La La Land

la la land

Judul: La La Land
Pemain: Ryan Gosling, Emma Stone, John Legend
Sutradara: Damien Chazelle
Skenario: Damien Chazelle
Produksi: The Summit Entertainment

Alur Cerita

Alkisah, Mia, seorang kasir di sebuah coffee shop yang ada di dalam sebuah studio film punya mimpi besar untuk menjadi seorang aktris. Sudah entah berapa ratus casting selama 6 tahun, ia jalani dan ia selalu gagal.

Di audisi terakhir yang gagal, Mia kecewa, tapi oleh teman-temannya Mia diajak pergi ke suatu pesta untuk senang-senang. Karena satu dua hal, mobil Mia diderek, sehingga ia harus pulang jalan kaki. Di perjalanan pulang, Mia terkesan oleh permainan piano dari dalam sebuah kafe. Mia masuk dan di sanalah ia bertemu Sebastian.

Seb, atau Sebastian, adalah seorang musisi (pianis) jazz konvensional yang sangat berbakat sebenarnya. Tapi zaman sudah nggak terlalu berpihak pada musik jenis ini. Tapi Seb masih tetap optimis bisa mewujudkan mimpinya.

Pertemuan Mia dan Seb yang pertama ini sebenarnya menyakitkan, seenggaknya buat Mia sih. Tapi terus mereka ketemu lagi selang beberapa lama kemudian. Saat itu, Mia datang ke suatu pesta (lagi), dan menemukan Seb menjadi salah satu anggota band pengiring pesta. Band tersebut mengusung lagu-lagu top 40’s tahun 80an gitu. Saat itulah keduanya benar-benar berkenalan.

Saat sempat berduaan, keduanya ngobrol (sambil nyanyi dan nari). Seb mendukung mimpi Mia, bahkan menawarinya menonton film Rebel Without A Cause (kalau nggak salah ini film terakhir James Dean ya). Mia sendiri mendukung penuh mimpi Seb untuk menjadi seorang musisi jazz kenamaan.

Mereka pun resmi pacaran. Mia meninggalkan Greg, pacar terdahulunya, dan kemudian pindah serumah dengan Seb.

Karena audisi Mia gagal maning gagal maning, maka Seb pun mengusulkan supaya Mia membuat drama monolog sendiri saja. Lalu diperankan sendiri dan disiapkan sendiri dengan menyewa teater.

Seb sendiri akhirnya menerima tawaran dari Keith, teman sekolahnya, yang mengajak bergabung dengan band besutannya, The Messenger. Meski masih ada bau-bau Jazz, tapi sebenarnya grup ini pengusung musik pop.

Suatu kali Mia ikut menyaksikan penampilan panggung Seb, tapi ia agak gimana gitu, secara ia tahu, ini bukan mimpi Seb.

Tapi keduanya butuh uang untuk hidup, dan semakin sibuk. Mia sibuk mempersiapkan drama monolognya, Seb sibuk ikut tur bareng The Messenger. Di malam pementasan drama monolog Mia, Seb nggak bisa datang karena ada sesi pemotretan bareng band-nya.

Akhirnya Mia pergi, putus asa. Bahkan drama monolognya pun gagal. Mia pulang kampung, dan pengin melupakan mimpinya. Tapi Seb menerima telepon dari seorang staf casting film, kalau Mia kembali dipanggil untuk audisi lanjutan.

Seb pun menyusul Mia ke kampung halamannya di Nevada. Mia akhirnya mau ikutan audisi lagi.

Endingnya hmmm … agak ngetwist dari perkiraan semula sih 😆 Sial emang. Rada rumit, bukan happy ending tapi ya bahagia. Nah. Gimana tuh? Nonton aja deh. 😆

 

Review

Saya penasaran banget dengan film ini, karena … gokil banget pujian para kritikus film terhadap film ini ya. Bahkan di Metascore sendiri film ini scorenya 93! Di IMDb 8.1/10. Ckckck. Belum lagi ia berhasil memenangi buanyak sekali penghargaan. Coba lihat daftar penghargaan yang diterima oleh La La Land ini deh.

Terus, ya, saya nonton 😆

Pertama sih, ya namanya film musikal ya, ya sepanjang film banyak banget lagu-lagunya. Dan, amazed banget sih liat si ganteng Gosling nari bo’. 😆 Bisa juga ya, dia nari tap dance. Ckckckck.

Emma Stone sendiri juga luwes banget narinya. Saya jadi heran, ini mereka udah bisa nari duluan, atau dapat peran baru belajar nari ya? Ckckckck.

la-la-land-jazz-club-1024x410

Paling ikonik itu ya adegan Mia nari di jazz club pas Seb main piano. Konon sih pengambilan gambarnya menerus terus, nggak pakai diedit lo.

maxresdefault

Sama adegan ini ya, saat Mia dan Seb menari untuk yang pertama kalinya. Ini masterpiece banget deh.

Saya mah nggak akan bahas sinematografi apalah apalah, orang saya nggak ngerti. Masih newbie banget inih nge-review film ya. 😆 Tapi beneran, gambarnya baguuus banget.

Di film ini banyak adegan yang disimbolisasi dengan tarian dan lagu, jadi ya dinikmati saja. Misalnya, kayak percintaan Mia dan Seb ya banyak dengan tarian, no kissing bahkan kayaknya. Saya lupa sih. Tapi iya, kayaknya nggak ada. Orang pas nonton bioskop mau kissing juga nggak jadi 😆

Terus ya kadang kita pikir aneh ya. Lah, kok di mana-mana nari dan nyanyi. Ya gimana lagi, orang film musikal 😆 Makanya memang harus dianggap sebagai simbolisasi. Yang penting, setiap adegan bisa banget dinikmati kok.

Terus sampai ending, coba deh kalau nggak menghela napas panjang. *sigh* Sebenarnya sih nggak happy ending, tapi ya bahagia karena masing-masing akhirnya bisa mewujudkan mimpi mereka. Mia jadi aktris terkenal, Seb sudah punya klub jazz sendiri.

What more can they complain?

Hahaha. Ketawa kecut bo. Tapi bagus! Realistis!

Overall, saya suka film ini, terutama untuk angle pengambilan gambarnya, warna-warnanya. Saya juga suka banget baju-bajunya Mia. 😀

Recommended!

One Comment Add yours

  1. Indira says:

    Mungkin kisah nyata kebanyakan artis yaa Kak… Merintisnya ama siapa, nikahnya ama siapa. Ups… Sukaa film ini, terkadang mewujudkan mimpi memang harus berdarah-darah.

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s