The Tales of Beedle The Bard

the tales of beedle the bard

Judul: The Tales of Beedle The Bard (Kisah-Kisah Beedle si Juru Cerita)
Penulis: JK Rowling
Alih Bahasa: Nina Andiana & Listiana Srisanti
Editor: Dini Pandia
Tebal: 144 halaman
ISBN 9786020380353
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Blurb

Berisi lima dongeng menarik yang magis dan mengikat, KISAH-KISAH BEEDLE SI JURU CERITA sudah berabad-abad jadi dongeng pengantar tidur favorit di keluarga penyihir.

Buku yang aslinya dalam aksara rune ini diterjemahkan oleh Hermione Granger, dengan catatan pelengkap dari Profesor Albus Dumbledore, yang digunakan atas seizin Arsip Hogwarts.

Alur Cerita

Entah apa yang “merasuki” saya hingga saya membeli buku ini 😆 I mean, saya bukan pembaca Harry Potter, bahkan juga nggak membaca tulisan JK Rowling yang lain. Bukan karena antipati atau apalah. Simply karena it’s not my cup of tea. Hahaha.

Tapi, hari itu, saya janjian ketemuan sama Ranny–yang empunya blog Hujanpelangi. Dan saya mampir dulu ke Togamas. Pengin nyegerin mata. Di area depan, di rak Hot Release, ada buku ini. Iseng saya buka karena kebetulan ada satu buku yang terbuka segelnya.

Baca cerita pertama, lalu nyengir. Hingga akhirnya saya bawa ke kasir. 😀

Ya, saya jatuh cinta pada dongeng pertama di buku ini.

Jadi, mari kita lihat. Ada 5 dongeng di sini.

1. Sang Penyihir dan Kuali Melompat

Seorang penyihir tua baik hati meninggal, dan menurunkan hartanya pada anak laki-lakinya. Tapi si anak ini nggak sebaik hati ayahnya, yang suka banget membantu orang-orang nonpenyihir (yang disebut Muggle) di sekitarnya.

Buat si anak, Muggle ini semacam losers gitu deh. Nggak berharga. Jadilah, kalau ada tetangga yang datang ke rumah untuk minta bantuan, selalu ditolaknya.

Saat si ayah penyihir meninggal, si anak menemukan satu bungkusan yang berisi sepatu di dasar kuali sihir. Si anak sih menganggapnya tak berguna. Tapi, ketika ada tetangga-tetangga yang ditolak saat minta bantuan, ternyata kuali itu semacam mirroring luka dan keluhan-keluhan orang.

Jadi, kalau ada yang mengeluh kutilan dan nggak ditolong si anak penyihir, kualinya ditumbuhi bintil-bintil. Terus ada bayi sakit, si kuali juga ikut muntah-muntah. Ada keluhan tetangga tentang keledai yang hilang, si kuali juga mengeluarkan lenguhan seperti keledai. Dan seterusnya.

Si anak penyihir ini sudah mencoba bikin kuali itu diam, tapi nggak pernah berhasil. Hingga akhirnya, saking nggak tahannya …

Baca sendiri. Wkwkwk.

 

2. Air Mancur Mujur Melimpah

Sekali setahun, orang terpilih boleh mencari air mancur yang berlokasi di atas bukit dalam taman ajaib yang dikelilingi dinding-dinding tinggi. Konon, orang paling sial yang bisa membasuh diri di air mancur ini akan sembuh kesialannya, dan akan mendapatkan banyak keberuntungan dalam hidup setelahnya.

Alkisah, 3 penyihir–Asha, Altheda, dan Amata–juga ikut berkumpul di kaki bukit bersama orang-orang lain, berharap dipilih untuk bisa ke Air Mancur Mujur Melimpah ini. Ketiga penyihir itu punya “penyakit” sendiri-sendiri. Karena saling mengasihani, maka mereka pun sepakat, kalau salah satu terpilih untuk masuk ke bukit, maka dua yang lain akan ikut.

Ndilalah, Asha-lah yang terpilih. Altheda dan Amata pun ditarik Asha untuk ikut masuk ke celah kecil di dinding. Ternyata baju Amata nyangkut ke baju besi seorang ksatria. Jadilah ksatria itu ikut masuk.

Keempatnya lantas berjuang bersama mencari air mancur. Singkat cerita, mereka bisa mencapai air mancur tersebut, tetapi malah nggak sampai harus membasuh, masing-masing dari mereka ternyata telah “sembuh” karena kehadiran satu sama lain.

 

3. Penyihir Berhati Berbulu

Seorang penyihir muda ditinggal mati kedua orangtuanya, dan mewarisi seluruh harta kekayaan. Si penyihir ini anticinta banget. Dia nggak mau menikah, pokoknya nggak mau punya keluarga.

Hingga kemudian penyihir itu mendengar dua pelayannya bergosip tentang dirinya. Mereka kasihan, karena si penyihir meski kaya tapi kok nggak laku, gitu deh intinya 😆

Lalu si penyihir pun bertekad untuk mencari istri, tapi perempuan yang bisa jadi istrinya mesti nggak boleh sembarangan. Mesti cantik, kaya, dari keturunan penyihir.

Ternyata, perempuan itu datang. Si penyihir pun mulai mendekatinya. Nah, dari hasil “ngobrol” sama si perempuan, penyihir mengajak si gadis untuk ke ruang bawah tanah dan melihat hartanya yang paling berharga.

Ternyata ada hati sang penyihir dalam satu kotak kristal dan masih berdetak. Tapi karena terlalu lama dianggurin, maka hati itu berbulu.

*ngebayangin, lalu bergidik sendiri*

 

4. Babbity Rabbity dan Tunggul Terbahak

Ada raja bodoh yang nggak suka kalau ada penyihir lain hidup di kerajaannya. Maka dia pun memburu semua penyihir.

Lalu dia pun pengin meningkatkan kemampuan sihirnya maka dicarilah instruktur sihir. Nah, instruktur sihir yang disewanya ini sebenarnya adalah seorang penipu. Ya, kurang lebih kayak dongeng raja bodoh yang minta dibuatin baju paling mahal, tapi ditipu sama dua penjahit gadungan yang bikin baju nggak terlihat itu.

Singkat cerita, si Raja sudah mulai gerah karena pelajaran sihirnya nggak pernah berhasil atau terlihat meningkat. Maka dia mengancam si instruktur, dia mau memamerkan sihirnya besok. Kalau nggak berhasil si penyihir akan mati.

Kebetulan ada Babbity–si pencuci istana–di situ. Dia menertawakan Raja yang nggak bisa juga memakai sihir. Lalu ternyata Babbity ini penyihir juga. Lalu si instruktur pun memaksa Babbity untuk menolongnya, menipu sang Raja.

 

5. Kisah Tiga Saudara

Ada 3 saudara yang berbeda sifatnya. Saya kok ya keinget sama dongeng Tiga Babi Kecil ya pas baca dongeng yang ini 😀

Singkat cerita, dalam suatu perjalanan mereka ketemu sama El Maut. Si malaikat maut ini rada jengkel sama mereka bertiga, karena mereka bisa lolos dari jebakan kematian yang dibuatnya. Lalu, dia pura-pura memberi mereka hadiah.

Si Sulung dan Tengah nggak nyadar kalau sebenarnya si Malaikat Maut ini ngasih hadiah yang akan bisa membuat mereka menyerahkan nyawa pada si Malaikat. Sedangkan si Bungsu lebih bijak, ia meminta sesuatu yang bisa menjauhkannya dari si Malaikat.

 

Review (Spoiler alert!)

Dongeng favorit saya adalah … eh, orang cuma 5 dongeng sih ya. Hahaha. Gini aja deh. Urutan dari yang paling favorit ke yang paling enggak favorit:

  1. Kisah Tiga Saudara
  2. Kuali Melompat
  3. Penyihir Berhati Berbulu
  4. Air Mancur
  5. Babbity

Saya suka banget dengan ending Kisah Tiga Saudara. Kayaknya dongeng ini ada kaitannya dengan jubah Harry Potter yang fenomenal itu, yang bisa membuatnya tak kasatmata.

Saya suka banget ketika si Bungsu sudah tua, lalu menyerahkan jubah pada anaknya. Lalu dia sambil tersenyum menghampiri sang El Maut, seperti dua sahabat yang sudah lama nggak ketemu.

Some ironic yang menyenangkan, gitu. Kalau sudah waktunya mati tuh ya siapa pun akan dengan senang hati menerima. Tinggal yang ditinggal aja nih, suka yang nggak ikhlas. Yekan?

Yang Kuali Melompat jelas sudah bikin saya jatuh cinta hingga saya membeli buku ini. Penyihir Berhati Berbulu saya suka soalnya paling dark di antara semuanya. Saya suka simbolisasi soal hati yang berbulu, dan kemudian dia pun mencari hati yang masih mengilap.

Overall, saya harus mengakui kalau JK Rowling adalah pendongeng yang hebat. Bagaimana dia membangun dunia fantasinya benar-benar lengkap, sempurna dan komprehensif. Kompak gitu, antara puzzle satu dengan yang lain. Luar biasa banget. Bahkan JRR Tolkien pun hanya bisa melengkapi dengan buku Hobbit untuk kisah Lord of the Ring. JK Rowling bisa sampai bikin buku ini, terus ada Fantastic Beasts juga kan?

Ckckckck.

Di setiap akhir dongeng yang ada, ada catatan Dumbledore. Well, mungkin yang ngikutin kisah Harry Potter akan tertarik. Tapi, saya yang berasal dari luar lingkaran, kurang tertarik. Saya lebih suka membaca dongeng-dongengnya aja 😀 *acungin dua jari*

 

Rating

3.5 dari 5 bintang yang saya punya

One Comment Add yours

  1. Damar Aisyah says:

    Aku baca kisah Tiga Saudara di buku terakhir HP. Skrg jadi penasaran sama 4 lainnya. Hehehehe

    Like

Komennya, Kakak ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s