong.

Sekali lagi, hargailah buku. Kalau memang kamu nggak punya uang untuk membeli, kamu bisa meminjamnya ke perpustakaan atau pinjam saja ke temanmu. Itu masih lebih baik ketimbang kamu beli buku bajakan.

Iya, udah. Gitu aja sih saya ngomelnya.

Sedih banget sih saya. So, maaf ini memang postingan emosional. πŸ˜†

Salam literasi!

Advertisements

One Comment Add yours

  1. womomfey says:

    Duh! Baca postingan kali ini bikin nyesek deh! Dan iya, betul banget itu! Ada begitu banyak akun sosial media yang menjual buku bajakan (baik e-book maupun fisik)! Dan akupun juga pernah beberapa kali report klo pas menemukannya. Memang sulit untuk memusnahkan para pembajak dan penjual buku bajakan ini, tapi kalau saja setiap pembaca sudah melek akan hinanya membeli buku bajakan, niscaya deh mereka akan lebih memilih beralih jadi anggota perpusatakaan ataupun minimal hunting buku2 diskon. Tokh buku gak ada masa expired datenya kan? Jadi bisa banget menahan diri beli buku inceran sampai 1-2 tahun ke depan sambil berdoa harganya sudah diskon nanti.

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s