Menumbuhkan Kemandirian Anak

 

Judul: Menumbuhkan Kemandirian Anak
Penulis: Eugenia Rakhma
Editor: Herlina P Dewi
Proof Reader: Desi Tuparman
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Arya Zendi
Tebal: xiv + 192 halaman
ISBN: 978-602-7572-74-4
Penerbit: Stiletto Book

Blurb

Kemandirian dan kedisiplinan merupakan dua hal yang menjadi dasar tumbuhnya kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab seorang anak. Kedua hal ini merupakan kunci pembuka bagi si kecil dalam mempelajari hal-hal di sekitarnya, sekaligus berinteraksi dalam lingkungan.

Buku ini membahas penanaman kemandirian dan disiplin si kecil secara lengkap dan bertahap :

  • Memahami target perkembangan anak usia dini
  • Memahami kebutuhan sosial dan emosional si kecil
  • Macam-macam kemandirian anak usia dini dan cara menumbuhkannya
  • Tips dan trik menumbuhkan kedisiplinan si kecil
  • Mempersiapkan rumah yang ramah
  • Berbagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk menumbuhkan kemandirian dan disiplin si kecil

Jadi yuk, Mom, kita tumbuhkan kemandirian dan disiplin si kecil sejak dini dengan cara-cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

Review

Thomas Armstrong dalam bukunya yang berjudul Setiap Anak Cerdas mengatakan, bahwa apa yang anak-anak butuhkan adalah seseorang yang percaya pada kemampuan mereka dan mendukung cara belajar terbaik mereka. (hal. xiii)

Dan, saya kira, di sinilah prinsip mendidik kemandirian anak ini. Malahan, sebelum kita mengajak untuk mandiri, justru kitalah, si orang tua ini, yang harus ‘dididik’ duluan agar bisa percaya bahwa anak itu sebenarnya cerdas dan pasti mampu melakukan apa pun.

Karena ya memang di situ kan, prinsip mandiri itu? Karena kita percaya mereka bisa melakukannya. *mbulet*

Saya termasuk orang tua yang ‘memaksa’ dua anak saya untuk bisa cepat mandiri dan disiplin. Karena saat mereka balita dulu, saya masih kerja full time kantoran. Mereka harus berada di daycare seharian, dan saat pulang pun, saya most of the time, udah kecapekan banget dan kadang tepar duluan sebelum bisa memenuhi kebutuhan mereka.

Mau nggak mau, mereka harus bisa memenuhi beberapa kebutuhan mereka sendiri.

Justru saat anak-anak sudah mandiri, saya malah terus kerja di rumah. πŸ˜† Ya, tapi buah ‘pemaksaan’ saya agar mereka bisa mandiri itu sudah mulai saya rasakan sekarang.

Banggakah saya? Jelas dong. πŸ˜†

Saya dulu sih nggak pakai buku apa-apa deh. Pemalas banget baca buku mah. Maunya baca buku ya novel, itu pun nggak seintens sekarang.

Seandainya buku ini sudah ada 9 tahun yang lalu. Wkwkwkwk.

Ini dia isinya:

Bab I. Seputar Tumbuh Kembang Anak

Sebelum kita tahu dan belajar menumbuhkan kemandirian anak, kita mesti tahu dulu tahap perkembangan si kecil. Untuk apa? Ya pastinya untuk menyesuaikan ‘didikan’ mandiri apa yang nanti bisa kita berikan pada mereka.

Ga mungkin kan ya, anak usia 2 tahun kita minta menulis?

Nah, di bab ini ada tuh tabelnya. Bisa dilihat hubungan antara usia anak, area perkembangan dan tingkat pencapaian perkembangan.

Misalnya, usia berapa seharusnya anak sudah bisa membilang 1 – 10? Usia berapa mereka sudah bisa mengerti instruksi yang datang bersamaan? Usia berapa mereka bisa mulai diajari minta maaf?

Iyes, ada semua itu di bab 1 ini.

Bab II. Persiapan Sebelum Memulai

Confucius mengatakan, bahwa dasar-dasar moral, nilai-nilai baik dan disiplin harus menjadi pelajaran pertama yang diajarkan pada anak-anak. (hal. 28)

Menurut Erikson, masa kritis perkembangan kemandirian berlangsung pada usia 2-3 tahun. Bila pada usia tersebut kebutuhan untuk mengembangkan kemandirian tidak dipenuhi, maka dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan kemandirian yang maksimal. Artinya, si kecil akan terus bergantung kepada orang lain saat remaja, bahkan saat dewasa kelak. (hal. 29)

Nah, makanya ayo mulai persiapan untuk mendidik anak mandiri. Dalam buku ini diungkapkan, bahwa salah satu metode terbaik untuk menumbuhkan kemandirian anak adalah metode Montessori.

Pada prinsipnya, metode Montessori akan membawa kita untuk membantu anak-anak untuk belajar berjalan tanpa dibantu, untuk berlari, naik turun tangga, melepas baju sendiri, berbicara dengan jelas, dan untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan mereka dengan jelas.

Yes, hal ini dapat memberikan rasa puas pada anak-anak saat mereka berhasil mencapai tujuannya.

Bab III. Menumbuhkan Kemandirian si Kecil

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kalau mau menumbuhkan kemandirian si kecil, kita harus mempersiapkan diri lebih dulu. Karena yang pertama kita lakukan adalah menjadi role model yang baik soal kemandirian, dan juga kedisiplinan ini.

Di halaman 56, Eugenia menulis seperti ini.

Menghadapi si kecil yang ingin melakukan segala sesuatunya sendiri, ada 2 hal yang harus kita jadikan pegangan:

  1. Biarkan dia menyelesaikan sendiri selama kegiatan tersebut sesuai target usianya.

  2. Terima kegagalannya.

Hmmm. Oke. Cukup singkat, tapi susah.

Biasanya sih kalau si kecil ‘gagal’ menyelesaikan misi, ya yang ada kita marah-marah. Iya nggak sih? πŸ˜†

Bab IV. Disiplin untuk si Kecil

Semoga Anda tidak mengartikan kata ‘disiplin’ sebagai ‘hukuman dan kekerasan’, namun sebaliknya ‘mengajarkan dan mengarahkan’. (hal. 60)

Ya, memang perlu untuk dipahami dulu, apa itu arti disiplin. Dan, lagi-lagi, untuk memulai kita harus mempersiapkan diri kita lebih dulu, karena kita harus menjadi role model buat mereka.

Yang berikutnya adalah konsisten. Biarkan si kecil berproses selama tidak berbahaya. Dan tetap ingat, bahwa tegas itu tidak sama dengan marah-marah.

Di bab ini juga ada cara memperkenalkan arti reward dan punishment untuk anak-anak.

Eugenia mewanti-wanti, supaya kita benar-benar perlu untuk konsisten. Kalau muncul rasa nggak tega melihat si kecil murung atau bersiap menangis, tabahkan hati. Hindari memberi reward berlebihan, karena akan membuat si kecil berpikir bahwa kita telah menyesal menghukumnya.

Bab V. Serba-Serbi Mandiri

Apa saja sih yang perlu diajarkan dalam menumbuhkan kemandirian anak?

Di antaranya:

  • mandiri saat bermain
  • toilet training
  • soal ngompol
  • makan minum sendiri
  • berpakaian sendiri
  • mandi sendiri
  • tidur sendiri
  • ditinggal orang tua tanpa kesulitan

Nah, kesemuanya ada tip dan triknya. Dijelaskan secara rinci di Bab V ini.

Bab VI. Pentingnya Tidur bagi Si Kecil

Di sini dijelaskan mengapa tidur, baik itu tidur malam maupun tidur siang, penting bagi anak. Juga bagaimana cara membuatnya nyaman tidur siang dan tidur malam.

Penting ternyata.

Bab VII. Rumah yang Ramah

Demi suksesnya program kemandirian anak, pastinya kita juga harus memastikan kondisi rumah juga aman dan nyaman untuknya bereksplorasi, mencoba dan berusaha kan?

Beberapa syarat rumah yang aman dan nyaman bagi anak adalah sebagai berikut:

  • Keindahan
  • Kebersihan
  • Keteraturan
  • Keamanan
  • Child-size

Nah, masing-masing sih ada penjelasannya. Tapi saya nggak mau tulis di sini. Kebanyakan πŸ˜†

Bab VIII. Bermain bagi Si Kecil

Dunia anak-anak memang bermain. Banyak ahli pendidikan yang setuju bahwa anak-anak menyerap pelajaran dengan baik lewat bermain.

Karena bermain ini begitu penting buat anak, maka kita memang harus menyediakan diri dan waktu bermain bersamanya. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

  • Ruang bermain
  • Mainan untuk si kecil

Bab IX. Waktunya Bersenang-senang!

Nah, di bab ini, ada banyak bahasan mengenai aktivitas-aktivitas yang dapat kita lakukan bareng anak-anak di rumah. Aktivitas-aktivitas ini sudah dikelompokkan berdasarkan 5 area perkembangan si kecil, yaitu sosial-emosi, bahasa, motorik halus, motorik kasar, dan kognitif.

Bab X. Penutup

Ya, memang jadi orang tua itu memang merupakan tanggung jawab yang besar. Eugenia memberikan beberapa tip di sini, supaya kita nggak stres saat melaksanakan tugas besar mendidik anak.

 

Kesan Setelah Membaca

Seperti biasa, buku-buku nonfiksi Stiletto Book selalu mempunyai gaya bahasa yang santai, conversational, santun, fun, meski bahasannya serius.

Begitu pula buku ini.

Tanpa ada nada menggurui, Eugenia memaparkan pengalamannya sejauh ini sebagai guru dan pendidik anak usia dini. Banyak sharing penting dan informasi baru yang dihadirkan di buku ini.

It’s a must read book for you, parents!

4 dari 5 bintang yang saya punya.

Advertisements

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s